
Isak tangis yang menyeruak ia tidak memperdulikan kedua orang tua yang berada di sebelahnya yang sedari tadi memperhatikan nya.
jisya naa membelai lembit , mengecup ubun-ubun kepala chae-rin menatap gadis itu haru.
" apa yang kau tangis i?"
seruan itu membuat chae-rin bertambah Kelu ia hanya menjawab dengan gelengan kepalanya.
" ayah dan ibu hanya menginginkan mu pulang, kau disana tidak terurus!"
chae-rin mengerutkan keningnya menatap jisya naa lekat.
" walaupun aku seperti tidak terurus, tetapi disana banyak kebahagiaan!"
jisya naa mengangguk mengerti, tersenyum samar disana.
ia meminta agar tn. gou mengambilkan ponsel chae-rin dan memberinya soal pesan yang di kirim hyu bin untuk nya.
sontak chae-rin tidak menerima perlakuan ibunya kepada hyu bin sehingga ia di pecat karna perlakuannya yang tidak sopan kepada atasan.
" aku tahu bahwa kebahagiaan mu ada pada pria payah itu bukan?!"
Dengan nada yang terus meninggi jisya naa memperlihatkan pesan yang dikirim oleh hyu bin, sang tuan.
" tidak sewajarnya ibu memperlakukan tn . hyu bin seperti itu!"
" yang tidak wajar kau , kau yang tidak tahu diri menjauh bahkan pergi dari keluarga mu sendiri !"
Mendengar pertikaian yang terus berapi Han Dae gang, sang ayah memutuskan untuk mendekati chae-rin dan jisyaa naa Guna menjadi pelerai diantara kedua nya.
" chae-rin , aku harap kau tidak akan mengulangi nya , untuk membentak ibu mu".
ujar Han Dae gang lirih.
chae-rin masih terisak suhu tubuh nya menarik sehingga ia mengerutuk , tubuh nya menggigil membuat jisya naa terperanjat hebat.
" chae-rin , kau tidak boleh membuat ku cemas " titah jisya naa menangis tersedu-sedu.
Han Dae gang meminta tn.gou untuk membawa jisya naa pergi dan menghantarkan nya untuk beristirahat.
Han Dae gang mengutus salah pegawai nya untuk meminta hyu bin datang untuk merawat chae-rin hingga ia merasa baik seperti sedia kala.
dengan kasih sayang , pria itu memandang haru wajah sang putri .
tubuh chae-rin yang bergetar menggigil sembari mengigau menyeru nama hyu bin terus menerus.
suhu tubuhnya bertambah , ia masih setia untuk menunggu kedatangan sang tamu undangan.
Selang beberapa menit datang tn. gou bersama ketiga pegawai yang lain memberitahukan bahwa hyu bin sudah datang .
" cepat , segera kemari"
" baik،tuan"
Hyu bin segera berjalan mengikuti tn. gou yang memberikan petunjuk arah, sampai pada tujuan bahwa tn. gou mempersilahkan nya untuk segera masuk kedalam menemui tuan. Han Dae gang disana.
" permisi"
" Yap, masuk"
Dengan hormat hyu bin memberikan salam kepada tuan Han Dae gang yang menyambut nya hangat.
" kau hyu bin bukan?"
" nee,"
" aku ingin kau merawat putri ku sampai membaik, ku percaya pada mu "
" eh." hyu bin tidak mengerti.
Han Dae gang menghela napas berat dan memperlihat kan chae-rin didalam ruangannya yang masih sama dengan posisi awal bahwa Gadis itu menyeru nama nya.
" baiklah".
setelah memberi kepercayaan kepada hyu bin , Han Dae gang pergi meninggalkan hyu bin untuk membiarkan nya untuk merawat chae-rin agar membaik.
hyu bin mengambil kesibukannya dengan melangkah mendekat dan menyegerakan untuk duduk tepat di sebelah chae-rin .
hyu bin mengusap lembut kedua pipi gadis itu . hatinya mengatakan bahwa ia menyukai gadis tersebut . tetapi, ia selalu bersikap sikeptis kepada chae-rin .
chae-rin terperanjat merasa ada seseorang yang tidak asing baginya, ia sedikit membuka matanya dan kembali menutup matanya setelah mengetahui bahwa ia adalah hyu bin.
" mianhae,, " seru chae-rin lirih .
" aku tahu bahwa balasan pesan semalam itu dari ibu mu" ujar hyu bin menyela. " jika kau sudah tahu itu mengapa kau tetap memecat ku?"..
