Bluesky

Bluesky
episode.03


__ADS_3

chae-rin terus mengontrol keadaan yang berada disana .


mata chae-rin tertuju pada seorang remaja yang terlihat begitu gelisah, tanpa pikir panjang ia segera menghampiri gadis tersebut .


chae-rin membelai kepala remaja gadis tersebut yang sedang menaruh kepalanya diatas meja.


" Annyeong, ada apa dengan mu?"


gadis itu pun terperanjat mengetahui keberadaan chae-rin yang tiba-tiba duduk di depannya.


" eonni"


" nee,. ada apa denganmu? siapakah namamu?"


" nama ku rha" (gadis kecil berusia 15) sembari mengulurkan tangannya.


" bersama siapa kau disini?"


"oppa ku bilang dia akan menjemputku kemari"


"mungkin sebentar lagi dia akan datang"


" aku sampai lupa?! perkenalkan aku chae-rin , kau dapat mengabariku jika kau membutuh kan ku" tutur chae-rin panjang membuat senyuman rha kembali merekah.


Beberapa menit kemudian datang seorang pria jangkung bermata tajam datang menghampiri keduanya.


senyuman rha kembali merekah mengetahui kedatangan tamu yang ditunggunya.


" oppa, akhirnya kau datang."


" siapa dia?" tanya Huang ( kakak laki-laki rha berusia 21 tahun ) kepada rha.


" dia eonni chae-rin" ujar nya girang.


Huang termanggut sembari mengulurkan tangan.


" aku,Huang" ujar Huang dengan mengulurkan tangannya.


pada saat chae-rin akan membalas uluran tangan Huang dengan cepat hyu bin menghentikan pergerakan tangannya.


" Chae-rin , lakukan tugasmu!!" sergap hyu bin.


" eh." chae-rin terpaku .terdiam sejenak ia bergumam bahwa hyu bin telah mengambil jalan yang salah dengan menegur di depan pelanggan yang baru saja datang.


tanpa pikir panjang Hyu bin segera menarik lengan chae-rin dengan membawanya kedalam ruangannya, " ada apa dengan pria ini?" gumam Chae-rin terus menerus.


Chae-rin memberontak melepaskan cengkraman hyu bin padanya.


" apakah pantas kau berprilaku seperti itu?" gertak chae-rin tidak terima.


hyu bin berpaling mendecak kesal .


"apakah pantas kau memperlakukan atasan mu seperti ini!". balas hyu bin tidak terima.


" pria aneh" cibir chae-rin tiba - tiba.


sehingga membuat nya melebarkan matanya spontan mulutnya melontarkan apa kata hatinya.


lirikan tajam tertuju pada Chae-rin yang terlihat gugup,lagi- lagi hyu bin membuat tubuh nya membeku .


pria itu mendekatkan wajahnya menatap lekat mata chae-rin . bibir nya kelu akal nya tidak berfungsi mengetahui bahwa pria itu semakin dekat dengannya.


" menjauh ! dasar pria mesum!" chae-rin mendorong jauh tubuh hyu bin.


" kau hebat" puji hyu bin tiba-tiba.


" apa maksud mu?!"


" kau telah membuka hati seseorang yang dulu tertutup kabut"


" apa yang kau maksud"


hyu bin mendengus napas berat. sembari berpaling.


" suatu saat nanti kau akan mengerti" imbuh hyu bin.


segera hyu bin meninggalkan chae-rin. ia santai berjalan sedangkan chae-rin kesulitan untuk mengejar pria tersebut.

__ADS_1


" jelaskan apa yang kau katakan tadi!"


chae-rin mendecak karna hyu bin tidak memperdulikan nya .


" tuan! apa kau tuli !!. jelaskan padaku!". geram chae-rin .


langkah Hyu bin terhenti tanpa menoleh sekilas kepada chae-rin .


" pekerjaan ku lebih penting daripada menjawab pertanyaan mu!"


celetuk hyu bin sarkas.


chae-rin seperti tertampar di rendahkan mendengar respon yang di katakan hyu bin baru saja.


.....


Air mata chae-rin mengalir ia tidak tahan untuk membendungnya ia tersiksa dalam kesendirian suara tangis yang menyeruak merabak keseluruh ruanagan.


chae-rin menengkelupkan kepala di antara kedua kaki nya.


Book.......


seorang yang tiba-tiba menepuk bahu Chae-rin.,ia terperanjat hebat akan keberadaan Jishen.


"Chae-rin kenapa kau menangis?".


" eh."


" siapa yang membuat mu menangis?".


" jishen, aku hanya kurang beristirahat saja". imbuh chae-rin mengarang.


" huft...yasudah, mari ikut dengan ku"


Jishen meraih lengan chae-rin sembari membawa nya sampai koridor lantai atas.


" kau membawa ku kemana?".


" tn. hyu bin memanggil mu!"


" kenapa tn . memanggil ku?"


