Bosku Ternyata Vampir

Bosku Ternyata Vampir
Bab 25


__ADS_3

Nadia masih diam di tempatnya, dia juga pernah mengatakan niatnya untuk menjadi sama seperti David Hughes, agar mereka bisa bersama selamanya. Tapi gak itu di tolak David Hughes, manusia yang di rubah menjadi vampir, dia sama saja akan mendapatkan kutukan. Dan hal itu akan terjadi jika manusia itu sudah menjadi vampir. Tak bisa di ketahui sebelumnya.


Setiap kutukan aku akan sangat menyakitkan. Seperti yang terjadi pada David Hughes yang di kutuk tidak bisa minum darah selain dari manusia. Tapi bagusnya lagi kutukan itu bisa di tangkal oleh Nadia. Tapi itu ketika Nadia menjadi manusia, kalau Nadia sudah menjadi makhluk kegelapan yang sama seperti dirinya. David pun tidak tahu apakah Nadia bisa menangkal kutukan David atau tidak.


Tapi masalah sebenarnya bukan karena David takut tidak ada penangkal atas kutukannya. David justru takut. Kalau sampai Nadia mendapatkan kutukan yang lebih mengerikan daripada itu. Lagipula seperti apa yang dikatakan Cornel dalam hatinya, manusia yang di ubah menjadi vampir. Maka dia akan kehilangan semua memorinya saat menjadi manusia.


Nadia sudah tahu itu semua dari David Hughes. Maka dia diam, dan berpikir apa yang harus dia lakukan. Tapi kalau dia masih tetap menjadi manusia, maka dia selamanya tidak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk David. Bahkan seperti apa yang telah dia lihat tadi. Dia bisa saja menjadi penyebab David binasa dengan cara yang begitu menyakitkan dan mengenaskan.


Tapi di saat Nadia tengah berpikir, datanglah seseorang yang tampak begitu agung sama seperti Danut.


Langkahnya terdengar begitu tenang dan stabil. Langkahnya itu bahkan membuat Nadia tersadar dan melihat ke arah siapa yang sedang melangkah mendekatinya itu.


"Ck... Apostol!" ucap Danut terkesan tak senang melihat pria yang juga adalah vampir yang usianya lebih muda seratus tahun dari Danut itu.


"Aku ingin pakai anugrah agung yang mulia Danut hari ini!" kata old Apostol.


Pria yang pernah di temui oleh David Hughes untuk minta bantuan menemukan cara agar David Hughes bisa bersatu dengan Nadia.


Danut terlihat merubah ekspresi wajahnya jadi sangat serius.


"Lepaskan manusia ini, wanita terakhir keturunan dari suku Baigi ini!" kata old Apostol membuat semua yang ada di tempat itu terkejut.


Cornel bahkan menatap tidak senang pada old Apostol, pria itu sudah merubah warna matanya dari biru menjadi merah mendengar apa yang dikatakan oleh old Apostol yang juga adalah pamannya itu.


"Jangan ikut campur urusan ku paman!" pekik Cornel yang sejak melihat Nadia memang sudah menyukai Nadia dan menginginkan Nadia menjadi pasangannya setelah di rumah menjadi vampir.


"Begitukah? maka lihat ini!"

__ADS_1


Old Apostol lantas berkata seperti itu sambil meletakkan jari telunjuknya tepat di tengah dahi Cornel. Hal itu juga langsung terhubung pada para Rechter.


Di sana terlihat, Nadia mengambil keputusan menjadi vampir agar bisa bersama dengan David Hughes. Tapi ternyata, saat dia di rumah menjadi hampir oleh Cornel, Nadia benar-benar lupa ingatan. Dia malah sama sekali tidak mengenali David Hughes, David Hughes sangat kecewa. David Hughes lantas mengamuk dan menghancurkan semua wilayah kekuasaan vampir bersama dengan Louis dan Hugo. Tak sampai di situ saja, setelah David Hughes dan anak buahnya di tangkap oleh Rechter dan di binasakan karena sudah banyak membunuh klan vampir sebagai pelampiasan kemarahannya karena Nadia yang di rebut oleh Cornel.