" ibu mu tidak merestui mu untuk bekerja di perusahaan ku"
" aku memang tidak memberi tahu keluarga ku jika aku bekerja di perusahaan mu, karna aku melindungi diriku sendiri"
" aku tidak peduli itu"
" patuhi kedua orang tua mu selagi ada"
chae-rin masih terdiam dengan apa yang dikatakan oleh hyu bin .
suara sopran itu terus mengiang di pikiran nya, menyahut tanpa ragu senyuman yang mengembang tipis disana . tatapan tajam itu menyorot tajam kepada chae-rin .
tangan nya melayang sedikit mendongakkan dagu Chae- rin sedikit keatas sampai menyamai tatap sorot siluet pria tersebut.
" apakah kau sakit karena memikirkan ku?"
chae-rin sedikit ternganga sembari melebarkan mata sembabnya.
" eh.. tidak"
hyu bin tertawa sembari membuang pandangannya kearah lain dalam sejenak dan kembali menatap mata chae-rin.
__ADS_1
" kau tidak bisa mengelabuhi ku karena wajah mu menggambarkan isi hatimu"
chae-rin masih dengan mimik wajah yang sama matanya terus memperhatikan Hyu bin yang beranjak dari posisi nya saat itu.
.......
" bagaimana dengan keadaan chae-rin?"
" sudah membaik"
han Dae gang membelai lembut rambut chae-rin menatap nya haru.
" yasudah sekarang waktu mu pulang"
dengan ragu hyu bin melangkah kan kakinya ternyata chae-rin menyadari akan kepergian nya .
gadis itu kembali menyebut nama hyu bin di sela - sela tidur nya .
" jangan pergi"
hyu bin mematung membalikan tubuh nya menatap tn. Han Dae gang yang masih sama di tempat posisi awal.
" baik lah .. aku izinkan kau untuk menginap disini kembali, tunggu sampai ia benar-benar membaik"
" nee"
siang itu hyu bin berniat untuk menyuapi chae-rin dengan bubur yang sudah siap saji diatas mangkuk.tetapi gadis itu menahan lengannya yang sudah membawa makanan tersebut diatas sendok.
" tolong bawa aku pergi dari sini"
" pergi? apa kau gila ! lihat kondisimu!"
" bawa ak pergi ketempat yang jauh dari keluarga ku"
" apa alasanmu sampai kau memintaku agar membawa mu pergi?"
" akan ke ceritakan nanti"
" aku tidak mau mengingkari janjiku pada ayah mu untuk ku menjagamu sampai kau membaik"
" lusa akan datang seorang pria yang akan melamar ku! dan aku tidak mau itu terjadi! "
"melamar?"
" iya! mohon bantu aku pergi dari sini"
bukan hanya bibir yang kelu tetapi hati nya pun terasa sakit mendengar curahan chae-rin yang membuat nya tidak tega untuk melihat nya menangis sampai berlarut larut.
tanpa pikir panjang hyu bin segera membawa nya pergi mendekap Chae-rin kedalam pelukan hangatnya dan segera membawa nya pergi.
saat ini kedua nya berada di koridor lantai .02 hyu bin sangat berhati-hati dengan situasi yang mengancamnya.
tidak disangka akan ada yang mengetahui keberadaan keduanya. seorang ahjussi tersebut mengejar keduanya .
" hey! siapa kau akan kau kemana Nn. chae-rin?"
dengan tenang pria itu menghentikan langkahnya memutar balikan tubuh nya .
" siapa kau? dan akan kau bawa kemana Nn. chae-rin?"
" tenang saja paman, dia akan baik-baik saja jika bersama ku"
" apa maksud mu?"
" Jangan kau hancurkan resepsi pernikahan yang akan di adakan lusa nanti"
hyu bin tersenyum tipis disana menyeringai kepada ahjussi yang mematung di depannya.
" kau punya istri bukan?"
" tentu"
" em.. bagaimana jika istri mu, seorang wanita yang kau cintai ia dijodohkan dengan pria lain lalu apa yang akan kau lakukan demi memiliki seorang wanita tersebut dalam waktu singkat?"
" mungkin membawanya pergi". ujar ahjussi tersebut .
" dan itu juga yang akan ku lakukan "
hyu bin segera melanjutkan langkahnya menghiraukan ahjussi yang masih mematung karena baru saja hyu bin mencuci akal pikiran nya dengan perlahan-lahan.
.....
" ini ayah wanita yang ku maksud"
celoteh jihoon tiba- tiba sembari merangkul bahu young Lee .
" kasian sekali dimasa mudanya yang di jodohkan dengan seorang yang tidak di cintai nya"
jihoon termanggut mendengar kan tutur sang ayah
setelah seusai mengganti pakaian nya.hyu bin kembali duduk di sebelah chae-rin yang masih tertidur.
