Bukan Novel Romansa Dalan Kuil Suci

Bukan Novel Romansa Dalan Kuil Suci
7


__ADS_3

Aku beri tahu sekali lagi, aku sama sekali tidak menerima ingatan milik Aeris, sehingga aku tidak bisa memverifikasi apakah dia dan putra mahkota memang cukup 'dekat'. Namun, aku pikir putra mahkota tidak akan bercerita sesuatu yang ngawur di hadapan Aeris langsung, menimbang fakta bahwa Aeris bukanlah sembarang manusia. Dia mungkin manusia yang terkuat di dunia ini sebelum kemunculan tokoh utama perempuan tentunya. Kalau mau, dia bisa saja membunuh putra mahkota, sebuah karakter yang bahkan tidak disebutkan dalam novel, karena berbicara omong kosong.


Kemudian, soal putra mahkota yang memperkenalkan dirinya, terlepas dari Aeris sudah bertemu dengannya lebih dari sepuluh kali, aku pikir ia melakukannya karena formalitas, sama seperti penjaga-penjaga kastel tadi. Selain itu, aku tidak begitu yakin bahwa Aeris akan mengingat wajah dan nama putra mahkota. Setelah satu tahun menjadi Aeris, aku tidak berpikir bahwa dia 'peduli' dengan orang lain. Dia adalah tipe yang dingin dan tak tersentuh. Selain itu, kesempatan dia berkeliling seluruh kerajaan hanya datang satu kali dalam satu tahun, sudah termasuk menemui keluarga kerajaan dan mereka yang ingin ditemui orang suci. Aku sendiri saja sudah lupa wajah dan nama dari beberapa teman sekelas waktu SMA, padahal kami satu kelas selama tiga tahun. Apalagi ini, yang hanya bertemu satu kali selama satu tahun.


Aku melontarkan mantra dengan lirih dan satu set pakaian ala dewi Yunani di tubuhku pun digantikan oleh piama. Sebelum berbaring ke tempat tidur, aku merapalkan mantra pembersih kotoran di tubuh. Lelah? Tidak. Aku hanya sekedar berbaring, bertanya-tanya apakah jiwaku perlahan-lahan berintegrasi dengan jiwa Aeris karena aku sekarang benar-benar merindukan guaku .... Sebenarnya, kehidupanku di gua sedikit lebih menyenangkan karena aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa diintervensi oleh 'hal itu' dan aku dapat dengan bebas bereksperimen dengan mantra.


Tunggu sebentar ... Aeris telah bertemu dengan putra mahkota sebagai orang suci lebih dari sepuluh kali. Ini berarti, Aeris telah menjadi orang suci selama lebih dari sepuluh tahun. Hmm ... tidakkah orang-orang Kuil Suci curiga?  Tindakanku tidak sepenuhnya dikendalikan oleh 'hal itu' dan kepribadianku sendiri tidak sama dengan Aeris. Aku yakin aku pasti pernah tidak berperilaku sesuai dengan karakter Aeris di hadapan mereka.


Akan tetapi, aku pikir selama ini aku cukup baik dalam beradaptasi dengan karakter Aeris. Maksudku, bagaimana mereka akan melihatku OOC jika selama satu tahun ini aku baru 52 kali keluar dari gua ....


Ngomong-ngomong, tokoh utama perempuan adalah satu-satunya keturunan langsung dari raja, sedangkan tokoh utama laki-laki adalah binatang roh kuno yang kuat dan pintar, serta dapat berubah bentuk menjadi manusia. Maka dari itu, tanpa peran Aeris, novel itu tidak akan berjudul Romansa dalam Kuil Suci, melainkan Cinta Rahasia dalam Istana .... Disebutkan juga siapa nama ayahnya dan itu bukan Xavier. Tokoh ini sama sekali tidak disebutkan dalam novel. Jadi, dia haruslah menjadi generasi yang lebih tua dari ayah tokoh utama perempuan. Bisa jadi ayahnya adalah keturunan lurus ke bawah derajat n, keturunan menyamping ke bawah derajat n, atau malah tidak memiliki hubungan darah sama sekali.