Nadia memang menikah dengan Cornel, namun saat itu kutukan Nadia baru dimulai. Setelah Nadia dan Cornel berhubungan, Cornel langsung kering, tinggal tulang belulang. Karena begitulah kutukan yang berlaku bagi Nadia. Dia akan menghisap semua intisari dan darah dari pasangannya saat berhubungan.


Tapi tak cukup seperti itu. Setelah Cornel binasa, banyak vampir yang memang tergoda pada pesona dan daya pikat Nadia yang luar biasa. Satu persatu bangsawan binasa, bahkan Danut pun akhirnya menikah dengan Nadia.


"Cukup!" teriak Danut membuat semua Rechter membuka matanya.


Cornel mundur ke belakang, menjauh dari Nadia. Cornel terlihat sangat takut pada Nadia.


"Kalian sudah melihat bukan? semua Rechter dan para bangsawan... !" old Apostol menjeda kalimatnya karena tak ingin Nadia tahu yang sebenarnya.


"Maka biarkan aku menggunakan anugrah Danut, melepaskan wanita ini dan mengembalikan di ke kehidupan normalnya!" kata old Apostol yang merasa apa yang dia lakukan adalah hal yang paling benar.


***


"Kakak bangun, ya ampun. Kakak sudah tidur dia hari!"


Nadia membuka matanya ketika mendengar Dila mengatakan dia sudah tidur selama dua hari.


"Hah, apa yang terjadi. Dila, aih... ini sudah pagi ya. Aku harus bekerja, Andika bisa ngamuk kalau aku terlambat!" kata Nadia.


Dila langsung berkacak pinggang.


"Andika apa? kakak lupa, kakak kan sudah tidak kerja lagi pada kak Andika. Kakak juga sudah putus dengan kak Andika!" kata Dila.

__ADS_1


Nadia mengernyitkan keningnya.


"Hah putus, kenapa?" tanya Nadia bingung.


"Kak Andika mau kakak berhenti bekerja tapi gak mau biayai sekolah Dila sama Dika. Kakak lupa ya? semalam kakak di antar supir taksi, sama duit satu koper. Katanya tempat kakak bekerja, semua orangnya akan pindah keluar negeri. Kakak di pulangkan deh. Semalam kakak pingsan sangking sedihnya di tinggal majikan kakak itu kata supir taksinya!" jelas Dila.


Nadia masih diam, dia sama sekali tidak ingat apapun Tapi dia merasa ada yang hilang dari hatinya, entah apa itu.


"Gak papa kak, sekarang kan ibu sama ayah sudah buka ruko. Di tambah duit sekoper itu. Kakak gak kerja juga gak masalah!" kata Dila sambil terkekeh.


"Hah, apa iya. Kok aku ingat sebatas aku sama Andika di mobil berantem ya. Oh iya, kamu berantem terus putus. Ya ampun, aku kenapa sih?" tanya Nadia yang langsung bangkit dan membersihkan dirinya.


Nadia lantas pergi ke toserba milik ayah dan ibunya, juga membantu di sana. Dari jauh, seorang pria berkacamata hitam, melihat Nadia dengan perasaan yang sangat sulit di jelaskan.


"Tuan!" kata Louis.


"Tidak apa-apa Louis! ini lebih baik. Daripada aku harus menyaksikan Nadia mendapatkan kutukan yang pada akhirnya akan mengakhiri semua bangsa kita. Tidak apa-apa, melihatnya dari jauh begini saja. Aku sudah senang. Asal aku tahu dia baik-baik saja, aku sudah sangat bahagia!" kata-kata itu di ucapkan David Hughes.


Suaranya terdengar bergetar, sebelumya old Apostol sudah menemui David Hughes karena mendapatkan penglihatan akan masa depan bangsa vampir yang akan berakhir kalau di antara David Hughes atau Cornel masih bersikeras menjadikan Nadia pasangan mereka.


Dan David pun setuju pada keputusan old Apostol. Karena bagaimanapun ini yang terbaik untuk semuanya. Seperti kata old Apostol, makhluk yang bukan dari jenis dan klan yang sama. Tidak mungkin bisa bersatu.


***


Sekian, terimakasih ♥️


***

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2