
pagi hari yang begitu cerah,suara burung yang berkicauan bunga plum yang sedang tumbuh bermekaran.aroma bunga plum yang menyerbak keseluruh penjuru kota.
Han Chae-rin..(gadis berparas ayu nan anggun bersiluet indah bagaikan mentari,berpostur ideal ,salah satu pegawai cafe housan)yang tengah di bersenandung riang meresapi indahnya terik mentari pagi bersama Park Jishen ( teman sekaligus pegawai cafe housan).
" chae-rin..apakah kau tidak merasa lelah"
"tidak"
" apakah kau tidak merasa lelah berjalan kaki setiap hari?"
tanya Jishen lagi
"tidak ada yang melelahkan kecuali terus mengeluh"
lirikan tajam mendarat tepat menyorot pada jishen yang terus mengeluh.senyuman chae-rin mengembang pada saat mereka sudah ada di ambang pintu dan segera membuka cafe.
" segera ambil posisi"
"siap"
tidak ada satupun pegawai yang menengadahkan tangan sesukanya, harus ada perjuangan demi hasil yang sempurna.
pada suatu itu,chef housan baru saja mengeluarkan menu terbaru ternyata menu baru tersebut cepat di kenal para peminat lidah kuliner,bahkan para chef yang berada di penjuru dunia mengikuti nya.
kemudian, chae-rin memulai mengoperasikan para pegawai yang lain untuk bekerja.ia teringat pada saat melihat pada jam yang menandakan pukul 16.45,amarah nya memuncak segera ia menuju pintu gudang belakang yang kerap di gunakan untuk para pegawai yang tertinggal jam bekerja.
'kreak...terdengar suara pintu terbuka..ia menemukan sosok gadis yang membuka pintu dengan hati- hati, tatapan tajam mendarat pada Lee Bae -suzy (gadis cantik berusia 17tahun,salah satu pegawai cafe housan yang berstatus maha siswi universitas housan).
"mianhae, eonni"
ujar bae- Suzy lirih
"selalu saja terlambat"
"har-"
"alasan apalagi yang akan kau katakan!"
gertak chae-rin menyela
"mi-"
"segera ambil posisi!"
lanjut chae-rin mempertegas
segera gadis itu berlalu sembari menundukkan wajah nya merasa malu kepada dirinya karena perihal yang kerap sekali dilakukannya.
....
Malam itu,chae-rin tengah bersandar diatas kursi penunggu didepan cafe sembari menunggu hujan reda pada saat itu.
terasa sangat begitu lelah ,kepalanya memberat penglihatan nya mulai mengabur . tidak terasa ia terlelap di tengah gemuruh hujan yang amat deras.
Han chae-rin tersadar karena adanya seseorang yang menyentuh nya matanya melebar seketika melihat pria yang membawa ny ke udara.
Kim hyu bin( pria tampan berusia 22 tahun,pemilik saham perusahaan) yang tengah membawa chae-rin masuk ke dalam mobil nya.
"apa yang akan kau lakukan?kau akan membawa ku kemana?"
"mau sampai kapan kau akan tidur di sana?"
kim hyu bin melaju cepat menerabas guncangan air hujan yang begitu deras.Beberapa menit kemudian pria itu berhenti di salah satu rumah memah besar milik Chae-rin yang pernah chae-rin tunjukan kepada Kim Hyu bin.
__ADS_1
" benarkah ini rumah mu"
" ya"
setelah itu Chae-rin keluar dari dalam mobil dan mematung menunggu menunggu kepergian hyu bin
" cepat masuk!"
Han chae-rin tertegun menatap Kim hyu bin lekat membuat sekujur tubuhnya membeku.
" yasudah aku pulang"
Kim hyu bin segera melaju mobilnya dengan cepat sehingga hilang dari pandangan gadis yang masih mematung.
Akhirnya ia dapat bernapas dengan lega karena ia telah mengelabui kim hyu bin dengan cara mengaku bahwa rumah mewah tersebut adalah milik nya.ekspetasinya adalah rumah saudagar kaya,di sebelah nya terdapat rumah terpencil di antara rumah yang begitu besar itulah pemukiman yang kini di gunakan untuk chae-rin berteduh.
....
