
hyu bin menghampiri ji- hoo yang barusaja keluar dari dalam ruangan .setelah ia tahu bahwa Ji-hoo masih terkekeh akan pelakuan tadi yang di lakukan nya.
" Hyung, aku saat ini mengetahui bahwa kau telah membawa gadis kedalam ruangan, jadi pemenang dari ayah aku yang memenangkan".
hyu bin terdiam sejenak .memperhatikan ji hoo yang terus mentertawakan nya.
" siapa nama gadis itu Hyung? "
" kau tidak perlu tau"
hyu bin tidak memperdulikan ji hoo dengan segera kembali pergi ke dalam ruangannya menemui chae-rin disana .
ia melihat gadis yang menatap nya geram,
" aku lelah , aku ingin segera pulang!" gesa chae-rin .
tanpa memperdulikan kedudukan hyu bin sebagai atasan ia segera menerabas pergi melalui hyu bin yang berada di depannya.
Tap..tap..tap...chae-rin berlari meniti satu persatu anak tangga disana guna mempercepat laju .
kemudian, ia keluar dari perkaranya rumah untuk menemui sekelompok pria yang menanti kedatangan nya.
" ada perlu apa kalian kemari? aku harap tidak ada yang mengetahui keberadaan kita" imbuh chae-rin siaga.
" maaf Nn, kami kemari untuk menjemput mu pulang "
" aku tidak mau, "
" tapi tn me-"
" cepat lakukan apa yang ku mau!"
__ADS_1
" ya maafkan kami Nn, kami segera kembali, dunyeogessemnida"
" nee"
chae-rin segera menjauh dan kembali masuk kedalam . pada saat ia memasuki ruangan ia dikejutkan oleh seorang pria yang menghalanginya.
pria itu merundukan tubuh nya kira-kira sampai45°, membuat chae-rin tertegun bukan main.
" kenapa kau melakukannya?".
" kenapa kau sembunyikan identitas asli mu?"
" apa maksud mu?"
" Han chaerin putri tunggal dari keluarga konglomerat marsekal.tn. Han Dae- gang, benar begitu bukan?. ujar hyu bin memastikan.
chae-rin terdiam sejenak membelalakkan matanya .
" bodoh! kau tidak mengakui tn .Han sebagai ayah mu"
" ayah ku hanya seorang petani dan aku putri tunggal dari keluarga yang kekurangan , maka dari itu aku memilih untuk bekerja" ujar chae-rin terus mengelak.
hyu bin mendengus napas berat mendengar beberapa elakan yang di katakan chae-rin.
....
Dengan di selimuti malam , angin beranjak dan pergi, aku menatap bintang yang tersenyum pada rembulan.
melalui batas pandangan , disana kulihat gadis ayu tengah menerabas gelap nya malam dalam diam aku bertanya.
" kemana dia akan pergi?"
__ADS_1
lewat gelap malam kulihat senyuman nya , namun aku tak jua beranjak bangun. untuk kemudian menghampiri nya.
aku hanya memandang , aku hanya mencari bagian-bagian tubuhnya ynag kini kian menghilang sebuah suara merdu menyerap kalbu berkumandang dari rumah menyadarkan aku dari semua peristiwa yang baru saja aku alami.
" ternyata hanya mimpi"
tangan itu kini meraba mencari benda pipih yang berada di atas nakas.
ia segaera membuka layar ponsel mencari kontak chae-rin.
" chae-rin pasti kau belum tidur"
satu pesan terkirim .
membawakan sejuta teka- teki di dalam diri hyu bin untuk mengetahui apa yang akan di balas nya.
" siapa , kau?!"
hyu bin menyeringai setelah melihat balasan chae-rin
" payah" celetuk hyu bin sarkas.
" satu lagi abjad yang kau buang sia² akan ku buang juga kau dari perusahaan"
' chaerin'
" aku tidak peduli".
hyu bin mendecak kemudian ia meremas ponsel nya mengetahui bahwa chae-rin telah mempermainkan repotasi nya.
ia kembali mengambil posisi awal. terbaring sembari menatap pada atap berusaha memejamkan matanya agar bisa kembali tertidur.
__ADS_1