
Episode 5: Kejutan Tak Terduga
Hubungan antara Ava dan Lucas semakin kuat seiring berjalannya waktu. Mereka terus melewati setiap rintangan dengan dukungan satu sama lain, menjalani hidup dengan cinta yang tumbuh lebih dalam setiap hari.
Suatu hari, Lucas mengajak Ava pergi ke sebuah tempat yang dia katakan "sangat istimewa." Ava merasa penasaran dan bersemangat, tidak sabar untuk melihat kejutan apa yang akan Lucas tunjukkan padanya.
Mereka berdua pergi dengan mobil, mengembara melalui jalan-jalan yang indah di luar kota. Setelah beberapa jam perjalanan, mereka tiba di sebuah pesisir pantai yang memukau. Pantai ini adalah surga yang tersembunyi, dengan pasir putih lembut dan ombak yang tenang.
"Ava, ini adalah tempat yang ingin aku tunjukkan padamu," ujar Lucas dengan senyum.
Ava terpukau oleh keindahan pantai ini. Dia merasa seperti dia berada di dunia yang berbeda, jauh dari keramaian kota dan tekanan pekerjaan. Dia berjalan di sepanjang pantai dengan Lucas, merasakan pasir di antara jari kakinya dan angin laut yang lembut di wajahnya.
Mereka akhirnya tiba di sebuah tempat yang telah disiapkan oleh Lucas. Di tengah pantai, ada meja kecil yang dihiasi dengan lilin-lilin dan bunga-bunga. Mereka duduk di sana dan menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah.
"Aku ingin kita memiliki momen yang istimewa bersama di sini," ujar Lucas dengan lembut.
Ava merasa hatinya meleleh oleh kebaikan Lucas. Dia merasa begitu bahagia bisa berbagi momen ini dengan pria yang dia cintai.
Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di pantai itu, berbicara tentang masa depan dan impian mereka. Lucas berbicara tentang ide-ide yang dia miliki untuk yayasan pendidikan yang dia inginkan untuk bangun, sementara Ava berbicara tentang bisnis kecil yang dia ingin dirintis suatu hari.
Saat malam semakin mendekat, Lucas bangkit dari kursinya dan berdiri di depan Ava. Dia mengulurkan tangan untuk mengajak Ava berdiri juga.
"Ava, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan," ujar Lucas dengan tatapan penuh cinta.
Ava merasa jantungnya berdebar kencang. "Apa itu, Lucas?"
Lucas tersenyum dan mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya. Dia membuka kotak kecil, dan di dalamnya ada cincin berlian yang mempesona.
"Ava, aku ingin kamu tahu betapa seriusnya perasaanku padamu," kata Lucas dengan tulus. "Apa kamu mau menjadi istriku?"
Ava merasa seperti dunia berhenti berputar. Dia tidak pernah membayangkan bahwa ini akan terjadi, bahwa dia akan diminta untuk menikah oleh pria yang dia cintai dengan segenap hatinya.
Air mata bahagia mengembang di mata Ava. "Tentu, Lucas! Aku mau!"
__ADS_1
Lucas tersenyum lebar dan mengambil cincin dari kotaknya. Dia meletakkannya di jari manis Ava, merasa begitu bahagia melihat cincin itu bersinar di sana.
Mereka berdua berpelukan, merasakan kebahagiaan yang begitu besar. Di tengah pemandangan matahari terbenam yang indah, mereka merayakan momen istimewa ini dengan ciuman yang penuh cinta.
**Novel: Saat CEO Dingin Jatuh Cinta Padaku**
*Episode 10: Persiapan untuk Masa Depan*
Setelah momen indah di pantai, Ava dan Lucas merasa lebih dekat daripada sebelumnya. Mereka bersiap untuk memulai babak baru dalam hubungan mereka, persiapan untuk masa depan yang mereka rencanakan bersama.
Hari-hari mereka diisi dengan perencanaan pernikahan dan rencana untuk menggabungkan hidup mereka. Ava merasa begitu beruntung bisa membagikan setiap momen dengan Lucas, dan dia tidak sabar untuk memulai kehidupan baru mereka bersama.
Dalam perjalanan pulang dari pantai, Lucas memberi tahu Ava bahwa dia telah membeli rumah kecil di pinggiran kota. Ava merasa senang dan terkejut dengan kejutan ini.
"Kamu serius?" tanya Ava dengan suara bersemangat.
Lucas tersenyum. "Ya, aku ingin kita memiliki tempat yang kita sebut rumah, tempat di mana kita bisa membangun masa depan kita."
Ava merasa hatinya meleleh. Dia merasa bahwa Lucas benar-benar memikirkan semua detail untuk masa depan mereka.
Setelah berkeliling, mereka berdua duduk di taman belakang rumah. Lucas meraih tangan Ava dengan lembut.
