
David Hughes sudah berada di mansion Hughes hanya dalam sekejap mata saja. Louis yang memang sejak tadi menunggu kedatangan tuannya tersebut tampak langsung menghampiri david hughes yang kondisinya terlihat sangat parah.
Luka David Hughes itu sangat parah sampai Louis terkejut bukan main. Tapi daripada bertanya apa yang sudah terjadi pada tuannya itu, Louis langsung pergi ke ruang kerja David Hughes untuk mengambil air suci yang berguna untuk menyembuhkan tuannya itu.
Setelah menyerahkan air suci itu pada David Hughes, Louis baru bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada tuannya itu.
Sampai akhirnya Louis menyadari kalau sejak tadi dia juga tidak melihat keberadaan Nadia di sisi David Hughes.
"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Louis pada David Hughes.
Setelah meminum air suci, kondisi David Hughes pun menjadi lebih baik. Setidaknya David Hughes yang tadinya tidak bisa berdiri dengan tegak. Kini dia bisa berdiri dengan benar dan akhirnya terduduk di sofa yang ada di belakangnya.
"Nadia menyerahkan dirinya pada Rechter!" ucap David Hughes terlihat pasrah.
Bukan main keterkejutan Louis. Vampir saja sangat takut pada Rechter, ini seorang manusia biasa. Malah berani menyerahkan diri untuk menjalani tes yang akan di lakukan oleh Rechter. Louis begitu khawatir, pasalnya Nadia adalah seorang manusia biasa yang keistimewaan nya hanya punya darah dulu Baigi. Namun dia sama sekali tidak punya ilmu bela diri atau kekuatan lainnya.
David Hughes pastinya lebih panik dari Nadia. Namun dia tak bisa melakukan apapun. Rechter bahkan bisa membinasakan dirinya kapan pun.
Di tempat lain, tiba-tiba saja Nadia sudah berada di sebuah tempat yang di kanan kirinya hanya ada pohon pohon yang sangat tinggi.
Dia berjalan, dan kakinya menapaki dedaunan kering dan ranting-ranting yang rapuh di jalan setapak tersebut.
Tiba-tiba saja di depan Nadia ada sebuah sungai yang begitu besar. Dan di sungai tersebut ada seseorang yang sedang mandi. Jangan tanya seperti apa rupanya, sangat tampan. Kulitnya berkilauan.
Nadia berusaha mendekat ke arah sungai tersebut, namun saat pria itu bangkit dan menunjukkan seluruh tubuhnya. Nadia langsung berpaling dan berlari menjauh dari pria tersebut. Namun pria dengan rambut berwarna perak dan wajah yang begitu sempurna itu pun mengejar Nadia.
__ADS_1
Pria itu melesat seperti terbang lalu mendarat tepat di depan Nadia. Pesonanya benar-benar mampu membuat siapapun yang melihatnya bertekuk lutut. Nadia sebagai wanita normal pun cukup lama terpana melihat ketampanan dan pesona pria bermata biru, berhidung mancung dan senyum yang menawan itu. Tapi beberapa detik kemudian, dia memalingkan wajahnya dari pria tersebut.
Pria itu tersenyum lalu mengarahkan tangannya ke depan, tepat di depan dahi Nadia. Setelah Nadia berkedip dia berada di tempat yang merupai sebuah istana. Di tempatnya berdiri, dia bisa melihat pria yang tadi dia temui duduk bersama banyak wanita yang, namun tiba-tiba pria itu menatap Nadia. Dan setelah dia melihat ke arah dirinya, Nadia baru menyadari kalau dia sedang memakai pakaian pengantin.
"Selamat datang ratuku, di sini kamu akan hidup dengan bahagia, tanpa ada yang menyakiti mu selamanya!"
Setelah pria itu berkata seperti itu, Nadia seperti melihat sebuah layar besar dimana ada dirinya dan pria itu hidup bersama. Nadia di penglihatannya itu sangat bahagia, selama bertahun-tahun hidupnya tak kekurangan apapun juga. Mereka bahkan sudah punya banyak anak dan sangat bahagia.
