
Cornel menatap tajam ke arah David Hughes, sama seperti tatapan David Hughes padanya yang menunjukkan kalau dia sangat marah pada Cornel yang memeluk pinggang Nadia.
Nadia berusaha keras untuk menarik dirinya dari Cornel namun tidak bisa.
'Bukankah kekuatan Louis dan yang lain tak mempan padaku, bahkan kekuatan Lucifer tua itu saja tak bisa melukaiku. Kenapa pria ini bisa membuat tubuhku dalam kendalinya?' tanya Nadia bingung dalam hatinya.
"Bagaimana dia bisa mengendalikan wanita itu? kita saja tidak mampu tuan Lucifer?" tanya Abigail yang begitu penasaran.
"Cornel bisa mengendalikan darah manusia, biarpun wanita itu suku Baigi. Dia tetaplah manusia, hanya saja Cornel membutuhkan tenaga yang tidak sedikit untuk melakukan itu!" jelas Lucifer Tera yang terdengar oleh David Hughes.
Pengalaman memang mengalahkan kekuatan, David Hughes bahkan tidak tahu sebabnya. Tapi setelah dia mendengar dari Lucifer Tera sepertinya dia memang harus sangat berhati-hati dan sangat waspada ketika berhadapan dengan putra Danut tersebut.
Namun semakin lama, Cornel akhirnya menyerah juga. Tangannya terlepas dengan sendirinya dari pinggang Nadia.
Merasa tangan Cornel sudah tak lagi mencekalnya, Nadia langsung berlari dan menghampiri David Hughes.
David Hughes juga langsung menarik Nadia ke pelukannya. Nadia memeluk David Hughes dengan sangat erat.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya David Hughes cemas.
Nadia dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kita di sini?" tanya Nadia bingung.
Dia merasa dia sangat tak aman berada di tempat ini. Tempat yang begitu gelap, dengan langit-langit seperti stalakmit dan dengan lantai yang terasa sangat dingin ketika di injak meskipun Nadia memakai alas kaki.
Tiba-tiba saja semua penjaga yang ada di tempat itu bersujud. David semakin mempererat pelukannya pada Nadia ketika sosok yang begitu agung dan mendominasi datang dan berjalan dengan agungnya ke arah Cornel.
Seorang pria yang perawakannya paruh baya, tapi masih sangat tampan dan gagah. Usianya lebih tua dari semua Vampir yang ada di muka bumi ini.
Pria itu menghampiri Cornel dan menepuk bahunya sekali, setelah itu dia menatap Nadia dari atas sampai bawah dengan seksama.
Nadia yang merasa takut dan sejak tadi memang bulu kuduknya sudah sangat merinding pun langsung memeluk David semakin erat.
"Jangan merebut wanita milik orang lain Cornel, itu bukanlah sikap seorang bangsawan!" kata Danut.
Ya, pria itu adalah Danut. Pemimpin tertinggi para Rechter yang memang sangat di takuti, di segani oleh bangsa vampir.
__ADS_1
"David Hughes, jadi bagimu lebih baik mundur dan kehilangan semuanya daripada kehilangan wanita manusia dari suku Baigi ini?" tanya Danut.
"Jangan sakiti dia!" kata David Hughes yang seolah bisa membaca apa yang ingin dilakukan oleh Rechter pada Nadia.
David Hughes memang memiliki kekuatan untuk itu, membaca pikiran pada manusia dan bangsa vampir. Hanya saja bagi para Rechter, pikiran mereka bisa di baca oleh David Hughes bila mereka menginginkan nya. Benar sekali, para Rechter punya kuasa itu. Membuka dan menutup pikiran mereka untuk di baca vampir lain yang punya keahlian atau kekuatan itu.
Seperti sengaja membiarkan David Hughes membaca pikirannya, Danut membuka lebar pikirannya itu pada David Hughes.
"Kalau begitu tinggalkan dia di sini. Bukankah memilih pasangan untuk pemimpin klan, kita butuh beberapa tes?" tabya Danut yang membuat David Hughes merubah matanya dari biru menjadi merah.