__ADS_1


Dalam novel disebutkan bahwa orang suci harus mengabdikan dirinya pada Kuil Suci sampai kandidat baru muncul. Tokoh utama perempuan terpilih menjadi orang suci ketika dia sudah sedikit besar. Sebagai seorang gadis muda manusia yang telah terbiasa dengan kehidupan duniawi senikmat yang bisa dia dapatkan sebagai anak satu-satunya dan dicintai oleh raja, tentunya dia mengalami gegar budaya pada tahun-tahun pertama dalam menjalankan perannya sebagai orang suci. Kehidupan orang suci digambarkan oleh tokoh utama perempuan sebagai kehidupan yang monoton dan penuh dengan tanggung jawab yang sangat besar. Aku sangat setuju!


Untungnya, tidak ada larangan bagi orang suci untuk membawa siapa pun ke Kuil Suci, kehidupan tokoh utama perempuan di sana setidaknya tidak terlalu membosankan. Dia membawa binatang rohnya alias tokoh utama laki-laki, yang sudah dia anggap sebagai teman sendiri. Untuk Aeris, aku juga tidak tahu mengapa dia hanya seorang diri di Kuil Suci. Tidak diceritakan dalam novel, tetapi asumsiku adalah dia dulunya seorang pengemis tanpa kerabat dan kawan di jalanan.


Kemudian pada suatu hari, tokoh utama perempuan mendapatkan pencerahan---berbicara langsung dengan dewa. Kejadian itu membuat pribadinya berubah cukup signifikan. Dia masih sama naif dan cerianya, tetapi pribadinya yang manja telah pergi. Pendapatnya tentang orang suci, Kuil Suci, dan hal-hal yang berhubungan, benar-benar berbalik 180 derajat. Dia yang dulunya benci dengan takdirnya sebagai orang suci karena tidak tahan dengan tugas yang begitu besar, menjadi sangat beriman.


Dalam sela-sela pikiranku, aku mendengar beberapa bunyi sepatu yang beradu dengan lantai di luar kamar. Sepertinya mereka adalah pelayan yang diinstruksikan oleh putra mahkota. Bunyi itu tidak terdengar keras, memang keenam panca indera Aeris saja yang sensitif. Tentu saja kondisi fisik orang suci di atas orang biasa, abaikan saja tentang aku yang selalu kecapekan ketika menaiki tangga menuju guaku .... Aku juga tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi, tetapi hipotesaku hanya satu, yaitu ada yang aneh dengan tangga itu. Keistimewaan tangga itu tidak disebutkan dalam novel, tetapi, sebagai satu-satunya jalan menuju kediaman orang suci, tangga itu seharusnya tidak akan menjadi tangga biasa. Lagipula, dunia ini sepertinya jauh lebih masuk akal dan rumit daripada yang digambarkan dalam novel, membuatku berpikir bahwa dunia ini sebenarnya ada, tetapi tidak satu alam semesta dengan bumi, dan memiliki aturannnya sendiri.


Dunia ini memang ada sihir, makhluk abadi, dan makhluk-makhluk lain seperti iblis, hantu, dsb. Hal-hal ini tentu jauh dari kata masuk akal, jika kalian menggunakan logika rasionalitas bumi. Yang aku maksud dengan masuk akal di sini adalah segala sesuatu di dunia ini tidak serta-merta muncul tanpa alasan yang jelas, ada hubungan sebab-akibat.


Akan tetapi, siapa tahu bahwa logika dunia ini akan rusak ketika plot asli dimulai .... Lagi pula, dunia ini adalah dunia novel berjudul Romansa dalam Kuil Suci yang ditulis oleh Marianna.

__ADS_1


Mungkin akunya saja yang terlalu banyak berpikir. Dalam satu tahun belakangan ini aku benar-benar memfungsikan otakku lebih keras dari sebelumnya. Semenjak aku memasuki dunia ini, aku memang lebih banyak berpikir, terutama soal dunia paralel dan jiwa manusia---terutama eksistensi jiwaku.


Seperti;


Siapa aku sebenarnya? Jangan-jangan Aeris adalah aku versi dunia ini ....


Aku ini apa? Jangan-jangan aku adalah sebuah boneka yang menumbuhkan kesadarannya sendiri ....


Masih banyak lagi.


Lama-lama aku bisa menjadi ahli filsuf, haha.

__ADS_1


__ADS_2