
Aku berhenti menggerakkan kedua kaki ketika aku akhirnya sampai di depan sebuah pintu batu yang menjulang begitu tinggi. Pintu ini berukiran sesuatu yang tidak aku pahami, mungkin satu-satunya yang dapat aku pahami adalah ukiran-ukiran ini benar-benar rapi dan sangatlah elok. Estetika dan berat pintu ini benar-benar seperti bukan sesuatu yang dapat manusia tanggung.
Aku tidak bisa mengatakan untuk ukiran-ukiran tersebut, tetapi untuk berat, pintu batu ini memang hanya bisa dibuka dengan mantra. Pintu batu ini adalah tipe pintu yang harus dibawa ke atas agar bisa terbuka dan aku pikir mustahil bagi manusia mana pun untuk mengangkatnya dengan tangan kosong. Pintu batu ini sangatlah tebal dan sepertinya terbuat dari jenis batu yang paling solid.
Pemandangan sebuah ruang yang luas dan didominasi oleh batu pun terlihat setelah aku selesai merapalkan mantra untuk membuka pintu. Di balik pintu batu yang kokoh ini terlihat seperti kebanyakan gua, hanya saja tidak digenangi air dan batu gua ini berwarna putih dan bersinar seperti marmer. Gua ini sangatlah menakjubkan ... terlihat tidak nyata dan bernilai miliaran atau mungkin trilliunan? Setahuku harga marmer mahal sekali ....
Di tengah-tengah gua, ada sebuah batu berbentuk persegi panjang yang cukup besar. Batu itu dikelilingi oleh asap es yang tidak akan pernah hilang. Walau batu itu tampak seperti es solid yang manusia mana pun tidak akan tahan untuk menyentuhnya selama lebih dari satu menit, batu itu sebenarnya cukup aman. Dalam novel, kalau tidak salah batu itu disebutkan sekali, yaitu pada adegan ketika tokoh utama perempuan sedang terluka berat dan dia memulihkan kondisinya dengan cara berbaring di atas batu itu. Batu itu sebenarnya tidak dapat menyembuhkan luka, hanya berfungsi untuk memulihkan mana. Tokoh utama perempuan kehilangan sebagian besar dari mananya setelah tidak sengaja terlibat dalam perkelahian melawan Raja Iblis. Hal-hal milik orang suci tentu di atas luar biasa. Pemulihan mana oleh batu itu terjadi dalam sekejap. Tokoh utama perempuan menyembuhkan dirinya sendiri menggunakan kekuatan sucinya begitu mananya terisi.
Aku berjalan menuju batu itu. Sebelum berbaring di atasnya, aku melepas semua hal yang melekat di tubuhku. Aku tidak memiliki kebiasaan tidur telanjang sebelumnya, ini adalah kebiasaan milik Aeris yang kemudian aku ikuti. Kontras dengan apa yang kelihatannya dingin, begitu aku membaringkan tubuh, rasa hangat langsung menyelimuti kulitku dan menerobos ke setiap titik energi.
__ADS_1
Sepertinya aku lupa memberi tahu kalian bahwa batu ini adalah satu-satunya tempat tidur di kamar---aku lebih suka menyebutnya dengan gua---orang suci. Batu ini juga tidak bisa ditempati oleh sembarang orang. Orang itu minimal harus memiliki kekuatan yang setara dengan orang suci untuk bisa mengubah suhu dingin yang dihasilkan oleh batu menjadi kehangatan. Jika tidak, alih-alih membawa manfaat, energi yang dipancarkan oleh batu akan menghancurkan organ dalammu.