" aku tidak tahu, cepat masuk tn. menunggumu sedari tadi"


gesa Jishen membuat chae-rin kelu.


ia segaera memasuki ruangan Kim hyu bin , " permisi"


ketika ia memasuki ruangan, ia langsung menangkap sorot mata elang yang memperhatikan pergerakannya.hyu bin tidak lepas untuk memperhatikan chae-rin yang terlihat begitu gugup .


" ada apa gerangan manggil ku?"


ujar chae-rin dengan kepala yang tertunduk ia tidak berani untuk membalas tatapan sang tuan.


" tuan, ada perlu apa kau memanggilku?" ujar chae-rin mengulang.


hyu bin tetap saja terdiam membuat chae-rin enggan untuk berpola.


" apakah kau masih kesal padaku?" ujar Chae-rin tiba - tiba .


" mianhae, oppa".


tidak terasa air mata nya sudah memupuk di pelupuk mata yang mulai mengair.


air itu turun perlahan membasahi pipi membuat hyu bin mendecak sembari berpaling.


" jangan menangis disini, aku tidak meminta mu untuk menangis "


" kau -"


" aku tidak peduli, " sela hyu bin sarkas.


" aku meminta mu untuk menginvestasikan atas kehadiran para menteri nanti malam, apakah kau mengerti?".


" kenapa harus aku?!"


" apakah kau akan membangkang? !"

__ADS_1


" tetapi aku tidak dapat melakukannya sendiri!"


" aku tidak peduli , itu tugas mu dan aku harap kau menjalaninya".


chae-rin mengalah . segera ia meninggal kan ruangan tersebut .


kemudian ia pergi dalam ruangan nya disana sudah ramai teman-teman nya yang tengah menunggu kehadiran chae-rin guna melakukan makan sore.


" chae-rin, kau memang teman yang bisa di banggakan" seru Jishen .


chae-rin hanya memberi senyum samar disana.


....


malam itu Chae-rin tengah berdandan , awalnya ia menolak untuk di jadikan bunga hias dalam acara konferensi tersebut . beberapa menit kemudian , pasca usai berdandan ia keluar dari ruang make up ia beranjak ke lobi untuk menemui hyu bin di sana.


Namun, pada saat ia keluar memutar tubuh nya menuju koridor ia berpapasan dengan hyu bin membuat nya terperanjat.


hyu bin sedikit tertegun dengan penampilan chae-rin malam ini, merasa ada yang berbeda. rambut yang terjepit kebelakang gaya setengah ramput kuda, pipi yang merona dan tidak lupa liontin yang melingkar di lehernya.


bagai malaikat yang kini berdiri menatap nya membawa pari purna indah didalam hatinya.


" tuan" seru chae-rin


" em, maaf aku sedang tidak berkonsentrasi"


" iya tidak apa- apa"


" ikut i aku"


hyu bin meraih lengan chae-rin sontak ia terkejut . dan kembali melepas kan genggaman lengan hyu bin .


" maaf" imbuh hyu bin kaku.


pria itu membawa chae-rin kepada seluruh hadirin yang berada di ruangan tersebut.


ia memintanya untuk mengiventasikan tentang adanya cafe tersebut.


Beberapa kemudian , setelah berlangsung ia mengitari para hadirin guna menghormati kedatangan nya.


tidak sengaja, ia terjatuh terserimpat hight , seketiaka pasang mata memperhatikan nya .ia menjadi sorot pandang para siluet.


" mari ku bantu" ujar seorang pria yang mengulurkan tangannya.


chae-rin menerima uluran lengan tersebut sembari tersenyum tipis disana.


" gomawoyo"


" siapa namamu ?"


"cha- " perkataan nya terhenti ketika ia mengetahui ada yang tengah melirik nya tidak suka.


" em? yasudah , perkenalkan aku junghoo, kau dapat mengabariku jika kau perlu " ujar junghoo( pria tampan berusia 23 tahun putra menteri luar negeri ) dengan memberikan kartu pengenal disana.


belum sempat chae-rin menerima nya , hyu bin langsung membawa nya pergi dari dalam ruangan.


chae-rin memberontak kesal akan perihal tersebut.


" tn. hyu bin apakah sikap mu pantas kau lakukan seperti tadi didepan para menteri!" gertak chae-rin kesal.


" dimana repotasi mu sebagai tuan rumah !"


hyu bin memutar bola matanya , mendekapkan chae-rin ke dinding, napas kasar kini dapat chae-rin rasakan .


" kau seharusnya tidak berkata kasar kepada atasan!, apakah itu baik?!"


"ta-"


tit.....


suara blackcard pintu yang terpasang pin . datang seorang pria jangkung yang tiba-tiba masuk kedalam ruangan.


" maaf, aku mengganggu" ujar Kim Ji-hoo ( adik tunggal dari hyu bin) sembari mengumpat kan tawanya mengetahui bahwa sang kakak membawa wanita ke dalam ruangannya.


" bodoh" pekik hyu bin sikeptis.


....

__ADS_1


__ADS_2