BLUEBERRY

BLUEBERRY
Episode 6 : He's Not a Paedophile


__ADS_3

Hari ini aku dan Akdam mau berkunjung kerumah Bibi, Kuharap akan bertemu dengan Haci dan Lucky.. Sumpah aku kangen banget!!


Menempuh perjalanan 1 jam setengah menggunakan motor akhirnya kita sampai. Sesaimpainya di sana ku lihat bibi sedang duduk di sofa teras rumah sembari memanjakan kucing kesayangan nya.


"Hai bi, hai mey(nama kucing)..!" seru ku sembari menghampirinya.


"Hai lisa, kemana aja baru dateng lagi..?" Ucap bibi sembari bercipika-cipiki.


"Aku bnyak kerjaan bi, Lucky ada?"


"Ada... Tuh lagi di kamar, Semenjak kamu memutuskan tinggal di kota C sama mamah kamu, Lucky jadi suka diem di kamar gitu."


Mendengar ucapan bibi seketika raut wajah Akdam berubah.


"Oh ya bi, Kenalin ini Akdam..!!" Seruku sembari memperkenalkan nya.


"Oh iya, Yaudah sana liat aja kekamar gih"


Akupun masuk dengan Akdam dan memperkenankan nya duduk di ruang tamu sedang aku masuk ke kamar Lucky.


Setiba di kamar, Kudapati dia sedang tertidur di Sofa sembari memegang Leptop, Mungkin habis mengerjakan materi kuliah, Ku singkirkan Leptop dari tangan nya lalu ku duduki perut nya yang berotot.


"Fuuhhhh..., Berat banget.. Siapa yang dudukin perut gue!!!" Ujar nya kesal.


"Woyy...bangun, ini gue Holisia sepupu lo yang ter imut!!" Goda ku.


Seketika iapun membuka matanya lalu mengigit lembut pipiku.


"Sepupu gak da Akhlak!!, Kenapa baru kesini...!!".


"Sebegitu rindunya tuan muda ini"


"Kamu sama siapa ke sini?"


"Sama Pacar gue"


Mendengar itu wajah Lucky berubah menjadi datar.


"Ayo keluar... Gue kenalin, Tapi sambil gendong!!" Rengek ku.


"Si Anjing liar...!" Ketus nya sembari membungkuk kan punggung nya,


Seketika akupun naik dan di gendong nya ke ruang tamu, Melihat itu Akdam sedikit kurang senang.


"Dam kenalin ini Lucky kakak sepupu aku" Ucap ku .


"Halo, We Lucky sepupu Lisa!!" Seru Lucky datar.


Ntah apa yang terjadi Antara mereka, Mereka berdua saling menatap tajam, Jangan bilang mereka tertarik satu sama lain...Tidaaakkkk.


"Yaudah kita temuin si Haci yu!!" Ujar ku.


Kamipun pergi menuju kosan Haci yang gak jauh dari komplek Lucky. Setiba nya di sana lagi-lagi aku mengagetkan nya yang sedang menjemur pakean, Namanya jugak mbloo... Ya ngerjain ini sendiri, Ngerjain itu sendiri.. Beresin rumah sendiri, Masak-masak sendiri....Makan-makan sendiri..AakkhhhApaaannnSeeeeehh.


"Hayoooo mblooo sendirian aja jemur baju nya"


"Sialan lo... What.. Upinnnnnnnn lo kemana aja, Anjreeettt we kangen." Ujarnya sembari memeluk.

__ADS_1


"Ohh iya, Lo kesini sama siapa Cupiin?" Sambungnya.


"Nih, Kenalin pacar gue... Gue kesini bareng dia!"


"Wah-wah... pacar ya, Broken hert dong gue!!!" Serunya sembari melirik Lucky.


"Yaudah lah ya, Yo kita masuk...!" Sambung Haci sembari memperkenankan kami untuk masuk.


"Wihhh Ci... Kosan lo gak ada yang berubah sedikitpun ya!"Decak ku sembari melihat-lihat photo-photo kami yang di pajang di setiap sudut ruangan.


"Kalian akrab banget ya??" Akdam mulai membuka pembicaraan.


"Iya, Apalagi si Cupin satu-satunya betina yang gabung sama kita, Jadi paling di manja dia" Jawab Haci semangat.


"Oh, Jadi kamu tau banyak dong tentang dia?" Akdam lagi.


"Ya pastinya" Haci lagi.


Ah ponyonya ini percakapan antara Akdam sama Haci deh.


"Tau banyak dong tentang cowok-cowok yang deketin dia"


"Hahahahha...ya tau orang yang deketin dia cuma atu, Yang akhirnya di jadiin mantan sematawayang sama dia"


"Sematawayang? , Emang gk ada yang lain gituh?"


"Ya ada seeeh, Tapi ke gak berani ngomong gitu" jawab Haci sembari melirik Lucky.


Melihat itu Akdam sangat mengerti jika Lucky menyukaiku. Dengan percakapan yang mulai panjang antara Akdam dan Haci, Aku hanya seru sendri melihat-lihat kosan Haci yang gak berubah sama sekali dari sejak dulu kita bareng-bareng.


"Kita jalan-jalan yuk, Udah lama kan kita gak jalan bareng?" Usul Haci.


