Bluesky

Bluesky
episode.04


__ADS_3

hyu bin menghampiri ji- hoo yang barusaja keluar dari dalam ruangan .setelah ia tahu bahwa Ji-hoo masih terkekeh akan pelakuan tadi yang di lakukan nya.


" Hyung, aku saat ini mengetahui bahwa kau telah membawa gadis kedalam ruangan, jadi pemenang dari ayah aku yang memenangkan".


hyu bin terdiam sejenak .memperhatikan ji hoo yang terus mentertawakan nya.


" siapa nama gadis itu Hyung? "


" kau tidak perlu tau"


hyu bin tidak memperdulikan ji hoo dengan segera kembali pergi ke dalam ruangannya menemui chae-rin disana .


ia melihat gadis yang menatap nya geram,


" aku lelah , aku ingin segera pulang!" gesa chae-rin .


tanpa memperdulikan kedudukan hyu bin sebagai atasan ia segera menerabas pergi melalui hyu bin yang berada di depannya.


Tap..tap..tap...chae-rin berlari meniti satu persatu anak tangga disana guna mempercepat laju .


kemudian, ia keluar dari perkaranya rumah untuk menemui sekelompok pria yang menanti kedatangan nya.


" ada perlu apa kalian kemari? aku harap tidak ada yang mengetahui keberadaan kita" imbuh chae-rin siaga.


" maaf Nn, kami kemari untuk menjemput mu pulang "


" aku tidak mau, "


" tapi tn me-"


" cepat lakukan apa yang ku mau!"

__ADS_1


" ya maafkan kami Nn, kami segera kembali, dunyeogessemnida"


" nee"


chae-rin segera menjauh dan kembali masuk kedalam . pada saat ia memasuki ruangan ia dikejutkan oleh seorang pria yang menghalanginya.


pria itu merundukan tubuh nya kira-kira sampai45°, membuat chae-rin tertegun bukan main.


" kenapa kau melakukannya?".


" kenapa kau sembunyikan identitas asli mu?"


" apa maksud mu?"


" Han chaerin putri tunggal dari keluarga konglomerat marsekal.tn. Han Dae- gang, benar begitu bukan?. ujar hyu bin memastikan.


chae-rin terdiam sejenak membelalakkan matanya .


" bodoh! kau tidak mengakui tn .Han sebagai ayah mu"


" ayah ku hanya seorang petani dan aku putri tunggal dari keluarga yang kekurangan , maka dari itu aku memilih untuk bekerja" ujar chae-rin terus mengelak.


hyu bin mendengus napas berat mendengar beberapa elakan yang di katakan chae-rin.


....


Dengan di selimuti malam , angin beranjak dan pergi, aku menatap bintang yang tersenyum pada rembulan.


melalui batas pandangan , disana kulihat gadis ayu tengah menerabas gelap nya malam dalam diam aku bertanya.


" kemana dia akan pergi?"

__ADS_1


lewat gelap malam kulihat senyuman nya , namun aku tak jua beranjak bangun. untuk kemudian menghampiri nya.


aku hanya memandang , aku hanya mencari bagian-bagian tubuhnya ynag kini kian menghilang sebuah suara merdu menyerap kalbu berkumandang dari rumah menyadarkan aku dari semua peristiwa yang baru saja aku alami.


" ternyata hanya mimpi"


tangan itu kini meraba mencari benda pipih yang berada di atas nakas.


ia segaera membuka layar ponsel mencari kontak chae-rin.


" chae-rin pasti kau belum tidur"


satu pesan terkirim .


membawakan sejuta teka- teki di dalam diri hyu bin untuk mengetahui apa yang akan di balas nya.


" siapa , kau?!"


hyu bin menyeringai setelah melihat balasan chae-rin


" payah" celetuk hyu bin sarkas.


" satu lagi abjad yang kau buang sia² akan ku buang juga kau dari perusahaan"


' chaerin'


" aku tidak peduli".


hyu bin mendecak kemudian ia meremas ponsel nya mengetahui bahwa chae-rin telah mempermainkan repotasi nya.


ia kembali mengambil posisi awal. terbaring sembari menatap pada atap berusaha memejamkan matanya agar bisa kembali tertidur.

__ADS_1


__ADS_2