
Hari demi hari tak terasa mingupun tiba,Kiara bersiap siap untuk pergi memilih cicin pernikahan.
Ya tuhan apa aku harus bertemu lagi dengan sigunung es Himalaya itu,beta menyedihkannya hidupku menikah dengan orang yang bukan aku cintai dan lagi calon suami ku dingin kalo bicara panjang lebar dia jawab satu atau tiga patah kata.Gumam kiara.
Setelah selesai berdandan Kiara turun kebawah dan menunggu Reyan menjemputnya.
"CIE adik kecilku yang mau kencan sama calon suami."Berland mengejek Kiara.
"Kencan apanya orang mau beli cincin pernikahan,lagipula aku gak yakin dia bisa kencan."Kiara cemberut karena diledek.
"Wih adiku kok cemburut Sih....?"Berland.
"Abisnya sih dapat calon suami dinginnya minta ampun."Kiara menjawab dengan kesal.
Taklama kemudian terdengar suara bel pintu,Kiara bergegas membukanya.
"Eh mas Reyan,mas mau masuk dulu kedalam."Kiara bertanya dengan manis.
"Tidak perlu kita langsung berangkat Sajah."Reyan dengan muka dinginya.
"Baik mas kalo begitu kita pergi."Kiara mengikuti Reyan dari belakang menuju mobilnya.
Wah mobil Ferrari yang sangat bagus ,meski kakak Berland punya tapi ini lebih keren dan mewah.Gumam didalam hati Kiara.
"Kau mau berdiri terus apa mau ku tinggal...?."Reyan dengan dingin.
"Eh iya aku masuk."Kiara masuk kedalam Mobil.
Dasar gadis bodoh.Gumam dalam hati Reyan.
Mobil melaju menuju mall milik keluarga Aryan.Didalam mobil tidak ada satu patahpun yang terucap dari bibir mereka,mobil berhenti disebiah mall kota yang besar.
__ADS_1
"Ayo turun...!"Reyan.
Kiara turun melihat banyak toko brand brand ternama.
"Apakah kau tidak pernah ke mall...?."Reyan bertanya dengan dingin.
"Mas Reyan bertanya pada Ku...??."Kiara heran baru pertama kalinya Reyan bertanya kepadanya.
"Aku bertanya kepada hantu."Reyan dengan dingin.
"Oh hantu,ehhh...dimana hantunya mas aku takut hantu."Kiara ketakutan dengan bersembunyi dibelakang Reyan.
Gadis bodoh dimana ada hantu ditempat ramai seperti ini.Gumam dalam hati Reyan.
Tanpa disengaja Reyan membuat sebuah senyuman diwajahnya.
"Mas kok malah tersenyum...!"Kiara dengan kesal.
Tiba tiba Reyan memasang muka dinginnya lagI.
Kiara mengikuti Reyan dari belakang.
"Dia ini kalo bicara menyebalkan persis gunung es Himalaya tapi kalo tersenyum membuat setiap wanita meleleh."Kiara dengan bisik bisik bicara sendiri.
Ternyata dari tadi Reyan mendengarkanya dan sempat kesal namun,ketika mendengar omongan lain Kiara dia menjadi tidak marah lagi.
"wah wanita cantik dia sangat cantik."Dua orang bodoh.
Reyan menatap dengan tatapan membunuh seketika membuat para laki laki tersebut menjadi diam.tiba lah mereka di toko perhiasan ternama.
"Silahkan masuk tuan muda,nona muda silahkan masuk."Pelayan toko menyambut dan membungkukan badannya.
__ADS_1
"Eh tidak usah membungkukan badan lagipula aku lebih muda darimu."Kiara mengangkat badan pelayan tersebut.
Dia ini polos,baik ,dan cantik kenapa dia mau dijodohkan masa tidak ada yang suka.Gumam dalam hati Reyan.
"Kiara cepat pilih cincin mana yang kamu suka."Reyan sambil memainkan hpnya.
"Reyan bagaimana dengan yang Ini...?"Kiara.
"Tuan muda nona memilih cincin yang bagus seleranya tinggi."pelayan.
"Memangnya berapa harga cincin Ini...?."Kiara.
"Harga cincin itu seharga 68M.Nona."Pelayan.
"What cingcing permata ini 68M..."Kiara
"Kalo begitu aku cari lagi yang lebih murah."Kiara.
"Pelayan bungkus sajah yang tadi."Reyan menyuruh pelayan membungkus cincin tadi.
"Hey Reyan itu terlalu mahal aku tak terbiasa pake yang mahal."Kiara.
"Mulai sekarang biasakan,Kau akan menjadi nyonya Ardinijaya."Reyan menjawab dan mengambil cincin lalu pergi.
Kiara mengikuti Reyan dari belakang,menuju keparkiran.Didalam mobil dia bertanya kepada Reyan.
"Reyan aku rasa itu terlalu mahal.lagi pula cincin apa harganya 68M."Kiara.
"Kau tidak lihat berlian apa Itu,Itu adalah berlian Kohinoor sama seperti berlian yang dipakai ratu Elizabeth."Reyan menjelaskan dengan dingin.
"Pantas ajah nahal."Kiara.
__ADS_1
Mobil bersenti dirumah Mediaman Malik Kiarapun turun,ketika ingin mengucapkan terimakasih mobil pergi begitu sajah.
Dasar orang kaya seneaknya pergi.Gumam dalam hati kiara