Para pemimpi klan memang adalah vampir yang tidak boleh memiliki pasangan sembarang. Karena itu setelah mereka menikah, pemimpin klan suatu wilayah akan tetap datang pada Rechter. Kemudian pasangan mereka juga harus melakukan beberapa tes, seperti kekuatan juga kesetiaan.
"Tidak!" tegas David Hughes.
"Begitu ya?" tanya Danut dengan sikap yang begitu santai.
"Enrique" Danut memanggil Enrique, dan pria itu langsung maju beberapa langkah lalu berhenti ketika dia sudah ada di depan David Hughes.
"David!" lirih Nadia takut.
"Tenang Nadia, aku tak akan membiarkan mu dalam bahaya!" kata David penuh keyakinan.
Nadia menunduk mencoba menyentuh David Hughes. Namun baru tangannya mengenai lengan David, pria yang di cintai Nadia itu terpental membentur dinding hingga terkapar tak berdaya menahan sakit di tubuhnya.
Hanya dengan tatapannya saja, Enrique mampu meremukkan semua tulang dan otot-otot di dalam tubuh David Hughes.
"David, tolong jangan sakiti dia!" kata Nadia yang sudah berurai air mata.
Nadia berlari kembali mendekati David yang meringkuk, berusaha untuk bisa bangun dan melawan Enrique. Tapi seolah percuma, dia tak bisa melakukannya.
Abigail Clayton dan Lucifer Tera tampak tersenyum menyeringai melihat David Hughes kesakitan.
"Masih mau melawan apa yang di katakan Rechter, David Hughes?" tanya Danut dengan nada begitu santai setelah memerintah Enrique menyiksa David Hughes sedemikian rupa seperti itu.
"Aku tak akan biarkan kalian lakukan apapun pada Nadia!" lirih David Hughes di sela menahan semua rasa sakit di tubuhnya.
"Agkhhh!"
__ADS_1
Akhirnya David Hughes memekik kesakitan ketika tubuhnya terangkat tinggi dan tiba-tiba di jatuhkan dengan begitu cepat ke lantai.
Jika itu manusia biasa, tulang-tulangnya sudah pasti akan hancur, remuk dan tak berbentuk lagi.
"David!" Nadia terus berteriak namun dia tidak bisa melangkah maju.
Sepertinya kekuatan Cornel telah di pulihkan oleh Danut. Dan Cornel kembali mengendalikan darah manusia Nadia.
Nadia tak sanggup melihat David di siksa seperti itu. Nadia pikir lebih baik dia mengikuti tes apapun itu agar David tak lagi di siksa.
"Tolong jangan lukai David lagi, tolong... aku akan ikuti apapun tes itu!"
Semua yang hadir terlihat terkejut, apalagi Abigail Clayton dan Lucifer Tera.
Mereka pikir, wanita itu ternyata tidak se pengecut yang mereka kira.
"Jangan Nadia!" lirih David yang sudah terluka sangat parah.
"David, aku akan ikuti tes itu. Tidak ada yang boleh menyakitimu!"
"Cornel, lepaskan wanita itu. Biar dia bicara pada kekasihnya!" kata Danut yang langsung meninggalkan tempat itu.
Nadia langsung berlari, ketika tidak terpengaruh oleh kekuatan Cornel lagi. Nadia menghampiri David, dan membantunya bangun lalu duduk.
"David, ya Tuhan... kamu pasti sangat kesakitan!"
"Nadia apa yang kamu lakukan? tes itu vampir saja belum tentu bisa melewatinya. Kenapa... uhukk!"
"David percayalah padaku, aku pasti kembali padamu...!"
"Sudah cukup, berdiri!" kata Cornel dan Nadia bahkan langsung berdiri dengan sendirinya.
"Kalian pergilah, jika wanita suku Baigi ini kembali padamu, artinya dia lulus. Jika tidak, kamu tahu kan artinya apa?" tanya Cornel pada David Hughes lalu dia menghilang bersama Nadia.
"Nadia!" teriak David.
***
__ADS_1
Bersambung...