"Ava, sejak pertama kali aku bertemu denganmu, hidupku berubah begitu berarti," ujar Lucas dengan suara lembut. "Aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa kamu di dalamnya. Aku sangat bersyukur bisa memiliki kamu sebagai bagian dari hidupku."
Ava merasa hangat di dalam hatinya. Dia tahu bahwa setiap kata yang diucapkan oleh Lucas adalah jujur dan tulus.
"Lucas, aku juga merasa begitu," kata Ava dengan suara lembut. "Kamu adalah cahaya dalam hidupku, kamu membuatku merasa bahagia dan dihargai."
Lucas mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara lagi. "Ava, aku ingin kamu tahu betapa besar cintaku padamu. Aku ingin kita melangkah ke masa depan bersama-sama. Aku ingin kamu menjadi istriku."
Ava merasa hatinya berdetak lebih cepat. Dia tahu bahwa ini adalah saatnya untuk mengungkapkan perasaannya juga.
"Lucas, aku mau," ucap Ava dengan tulus. "Aku mau menjadi istri mu, dan aku tidak sabar untuk memulai kehidupan baru kita bersama."
__ADS_1
Lucas tersenyum lebar, dan mereka berdua saling merangkul. Mereka merasakan getaran cinta dan kebahagiaan yang begitu kuat di antara mereka.
Minggu-minggu berikutnya diisi dengan persiapan untuk pernikahan mereka. Mereka berdua merencanakan setiap detail dengan penuh semangat dan kebahagiaan. Pernikahan itu akan menjadi momen yang sangat istimewa, mengingat perjalanan panjang yang mereka tempuh bersama.
Pada hari pernikahan mereka, Ava dan Lucas berdiri di hadapan teman dan keluarga mereka, bersumpah untuk saling mencintai dan mendukung satu sama lain sepanjang hidup. Mereka bertukar cincin di hadapan altar, merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan.
Setelah upacara pernikahan, mereka merayakan bersama teman dan keluarga di pesta pernikahan yang meriah. Ava merasa begitu beruntung bisa berbagi momen istimewa ini dengan orang-orang yang dia cintai, dan tentu saja dengan pria yang telah mencuri hatinya.
Saat malam semakin larut, Ava dan Lucas berdansa di tengah ruang dansa, mengabaikan segala orang di sekitar mereka. Mereka hanya fokus pada satu sama lain, merasakan kebahagiaan dan cinta yang tumbuh dalam setiap langkah mereka.
Di tengah kebersamaan mereka, Ava merasa bahwa ini adalah permulaan yang indah dari babak baru dalam hidupnya. Bersama Lucas, dia siap menghadapi segala rintangan dan cobaan yang mungkin akan datang. Mereka telah belajar bahwa cinta sejati adalah tentang dukungan dan komitmen, dan mereka siap menjalani setiap petualangan bersama.
Setelah pesta pernikahan yang indah, Ava dan Lucas pergi berbulan madu ke sebuah pulau tropis yang indah. Mereka menikmati momen kebersamaan di pantai pasir putih, menjelajahi hutan hujan, dan menikmati matahari terbenam yang menakjubkan.
Di tengah liburan romantis mereka, Ava dan Lucas menghabiskan waktu untuk merenungkan perjalanan mereka. Mereka mengingat saat-saat pertemuan pertama mereka, rintangan yang mereka hadapi, hingga momen indah pernikahan mereka. Semuanya terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Kembali dari bulan madu, Ava dan Lucas mulai memulai kehidupan bersama di rumah baru mereka. Mereka merasa bahagia bisa berbagi setiap momen bersama, mulai dari sarapan pagi hingga malam sebelum tidur.
Tidak lama setelah itu, Ava mendapatkan berita gembira. Dia sedang hamil. Berita ini mengisi rumah mereka dengan kebahagiaan yang tak terkatakan. Mereka bersiap untuk menjadi orang tua, merencanakan masa depan yang penuh dengan cinta dan tanggung jawab baru.
Pada suatu pagi, ketika mereka duduk di taman belakang rumah, Ava menyandarkan kepala di bahu Lucas. Dia merasa begitu beruntung memiliki pria yang baik hati dan penyayang di sampingnya.
"Lucas, siapa yang akan kita ajar pada anak kita tentang cinta?" tanya Ava dengan senyum.
Lucas merangkul Ava erat. "Kita akan mengajari mereka bahwa cinta adalah tentang saling mendukung dan berada di samping satu sama lain dalam kebahagiaan dan kesulitan."
Ava tersenyum. "Kita akan mengajari mereka tentang cinta sejati yang kita miliki, tentang bagaimana kita tumbuh bersama dan menjadi lebih kuat."
Mereka berdua duduk di bawah sinar matahari, merasakan kedamaian dan kebahagiaan dalam kebersamaan mereka. Mereka merasakan getaran cinta yang begitu mendalam dan tak tergoyahkan.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
[Akhir Episode 5]