Bukan "Deja Vu"

Bukan "Deja Vu"
episode 4


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, waktunya untuk bermalas malasan.


ting*


suara notifikasi dari HP Maha


(room chat)


Devan


(D)Maha ini aku, Devan, simpan nomor ku ya, aku dapet nomor mu dari grup kelas.


oke(M)


(D) Kamu hari ini ada waktu ga? Aku ingin cerita.


Hari ini aku senggang kok, dimana? (M)


(D) Kamu tau janjiw yang di dekat sekolah? Disana ya


tau, oke aku akan siap siap dulu (M)


(D) 10 menit ya!


yayaya (M)


……………………………


Maha pun bersiap siap untuk bertemu Devan.


"Mama, Maha mau ketemu teman dulu ya, di janjiw" ucap Maha sambil menemui mamanya yang sedang lesehan di sofa ruang tamu


"udah bawa uang?" tanya Mama Maha


"udah kok, Maha berangkat ya" ucap Maha sambil menyalim tangan mamanya dan bergegas pergi.


Maha menuju janjiw dengan ojek online seperti biasanya.


Saat sampai disana ia mendapati Devan sudah duduk di dalam dengan sebotol minuman. Maha memesan es kopi dan duduk di meja tempat Devan berada.


"jadi, apa yang mau kamu ceritakan?" tanya Maha sambil duduk di kursi.


"jadi gini, ku dengar dari Alisa kamu masuk ke ekstra komiga, tapi aku ga jago gambar, but aku jago bikin karangan, karena kak Lia ada di ekstra itu, aku berniat buat ikut, kamu jago gambar kan? pas daftar kita kan dimintain 1 komik pendek gambar manual, gimana kalau kita kerja sama aja? aku yang mikir alurnya, nanti kamu yg gambar" jelas Devan sambil memasang wajah memohon


"silahkan minumannya" ucap seorang karyawan di janjiw sambil menyajikan sebotol kopi pesanan Maha


"makasih ya..." ucap maha kepada karyawan itu


"Hm..... gimana ya van, bisa sih, waktu pendaftaran nya kan bisa kapan aja, kita mulai buat dari besok gimana? mumpung hari ini senggang kita beli aja alat bahan nya sekalian" sahut Maha kepada Devan

__ADS_1


"yes! kamu emang bestfriend!! kita pergi sekarang?" tanya Devan dengan semangat


"ya tentu, jalan saja toko alat tulis dekat sini kok" sahut Maha sambil berdiri dan mengambil minuman nya dan bersiap untuk pergi


Mereka berdua pun berjalan menuju toko alat tulis dan membeli beberapa barang disana. Mereka membeli buku gambar, pensil, cat air, kuas, dan beberapa hal lainnya.


Setelah mereka selesai berbelanja Devan pamit pulang karena sudah di telfon orang tuanya. Maha juga kembali pulang dan merapikan alat alatnya itu dan berfikir tentang tema yg akan ia pakai untuk komiknya.


Maha seharian menggambar dan mencari ide hingga tak sadar jam sudah menunjukan pukul 02.25 AM.


Maha bergegas tidur dan tak lama ia pun terlelap.


Pukul 05.30 AM Maha terbangun karena alarm nya, ia baru tertidur kurang lebih 3 jam, Maha masih sangat mengantuk dan lelah, ia kembali menidurkan badannya namun ia sudah tidak bisa tidur, Maha hanya berbaring hingga tak sadar waktu sudah menunjukan pukul 06.00.


Maha bergegas ke kamar mandi dan mandi dengan cepat lalu bersiap siap untuk sekolah, ia bahkan tak sempat sarapan karena terlalu lama memastikan barang bawaan nya.


Maha sampai di sekolah tepat waktu, dan bersiap untuk upacara, karena hari ini adalah senin.


"Maha? kamu lesu banget hari ini, ga sarapan ya?" tanya Devan


"ah iya, aku kemarin malem begadang soalnya jadi kesiangan deh, ga sempet sarapan jadinya hehe" sahut Maha


"yaudah jangan ikut upacara dulu, nanti pingsan gimana?" ucap Devan kepada Maha


"aihh aku kuat kok, udah yok biar dapet barisan yang ga panas" sahut Maha lalu bergegas menuju lapangan bersama Devan, namun sialnya hanya barisan laki laki yang tak terlalu panas barisan tempat Maha berada tepat terkena pancaran matahari.


