
Pada pagi hari Kiara langsung bergegas mandi dan turun kebawah untuk memasak,setelah selesai memasak Kiara makan bersama Reyan.Sarapan bersama telah selesai.
"Mas aku pergi duluan kekantor."Kiara pergi dengan mencium tangan Reyan.
"Kamu pergi naik apa...?." Reyan.
"Eh iya yah biasanya aku diantar pak Djo tapikan sekarang."Kiara.
"Sudah pergi bersama sajah."Reyan.
Diperjalanan Kiara hanya berdiam saja sehingga membuat Kiara yang selalu ceria jengkel.
"Mas kamu ini bekerja jadi apa sih...?.Mas umur kamu berapa...?.Mas apa mas udah punya pacar...?."Kiara.
"Kamu ini nanya atau ngeintrogasi."Reyan seperti biasa dingin.
"Ya ma..."Kiara.
Terhenti Oleh omongan Reyan.
"Aku CEO disuatu perusahaan,Umurku 27th,dan tidak punya orang spescial." Reyan.
"Pup hahaha....Seorang CEO gak punya seseorang yang special dihidupnya kasihan sekali kamu mas."Kiara.
DUAG...Mobil berhenti tiba tiba sehingga membuat Kiara terlontar dan menghantuk kursi depan.
"Aw sakit tau."Kiara.
"Sudah selesai tertawanya."Reyan tatapan membunuh.
"Segitunya tersinggung sampai bikin Bini sendiri kesakitan dasar Gunung es."Kiara sambil memalingkan muka.
"Apa kau bilang."Reyan tatapan membunuh.
"Tidak tadi kubilang utung jidatku gak melebar kalo melebar tar bisa buka lapangan bola dijidat."Kiara.
__ADS_1
Reyan yang terlihat ketus sedikit tersenyum namum senyumnya tak terlihat karena irit, maklum gula mahal boss Kira kira senyumnya cuma 10%.
"Umurmu berapa tahun...?."Reyan.
"Mas bertanya padaku..?."Kiara.
"Aku bertanya kepada supirku...!."Reyan.
"Oh..."Kiara.
"Dasar bodoh Kua pikir aku bertanya pada siapa selain kau."Reyan.
"Eh ya maaf umurku 21th."Kiara.
"Oh masih muda."Reyan .
"Ya iya lah emang mas udah tua."Kiara.
"Kau bilang apa."Reyan kobaran api dimatanya.
"Ti...tidak aku bilang bapak supir tua,Ya kan pak."Kiara.
"I....Iya nyonya."Supir.
Napa jadi gue juga yang kena dikatain sama nyonya sih,padahal gue masih muda dan jomlo lagi .Gumam supir.
Mereka hampir sampai diperusahaan Reyan namun Kiara meminta turun Di pertigaan sajah karena dia takut orang bertanya tanya padanya.
Oh maaf Kiara belom tau dimana sumaminya bekerja.
"Mas aku turun disini sajah kantorku sudah dekat kok."
Kiarapun turun dan sesampinya dikantor Kiara bertemu dengan Andika.
"Eh Kiara kamu makin cantik ajah setiap harinya,malahan semakin sexy." Andika.
__ADS_1
"Pak Andika bisa ajah."Kiara.
"Oh ya Kiara siapkan berkas berkas kliyen dari Nega D kita akan segere meeting dengan bos kita."Andika.
"Oh bos kita sudah pulang ya."Kiara.
"Iya sebenarnya dia udah pulang lama sih cuman dia ada urusan jadi dia belom sempat kesini maklum orang kaya."Andika.
"Kalo begitu saya pergi dulu menyiapkan keperluaan meeting dulu ya pak Andika."
Kiara pergi menyiapkan keperluan meeting dan Andika tak berhenti memandangnya.
"Cewek itu dah cantik,baik,dan lucu lagi.Andai gue cowoknya."Andika.
Tiba tiba Reyan datang dari belakang.
"WOY..!.Lo lagi suka sama siapa lu."Reyan.
"GUE GANTENG SI REYAN JELEK KAYA ****."Andika teriak latah mencari mati.
"Lo berani ya katain gue bos lu sendiri."Reyan .
"Eh lo Reyan maaf mana mungkin gue berani ngatain elu sih."Andika.
"Tadi yang lo sebut kaya **** siapa.?"Reyan.
"I...itu magsud gue,Gue mirip ****."Andika.
"Bagus kalo lo nyadar."Reyan.
Eh ya Reyan orangnya kalo lagi deket sama Andika esnya langsung leleh berbeda dia bahkan bisa jadi usil.
"Dah lah gue maafpin lo,tapi kalo nanti lo ulang gue bunuh lo."Reyan dengan tatapan membunuh.
Hadeh derita derita jadi anak buah selalu ajah gue yang harus nerima kesalahan.Gumam Andika .
__ADS_1
Mereka pergi keruang Meeting bersama,Meeting belum dimulai karena menunggu Kiara.