" kau pasti bisa membuat gadis ini bahagia"
hyu bin tersenyum tipis memperhatikan wajah pucat sang gadis.
" jaga dia baik-baik"
jihoon segera pergi menjumpai sang ayah di lobi.
tidak lama kemudian ponsel nya menderit terdapat pesan baru
yang masuk di ponselnya.
" dimana kau sembunyikan chae-rin?!"
senyuman hyu bin menyeringai hyu bin berfirasat bahwa yang mengirim pesan tersebut adalah calon tunangan chae-rin .
__ADS_1
tanpa ragu hyu bin membalasnya.
- hyu bin-
" apa mau mu?"
- Jung joo-
" kembalikan chae-rin!"
" dia calon tunangan ku nanti!"
- hyu bin -
" tunangan? apa mungkin akan berlangsung?"
- junghoo-
" pasti akan berlangsung! ini sudah kesepakatan dari kedua pihak keluarga"
- hyu bin-
" teruslah bermimpi "
ia segera menutup ponselnya menyadari akan chae-rin yang sudah sadar dari tidurnya.
" hyu bin?"
" nee. aku disini"
" kau bawa kemana aku "
" ini rumah ku.. anggap saja ini rumah baru mu dan anggap keluarga ku sebagai keluarga mu sendiri"
chae-rin tersenyum pada hyu bin dan spontan memeluk nya .
" gamshahamnida oppa"
hyu bin tetap terdiam tanpa membalas pelukan chae-rin membuat chae-rin membeku sesaat dan perlahan mengendurkan pelukannya .
" mianhae oppa"
" Molla"
.....
" anggap saja aku sebagai ayah mu sendiri"
" nee"
" jangan enggan untuk melakukan apapun di sini"
" mari kita makan siang, bibi ryko sudah menjamukan hidangan disana " ujar jihoon memeriahkan.
kini semua beranjak menuju ruang makan dan segera berlangsung menikmati' hidangan yang siap santap.
" ayah apakah aku juga boleh untuk membawa Bae Suzy kerumah "
" aniyo!"
" wae?"
" kau tidak pantas membawa wanita kedalam rumah ini "
" wae?"
" kau masih kecil untuk membawa wanita kedalam rumah"
" ayah ! aku sudah besar bahkan aku sudah menjadi direktur di UNY houshan"
" tidak! ak selalu menganggap mu bahwa kau masih berumur 8thn dengerkan itu!"
suara tawa memecahkan suasana hening disana wajah jihoon terus menekuk menyeringai kepada hyu bin yang masih tergelak akan tingkah nya.
" jihoon ayah banyak bercanda jangan ambil hati "
" iya aku tahu itu ta-"
" jihoon!!" hyu bin berlagak sembari menyodorkan satu bungkus permen kepada chae-rin yang bersikukuh atas perihal tadi. chae-rin terus merekam semua perbincangan antara ketiga pria yang baru saja dikenalinya.
kini ia melihat begitu banyak kebahagiaan disana merasakan bahwa bahagia itu begitu sederhana yang mungkin tidak pernah ia temui didalam kalangan keluarga intinya sendiri. teringat kepada keluarga nya matanya kini mulai berair membendung air yang berada di pelupuk . senyuman nya menyusut wajah nya mulai memerah bibir nya yang kelu sudah tidak lagi melingkarkan senyum manis nya.
hatinya bungkam dadanya berasa begitu sesak ia kini tidak bisa menahannya ia tidak bisa mengelabui dirinya sendiri . air matanya jatuh tidak bisa lagi untuk dibendung.
" wae? kenapa kau menangis?"
" payah! apa yang kau katakan!" geram jihoon menyingkirkan posisi hyu bin yang berada di sebelah chae-rin .
" dasar pria arogan ! biar aku saja yang mengurus nya! minggir!!!"
" nuna emm apakah kau ingin minum ? sedari tadi kau makan belum sempat untuk mengambil minum bukan? biarkan aku ambilkan"
" tidak jihoon, aku tidak ingin minum aku hanya senang saja melihat kau bercanda begitu akrab dengan ayah mu"
" emm.. baiklah yah memang kami selalu seperti ini jika sedang berkumpul"
" ya anggap saja kami keluarga baru mu" sahut young Lee tersenyum.
" ingat nuna! jika si arogan ini menyakiti mu bilang padaku agar aku yang membalas nya!"
" yah baiklah"
" chae-rin anggap saja hanya angin lalu " ujar hyu bin sarkas.
tawa pun kini kembali memekahkan suasana.
....
__ADS_1