
Hari ini tiba saatnya keberangkatan sang suami ke Negara XX . Shane mengantar sampai depan rumah, setelah semua selesai dia langsung beranjak ke kamar dan bersiap akan kekantor. Hari ini bertepatan diadakan rapat Konferensi , hari yang dimana para direktor utama dan pemegang Saham akan berdiskusi tentang langkah kedepannya lalu menghitung hasil dan kerugian yang terjadi. Walaupun jika 3% kerugian, itu merupakan angka yang cukup fantastis bagi para investor.
Shane ,entah kenapa hatinya kosong. Berulang kali dia melihat handphone berharap sang suami. Ups, Arbechio atau Chio memberinya kabar. Nihil tak ada satupun pesan.
Apa dia mati? Atau kecelakaan Ahggg... masa bodoh dengan lelaki itu
Shane berusaha menetralkan fikirannya,bahkan saat sang sekretaris, Zardin mempresentasikan pendapat para insvestor Shane hanya mengerutkan alisnya. Zardin yang melihat bosnya seperti kebingungan berusaha menyadarkan nya dengan melambaikan tangan beberapa kali kearah wanita yg berada tak jauh dari layar LCD ddepannya.
Apa kami salah? **Ha***bislah aku. nyonya tolong fokuslah , apa kau memikirkan suamimu itu
Zardin* . Dia pasti sudah tau ,karna biasa suami bosnya ikut mengantarnya kekantor tapi berbeda dengan pagi ini , bosnya hanya bersama sang supir pribadi. Ia menyadarkan bosnya dengan menepuk bahu wanita itu.
" Haa, apa ? " Tanya shane melongo
Ia sadar semua mata padanya ,menatap aneh . Kemana shane yang perfeksionis itu?
*apakah dia hamil,mengapa dia tidak konsentrasi
ahh jangan jangan dia sedang memikirkan Tuan Arbechio
Ia Nyonya pasti kau rindu suamimu kan*
kasak kusuk terdengar d telinga shane. Zardin hanya tersenyum melihat bosnya menampilkan wajah memerah karna malu atau hahahaha tidak bisa d jelaskan.
kapan lagi bukan ,melihat seorang Shane memerah
" Ehem ehem" shane berusaha memulihkan konsentrasinya kembali,seketika ruangan kembali tenang. Belom lagi wajah serius yang d tampilkan wanita itu.
Bagaimana bisa seorang shanette memperlihatkan celah nya dihadapan rekan bisnis ,apalagi dia istri dari keluarga terpandang Arbechio.
Gila , bisa mati aku krna malu
kenapa aku harus memikirkannya coba.. come on shane
shane kembali menjadi fokus dan menyelesaikan rapat hari ini.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah memasuki jam makan siang , bahkan sang suami belom memberi kabar. Biasanya sang suami akan selalu mengirimi pesan padanya dan tak lupa kata kata manis padanya. Tapi coba lihat ,sekarang tidak ada.
Bahkan untuk mengingatkan makan siangpun tidak.
" Apa dia sesibuk itu? atau dia sudah bosan denganku. ahhh ,Gilaa!! persetan dengannya "
shane langsung menghubungi asistennya untuk membelikan makan siangnya. Dia lapar ,mungkin karna itu juga shane tidak bisa konsentrasi. Setelah 45 menit makanan datang,tak lupa dia berterimakasih dan menyuruh sang asisten istirahat menikmati makan siang
..."Baik bu,jika ada sesuatu langsung hubungi saya buk "...
shane hanya mengangguk tersenyum mengiyakan sang asisten berbicara. Sudah berapa lama pikirnya. Ah 7 Tahun mengabdi padaku namun Zardin tak pernah mengeluh. Bahkan dia lebih memahami karakterku melebihi diriku saat sedang tidak baik baik saja.
drrtttt....drtttt....drtttt.....
Shane melihat handphonenya, seutas senyum terbit dari bibir manisnya. Videocall sang suami 'akhirnya' Batin shane
Tanpa sadar Shane tersenyum begitu indah saat panggilan tersambung.