Kedua mataku memang terpejam, tetapi aku tidak berancana untuk tidur, ngomong-ngomong. Lagi pula, orang suci tidak perlu tidur. Lebih tepatnya, orang suci tidak perlu hal-hal yang bersifat duniawi untuk dapat terus hidup. Orang suci ... mereka manusia, tetapi dalam waktu yang sama mereka juga bukan. Sebenarnya mereka juga perlu makan dan mengeluarkan kotoran, tetapi apa yang mereka makan dan keluarkan sedikit berbeda. Orang suci makan energi, tetapi aku tidak tahu energi apa itu. Yang jelas, dengan aku berbaring di atas batu ini, bisa dibilang aku sedang makan. Kemudian, orang suci mengeluarkan segala jenis kotoran yang ada di dalam tubuh dengan cara berendam di kolam ajaib---sebut saja seperti ini. Jika air kolam ajaib itu menjadi semakin hitam dan bau, semakin banyak pula kotoran di tubuhmu. Kotoran di sini aku pikir hal-hal yang terkait dengan alam fana. Pernah satu kali, air kolam ajaib yang biasanya hampir tidak berwarna ketika aku menceburkan diri, menjadi sedikit hitam karena pada hari itu aku habis makan roti---jangan tanya bagaimana aku bisa mendapatkannya, cerita yang cukup panjang dan tidak menarik.
Sebagai perempuan berusia 25 tahun yang terbiasa hidup di bumi abad ke-21, maklum saja jika hidup tanpa ponsel dan internet terdengar sangat mengerikan di telinga. Pada awal-awal aku datang ke dunia ini, aku benar-benar bosan sampai mati. Aku hanya memiliki kepribadian yang menyendiri, oke? Bukan berarti aku suka tidur dan tidak melakukan apa-apa. Untungnya, aku menjadi Aeris. Setidaknya, kesendirianku di gua penuh dengan eksplorasi mantra yang sama sekali tidak ada di duniaku sebelumnya! Mari aku tunjukkan beberapa trik!
Aku menggumamkan beberapa kata sambil bangkit dari tidurku. Tak lama, sebuah harpa kecil berlapis emas berbentuk U pun muncul di tanganku dari ketiadaan.
Maaf, untuk saat ini aku hanya bisa melakukan kedua trik itu. Sama seperti kalian, awalnya aku juga mengira bahwa aku hanya cukup membayangkan suatu objek dengan sekuat tenaga dan ta-da, mantraku berhasil! Tidak semudah itu kawan, ternyata masih ada hal lain. Aku sendiri masih belum mengerti apa itu. Aku bisa melakukan kedua mantra tersebut tanpa dilakukan oleh 'hal itu' sebenarnya merupakan keberuntunganku.
__ADS_1
Aku tidak tahu afinitas suci apa yang Aeris miliki. Bagaimana aku bisa mengetahuinya jika aku saja masih belum tahu caranya .... Dalam novel, hanya diceritakan milik tokoh utama perempuan dan itu adalah tipe ruang. Afinitas suci ini adalah yang terkuat karena dengan memilikinya, tokoh utama perempuan dapat memanipulasi beberapa afinitas yang semua afinitas lain tidak dapat lakukan. Dia dapat memanipulasi afinitas ruang itu sendiri, waktu, dan roh. Tiga afinitas suci, sungguh serakah! Maka dari itu, aku tidak terlalu suka novel itu! Dia terlalu Mary Sue.
Dalam gua, ada sebuah kolam. Kolam ini dangkal, tetapi cukup dalam untuk berenang dan bermain air. Aku sama sekali tidak bisa berenang, untungnya Aeris bisa.
Aku menatap seorang perempuan yang balik menatapku di tepi kolam dengan tatapan rumit. Kalian tahu, aku benar-benar berpikir bahwa keadaanku saat ini adalah hadiah dari Tuhan atas ketidakadilan yang benar-benar tidak seberapa di kehidupanku sebelumnya. Karakter Aeris benar-benar karakter impianku. Semua hal yang tidak aku miliki, Aeris memilikinya. Semua hal yang tidak dapat aku lakukan, Aeris dapat melakukannya. Aku masih ragu apakah aku sebenarnya sedang bermimpi ... siapa yang tahu bahwa sebenarnya aku belum mati, tetapi aku hanya koma?
Akan tetapi ....
Byurr
__ADS_1
Rasa dingin air kolam ajaib ini benar-benar menyentuh setiap inci sarafku ....