
Semua murid secara selang seling memutar badannya.
Maha satu kelompok dengan Devan, karena Devan duduk di belakang nya.
"ya karena kita sekarang satu kelompok tolong kerja samanya, aku akan buat dari bagian ini sampai ini lalu kamu yang bagian ini sama ini aja" jelas Maha sambil menunjukkan halaman tugas yang di berikan Pak Guru.
"hey, kamu ngeremehin aku atau gimana? aku akan buat yang lebih panjang kau buat yang pendek!! huh!" sahut Devan angkuh dan membuka bukunya lantas mengerjakannya.
"yahh terserah kamu saja" sahut Maha dan mengerjakan tugas dengan tenang.
Setelah beberapa menit bel istirahat pun berbunyi, Maha dan Devan tidak beristirahat karena tetap mengerjakan tugasnya agar cepat selesai.
"hey... kenapa kamu suka kak Lia?" tanya Maha sambil mengerjakan tugasnya.
"itu karena dia sangat dewasa dan cocok menjadi ibu anak anak ku nanti" sahut Devan dengan bangga dan tersenyum tipis sambil fokus mengerjakan tugas.
"pfttt, hahahahahaha" Maha tertawa geli mendengar nya
"Hey... kau kenapa sampai berfikir sejauh itu sih hahaha" ucap nya lagi sambil tertawa.
"apa yang lucu? kenapa kau tertawa hah? kau meledek ku ya?! " ucap Devan kesal sambil menggerutu
"yahh gimana ya, kau sampai bilang 'anak anak ku nanti' aku jadi tertawa deh, lagian masa depan mu kan masih panjang"
jelas Maha sambil membentuk tanda kutip dengan jarinya saat menyebutkan kata 'anak anak ku nanti'.
"hehhh?? emang nya salah ya?" tanya Devan
"tidak salah hanya saja pikiran mu singkat sekali" sahut Maha sambil mengambil nafas dan melanjutkan tugasnya
__ADS_1
"bukan pikiran ku singkat, hanya saja aku sudah merasa nyaman dengan keberadaannya sehingga aku tidak ingin mencari hal baru yang bisa membuat ku nyaman" jelas Devan.
"wahhh gila quotes banget sih" sahut Maha
"kalau dia bisa menjadi pelabuhan ku yang terakhir, kenapa aku harus pergi mencari pelabuhan baru" sahut Devan lagi
"yaahhh yang kamu bilang emang bener, tapi waktu terus berjalan, kamu ga khawatir perasaan mu ke dia bakal memudar?" tanya Maha lagi
"pudar sih mungkin engga, tapi kalau rasa ingin menyerah selalu ada" sahut Devan
"memangnya kamu ga ingin menikah dengan orang yang kau cintai dengan tulus? kamu ga ingin menghabiskan masa tua dengan nya? apakah kamu akan terus mencari orang baru untuk menemani mu?" tanya Devan kepada Maha
"tentu saja aku ingin sekali.. tapi aku rasa itu mustahil karena ia sudah meninggalkan ku" sahut Maha lesu
"denger ya...kadang orang yg dipilihkan Tuhan untuk mu akan pergi meninggalkan mu, tapi percaya saja kalau Tuhan benar benar memilihkan nya untuk mu, dia pasti akan tetap kembali padamu" jelas Devan
"dia mungkin pergi sekarang, namun jika dia jodoh mu, dia akan tetap tidak bisa melupakan mu dan hanya akan melihat mu saja" sambung Devan lagi
"nahh kan tanpa sadar sekarang tugas nya udah selesai deh" ucap Devan dengan senyuman di bibir nya
"eh? iya juga, aku juga sudah selesai, tapi kita jadi melewatkan jam istirahat, gimana kalau sekarang kita ke kantin?" tanya Maha
"boleh perutku juga sudah lapar nih" sahut Devan
Tet Tet Tet Tet
Bel masuk berbunyi
"yahhh udah masuk kelas" ucap Maha sedih
__ADS_1
"yahh gabisa makan deh" sambung Devan "yah tak apa yang penting tugas beres" sambungnya lagi
"ehh stttt nih" Maha memberikan roti dorayaki nya setengah kepada Devan "makanya diem diem aja ya" ucap Maha
"ohh!! oke oke makasih" bisik Devan sambil mengambil dorayaki dari tangan Maha dan melahapnya dengan hati hati
{skip}
Setelah tugas selesai dan jam pelajaran juga berakhir, ini waktunya untuk istirahat.
Maha dan Devan dengan antusias pergi ke kantin dan hendak makan.
Maha dan Devan kaget ketika melihat Raka dan Lia berdua di satu meja. Maha dan Devan hanya diam dan pergi memilih makanan yang hendak mereka beli dan duduk di salah satu meja kosong di kantin.
"Maha, apa kau mengenal laki laki yang bersama kak liat itu?"
Tanya Devan
"ya, tentu aku mengenalnya, dia adalah mantan ku" sahut Maha
"ehh? serius? kasian nya.." sahut Devan
Maha dan Devan mengobrol sembari menghabiskan makan mereka. Sampai bel masuk berbunyi dan mereka melanjutkan pelajaran di kelas.
"hey ,Maha kau akrab banget ya sama Devan, padahal baru kenal" sapa Alisa
"yahh begitulah" sahut Maha
"eh bu guru sudah masuk aku akan kembali ke meja ku" ucap Alisa sambil berjalan kembali ke kursinya.
__ADS_1
{skip}
setelah pelajaran berakhir semua murid pulang ke rumah nya masing masing.