"Aduh sial banget sih hari ini, kenapa ga hujan aja coba, biar ga upacara" gerutu Maha dalam batinnya


"ga, aku udh putus" sahut Maha


"lah? putus? kasiann... utututtu cayangg" ucap Alisa menggoda Maha


"EKHEEMMM!!" seorang guru di barisan belakang berkode agar tidak berisik.


"sttt kan ketahuan" ucap maha dengan berbisik


15 menit berlangsungnya upacara, kini dalam bagian pengumuman dari kepala sekolah.


Maha sudah mulai lesu dan matanya berkurang kunang, Maha masih berusaha untuk bertahan sampai upacara selesai, karena Maha memiliki sebuah patokan yaitu "lakukanlah setiap hal sampai akhir" dan hal itu kadang membuat Maha kerepotan seperti saat ini


10 menit Maha bertahan hingga akhirnya sampai di bagian pembubaran barisan. Maha lega karena upacara sudah selesai. Saat menuju kelas Raka menghampiri Maha.


"Hey Maha, kamu gapapa? dari pas upacara aku perhatiin kamu lemes banget, mau ke UKS ga?" tegur Raka pada Maha karena khawatir.


"e-ehh gausah, aman kok aman hehe" ucap Maha sambil tertawa kecil


"aku tau kamu ga baik baik aja, ayo ikut ke UKS sekarang" ucap Raka tegas sambil menarik tangan Maha dengan lembut dan mengajak nya ke UKS


"e-ehh Maha.. " panggil Devan, namun tidak terdengar oleh Maha karena sudah jauh

__ADS_1


"yahh yasudah lah kubilang saat sudah di kelas saja" batin Devan


Di UKS


"hari ini kamu ga sarapan ya?" tanya Raka sambil membuatkan teh manis hangat untuk Maha.


"hehe iya" sahut Maha sambil pura pura menggaruk pipinya


"emang ngapain sampai ga sarapan? kesiangan lagi? makanya kamu jangan begadang dong" ucap Raka kepada Maha dan memberikan teh hangat nya "hati hati agak panas, nanti lidah mu terbakar" sambung Raka


"yaaahhh kemarin malem ada sedikit kesibukan jadi begadang" sahut Maha sambil menerima teh hangat nya "m-makasih ya" ucap Maha dan meniup teh nya dan meminum dengan pelan pelan.


"humm... kak Raka kenapa masih perhatian gini ke aku?, nanti aku jadi berharap loh" ucap Maha sambil menatap tehnya


"aku hanya mengerjakan tugas ku sebagai PMR di sekolah, tidak lebih" sahut Raka lagi "kalau kau sudah mendingan nanti bisa langsung ke kelas ya, aku mau ke ruang guru" sambung Raka.


{skip}


Maha yang sudah merasa baikan langsung masuk ke kelas nya lagi, tapi sepertinya guru sedang tidak ada dan hanya ada tulisan "Guru sedang rapat, anak anak kerjakan tugas....... " di papan tulis.


Maha menuju tempat duduk nya dan langsung di sambut oleh Devan.


"gimana keadaan mu? tadi kau ke UKS kan?" tanya Devan


"aku tidak apa apa, kenapa kamu peduli banget?, khawatir yaa??" tanya Maha dengan nada bercanda


"gak tuh aku hanya takut nanti tidak bisa menggambar komik nya karena tukang gambar nya sakit, huh!" sahut Devan dengan nada angkuh.


"heehh.... ku kira kau khawatir" ucap Maha


"mending kau kerjakan saja tugas yang diberikan guru, jangan ganggu aku hush!" usir Devan


"iya iya" sahut Maha


Maha mengerjakan tugas itu dan kembali merasa pusing setelah beberapa menit menatap buku.


Maha menegakkan badannya dan melihat ke langit langit kelas lalu...


...-bersambung-...


haii-!


i hope u like my new story


jangan lupa like dan tambah ke favorit ya!!


kalau ada kekurangan mohon maaf, beberapa typo mungkin terjadi....mohon di maklumi ya!!


author akan up setiap hari kecuali saat sibuk dan tidak enak badan

__ADS_1


jadi selalu ikuti cerita ini ya!! author akan selalu berusaha memberi yg paling menarik untuk kalian!


__ADS_2