Ruangan yang begitu sempit yang dapat di penuhi oleh satu ranjang dan lemari pakaian kecil di dalamnya.sebenarnaya chae-rin adalah anak dari Marsekal.tn.Han Dae-gang, keturunan konglomerat .tetapi ia memilih unutuk menjauh dari keluarganya dan memilih untuk bekerja.
pagi hari yang begitu cerah,terik mentari yang menyelinap masuk melewati cela tirai yang terbuka .
Chae-rin ,tergugah dari lelapnya tidur semalaman .ia berjalan kearah selatan menuju lemari pakaian yang berada dia sana berniat mengambil ponsel yang berada di dalam nya .jari nya mulai menari di atasnya .
" Jishen ,izinkan aku untuk tidak hadir ,katakan aku sedang tidak baik"
satu pesan terkirim kepada Jishen , beberapa menit kemudian terdapat balasan pesan terkirim dari Jishen.
" arasso;)"
senyuman chae-rin merekah ketika melihat balasan yang membuat nya merasa puas .
Kemudian, chae-rin membantingkan tubuhnya lagi di atas ranjang menatap langit - langit ruangan melepas semua rasa lelah nya.
gumam Chae-rin terisak.
selang beberapa menit terdengar suara ketukan pintu dari seberang.
" siapa disana?"
ujar nya terperanjat
perlahan ia berjalan berniat untuk membuka pintu tersebut,terkejut begitu hebat .. ketika ia melihat keberadaan seseorang misterius yang berada di depannya.
" tu..tuan"
"kenapa kau tidak berangkat?"
" aku sakit"
" bohong!"
pekik hyu bin sarkas
" sungguh, -"
" aku tidak percaya"
" aku ti-"
"segera bersiap"
sergap hyu bin membuat bibir chae-rin mengatup seketika .ia mendengus napas berat dan segera mengganti pakaian.
__ADS_1
setelah chae-rin berganti pakaian , keduanya beranjak menuju mobil yang berada di seberang jalan.
chae-rin berjalan mengekor di belakang hyu bin ,langkah Hyu binterhenti,membuat chae-rin menabrak nya.ia menundukkan kepalanya , degup jantung yang berdetak begitu cepat membuat nya menjanggal .
" kenapa pria ini membuat ku kikuk?" gumam nya sembari memejamkan matanya.
" apa yang kau pikirkan?"
chae-rin terperanjat hebat , seketika akal pikiran nya menjadi satu entah apa yang akan di katakannya.sekujur tubuhnya membeku menatap lekat mata hyu bin.hyu bin berpaling mengarah arah lain dan kembali berjalan .
" aku tidak memaksa mu untuk menjawab!"
keduanya kembali berjalan segera masuk ke dalam mobil.
" apa kau tidak mengizinkan ku untuk beristirahat ?"
" tidak"
"apakah kau tidak mempunyai rasa simpati terhadap diriku?"
" tidak"
" kenapa"
" kau pembohong!"
celetuk hyu bin sarkas.
mata chae-rin membulat.
"kenapa kau mengatakan ku sebagai pembohong?!"
" rumah mewah itu bukan milik mu ,tapi milik saudagar kaya dan itu sama saja kau telah mematahkan salah satu kepercayaan ku kepadamu!"
chae-rin tertunduk malu,terdiam bisu seribu bahasa apa yang di katakan hyu bin benar.
Citt......sampai pada tujuan masih sama,keduanya masih terdiam.pria itu beranjak tanpa menghiraukan chae-rin yang berada di sebelah nya .chae-rin segera menyusul mengejar hyu bin yang meninggal kannya di dalam mobil.
" tuan" seru chae-rin untuk sekian kalinya .
" tuan tunggu"sela nya berhasil meraih lengan hyu bin.
gadis itu menatap mata hyu bin walau hyu bin terus mengarah ke arah lain.
chae-rin menaruh lengan hyu bin di atas kepalanya dan mengatakan sebuah janji.
" aku berjanji tidak akan mengulangi nya "
Isak chae-rin mulai terdengar membuat hyu bin teralih untuk menatap chae-rin .
"sanksi apa yang kau mau jika kau melakukannya?"
chae-rin mengerutkan dahinya berpikir apakah yang akan ia katakan .ia masih terisak akal nya sedang tidak bisa berpikir.
sehingga bibir nya mengatakan.
" apa saja yang kau mau"
" baik jika itu keinginanmu"
segera hyu bin berlalu menghilang dari pandangan chae-rin yang mengabur.
...
__ADS_1