Seperti terjadi selama bertahun-tahun, padahal itu hanya terjadi dalam satu kedipan mata saja. Nadia buru-buru menyadari kalau dia tengah terhipnotis. Nadia menggelengkan kepalanya, dan semua gambaran di depannya berubah.
Pria itu datang dengan memperlihatkan tubuhnya yang begitu menawan. Di kanan dan kirinya beberapa wanita cantik membawa banyak sekali kotak perhiasan dan juga banyak sekali uang.
Tapi Nadia menolak dengan cepat semua itu.
Ketika Nadia mengangguk, dia kembali berada di tempat yang berbeda. Seluruh keluarganya terlihat terikat, ayah, ibunya, Dika dan Dila terlihat di ikat dalam sebuah tiang yang besar. Dan di kelilingi oleh api.
Sementara di tempat berbeda, dia melihat David Hughes juga dalam keadaan yang sama. Kali ini Nadia benar-benar di buat bingung. Jika dia menyelamatkan keluarganya, maka David akan hangus terbakar. Tapi kalau dia menyelamatkan David. Keluarganya yang akan terbakar.
Keluarga Nadia terus berteriak, dan keluarga nya itu minta agar Nadia menyelamatkan dirinya dan jangan menghiraukan David Hughes.
Nadia terdiam, sejak kapan keluarganya itu tahu David Hughes, tahu namanya? sementara Nadia bahkan tak pernah mengatakan apapun pada keluarganya tentang David Hughes.
Di saat itulah Nadia menyabetkan belati yang ada di tangannya ke arah tali yang menopang jembatan air ke arah David Hughes.
Api itu padam, tapi David Hughes langsung menghilang. Sepertinya memang tak pernah ada di sana. Setelah air itu tertumpah ke bagian sebelahnya, otomatis kobaran api langsung membakar tiang yang ada keluarga Nadia itu.
__ADS_1
Namun ternyata benar, kalau mereka memang bukan benar-benar keluarga Nadia. Saat Nadia kembali berkedip, dia pun tiba kembali di sebuah tempat yang sepertinya sebuah kamar yang tak asing.
Di tempat itu Nadia melihat dirinya sendiri sedang memadu kasih dengan David Hughes. Tapi lagi-lagi Nadia melukai David, bahkan di bagian paling fatal. David memekik kesakitan, dan berguling guling di lantai. Nadia panik, dia melihat dirinya sendiri berlari keluar ingin mengambil air suci. Tapi tidak ada di tempat biasanya. Nadia yang ada di penglihatan Nadia itu berteriak memanggil Louis dan Hugo tapi juga tidak ada.
Nadia yang ada di penglihatan Nadia itu panik. Namun saat dia kembali ke kamar, sosok David Hughes itu sudah terbakar sedikit demi sedikit sambil terus memeluk kesakitan .
Nadia yang asli langsung ambruk. Begitu dia terjatuh di lantai. Tempat itu berubah seperti sebuah pengadilan, dengan beberapa orang berjubah hitam duduk di kursi yang terbuat dari es.
"Sudah menyadari apa yang akan terjadi jika kamu memaksakan diri menjalin hubungan dengan David Hughes? kamu akan melukainya, bahkan membuat dirinya binasa. Apa ini yang kamu inginkan?" tanya Enrique mewakili Danut yang masih terus memperhatikan ekspresi Nadia.
"Pasti ada caranya, pasti ada caranya kan?" tanya Nadia yang tak percaya kalau mereka, maksudnya Nadia dan David Hughes tidak bisa bersatu.
"Ada!"
Suara itu datang dari Cornel.
Mata Nadia berbinar, dia melihat ke Raha Cornel.
"Kamu harus menjadi seperti kami, aku bisa membantumu. Setelah kamu seperti kami, kamu tidak akan melukai David Hughes!" kata Cornel.
'Dan saat itu, kamu juga akan lupa siapa dirimu. Siapa yang kamu cintai, saat itu kamu akan menjadi milikku!" batin Cornel.
***
Bersambung...
__ADS_1