*coba lihat,dia tersenyum begitu manis. Padahal sebelumnya tidak pernah
" mmmm kenapa hanya diam, kau baik baik saja ? ". Tanya shane,bahkan dia tak sadar telah membuat suaminya bingung
" aku baik baik saja. Apa kau sudah makan shane ? "
aaaaaa dia bahkan tidak pernah lupa memanggilku. Apa ini? aku gila
"Shane " panggil chio lagi ,pasalnya dia hanya tersenyum terus menerus
". ahh ia ia ,aa apaa. Aku sudah makan. Bagaimana dgnmu ?"
o demi spongeboob apa ini
shane.
__ADS_1
" sudah shane,baik baik dsana. Tunggu aku pulang. Akan aku usahakan pulang cepat "
Obrolan panjang itu terus berlanjut hingga 30 menit dan berakhir dengan kata manis
"Aku mencintaimu shane " Yang hanya d balas senyuman dari Shane. Itu berhasil membuat shane bagaikan kepiting rebus memerah hingga mengundang gelak tawa sang suami dari sebrang sana.
Ini memalukan ,aku bahkan bisa bertanya tanpa canggung padanya. Tidak,ini wajarkan dilakukan istri kepadamu suami. Bahkan kau sudah anggapnya suami Shane. Entah kenapa shane merasa sedikit tenang setelah dapat kabar dari suaminya. Hingga waktu menjelang malam shane baru tiba dirumah. Hari ini melelahkan karna rapat dan juga penutupan akhir bulan. Dia harus turun tangan sendiri memeriksa agar tidak ada kesalahan dalam perusahaannya. Sebegitu perfeksionis nya Shane ,padahal bisa saja zardin mengerjakannya. Namun shane memilih ikut andil didalamnya. Bagaimanapun perusahaan itu besar d tangan shane. Jadi jangan sampai hancur karna kesalahan kecil yang mengakibatkan ratusan karyawan kehilangan penghasilannya.
...****************...
Waktu terus berputar hingga sudah 5 hari sang suami berada jauh dari Shane. Hilang
Tentu,itulah yang dirasakan Shane. Kosong dan sepi,biasanya sang suami akan memperhatikannya dari bangun tidur hingga dia pulang. Setidaknya pernah beberapa kali Shane tidur bersandar d bahu sang suami ketika berada didalam mobil ketika sang suami menjemputnya pulang lembur.
" Shane,bangunlah ! Makan dulu kemudian bersihkan badanmu lalu lanjutkan tidurmu shane "
Ucap chio ketika sudah menggendong sang istri kedalam kamar mereka.
" mmm.. sebentar lagi aku lelah " jawab shane dengan mata masih tertutup
inilah alasanku melarangmu terus berkeliaran shane,jika kerja saja sudah lelah begini sampai tak ingat makan
Arbechio ,lelaki dengan kesabaran ekstra terus menunggu sang istri bangun. Setelah membersihkan badan nya,chio kembali dan melihat shane baru terbangun. Dia dengan telaten mengambilkan makan dan menyiapkan air hangat untuk mandi sang istri.
Sebulir air mata jatuh dari pipi shane manakala ia mengingat satu persatu kebaikan sang suami yang begitu lemah lembut dan tak pernah sekalipun kasar padanya. Bahkan shane tak pernah perduli,jangankan perduli. Senyum pun tidak, bahkan saat sang suami begitu lembut padanya.
Berdosakah aku, kenapa aku menangis
Inikah namanya kosong. Bukankah selama ini begitu,kenapa baru sekarang?
aku bahkan merindukannya,kenapa??
3 Tahun,sudah 3 Tahun aku berlaku tidak adil padanya! Bahkan saat dia terluka aku juga tidak menyadarinya
Ya .. jika begini saja aku sudah terluka ,lalu bagaimana dengannya yang sudah 3 tahun aku abaikan? oh Tuhan sesakit ini kah
__ADS_1
Arbechio
Achazia abercio. I MISS YOU SO BADLY