"Oh ya, Gimana kalo kita main ke rumah kakak aku, Gak jauh ko dari daerah sini, Disana banyak tempat nongkrong yang asik" Usul Akdam.


"Boleh, Tapi ngomong-ngomong kakak lo punya anak gadis gak?" Tanya Haci


"Ada ko, Cantik-cantik lagi Ci!" Aku mengambil alih yang harunya di jawab oleh Akdam.


"Wahh.... Jang bener nih Pin?" Haci sumringah.


Terlihat jelas jika Akdam ingin angkat bicara, Namun lagi-lagi ku dahului.


"Iya dong... gue mana boong sama elu. Iya kan, Sayang!" Ucap ku sembari melototi Akdam.


Akdam pun hanya menganggukan kepala. Kemudian kami segere berangkat menggunakan motor, Aku sama Akdam dan Lukcy sama Haci.


Saat di perjalanan Haci gak berentinya nyanyi sambil tereak-tereak.. Udah macam Jelema gelo (Orang gila :Bhs. indonesia) lah...


"Woyyy...Berisik Ci, Jiga jelema gelo wae" Bentak ku dengan logat sunda.


"Hainnng ker bungah Cupinnnn....!! Tiba-tiba cinta datang kepadaku....wuuuuuooohhhhh hahaahahhahahaa....wooooooooooohhh"Haci mulai kesetanan.


Akdam hanya menahan tawa melihat tingkah koplak nya si Haci.


"Ky... Hati-hati jiwa sinting si Haci terpanggil tuh!!!!" Teriak ku ke arah mereka.


Saat di Persimpangan jalan kebetulan kami berpapasan dengan Istri dari kakak Akdam, Kamipun berenti dan saling menyapa.

__ADS_1


"Ka, Habis dari mana?" Tanya Akdam.


"Kakak habis beli keperluan dapur, Kamu mau pada kemana?" Tanya nya.


"Ke rumah kakak lah, Sekalian nemuin Elisa sama Naomy, Udah lama gak main jadi aku kangen sama mereka" Jawab Akdam.


Kulihat kearah Haci yang gak berkedip sama sekali melihat kakak ipar Akdam,


"Heh... lo liat apaan?"Bisik ku ke kuping si Haci.


"Lo liat pin, Mak nya aja Cantik gitu, Bahenol lagi...Apa lagi anak nya, gak sabar we pengen cepet sampe"Jawab nya balik berbisik.


Kamipun melanjutkan perjalanan dan sampai lah di depan gerbang rumah kakak Akdam yang menjulang tinggi. Tiba-tiba Haci menarik tangan ku dan mengajak ku pergi.


"Pin... Keluar dulu yu bentar, Gue Nerpouse ni, beneran."


"Nerpouse kenapa lagi?"


"Ah pokonya kita pergi dulu ayo..."


Baru aja mau nyalahin Stater motor, Tiba-tiba Akdam memanggil ku.


"Sayang, ayo masuk...!!!"


"Mati gueee...." Decak Haci tegang.


Kamipun masuk, Dan ketika di buka pintu, Terlihat seorang anak perempuan kisaran 7 tahunan dengan rambut kuncir dua dan gigi yang ompong semua dia bagian depan nya, berlali menuju kakak ipar Akdam.


"Mamiiii..........!!!!" Teriak nya.


"Sayang, Ayo salim sama temen-temenya Om Dadam."


"Iya mami..."


Anak kecil itupun menyalami kami satu persatu, Pas giliran mau nyalamin Haci, Tuh mahluk satu malah bengong.


"Woy, Malah ngelamun lagi" Gertak ku pelan.


"Gak papalah adenya macam gini, Kakak nya pasti cantik." Ucap Haci.


"Bilang apa?" Tanya Kakak Akdam.


"Oh, Enggak...Enggak... ini pasti anak tante yang paling kecil ya?" Haci berusaha menepis.


"Oh, bukan!.. Ini Elisa, Anak tertua saya..!" Ucap kakak Akdam.


Seketika wajah Haci memucat..Keringat panas dingin mulai bercucuran, Badan nya gemetar ke kena Gempa bumi lah pokonyamah.


Kami pun di persilahkan masuk dan duduk di ruang tamu.


"Oh, Jadi itu anak yang lo bilang gadis?"Bisik Haci sinis


"Hiiiiiiiiiiiiii....gue jugak gak tau, Kan baru jugak kesini" Aku cuma nyengir.


"Sialan.... lo tau gak, Dari awal pas lo bilang Gadis, We girang banget. Serasa si Cupid sang malaikat cinta berwujud bayi dengan hanya memakai popok dan membawa panah itu membusurkan anak panah cintanya ke hati gue, Tau nya anak ingusan, Dan lo bilang itu gadis, Gak jadi dapet Cewek lagi dong gue" Bisik nya lagi dengan nada memelas.


Jadi, Yang dari tadi bikin Haci setengah edan nyanyi sampe triak-triak di jalan kaya orang sinting itu karna dia lagi di rasuki cinta yang belum jelas adanya... Yang bikin dia nerpouse setengah modar... Ternyata karna dia ngarep gadis cantik buat dia ajakin PDKT yang ternyata kenyataan nya adalah anak ingusan yang baru usia 7 Th.

__ADS_1


Huahahahahahahahhaahahaha......


HE'S NOT PAEDOPHILE......!!!!


__ADS_2