Butir Butir Kelopak Cinta

Butir Butir Kelopak Cinta
Awal yang manis


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu hubungan komunikasi suami istri itu semakin membaik. Yang biasa tak pernah ada obrolan kini penuh obrolan meskipun obrolan ringan seperti saat ini mereka tengah duduk berdua d sofa sambil memakan cemilan yang disediakan asisten rumahtangga mereka


"Shane, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Chio memberanikan diri bertanya


" Tanyakan saja" Balas shane


" Kenapa selama 3 tahun kita menikah kamu begitu dingin padaku. Apakah karna kita d jodohkan? Atau karna kamu punya kekasih lain ?"


Chio benar benar ingin menanyakan ini sudah lama


Maaf aku sudah siap jika kamu membenciku lagi krna pertanyaan bodoh ini


" mmm itu sebenarnya aku tidak harus bagaimana. Aku terbiasa sendiri bahkan papa dan mama tidak begitu dekat denganku, mereka sibuk dengan bisnis mereka. Dan kalau masalah pacar aku bahkan sama sekali tak pernah berpacaran " Jelas Shane setengah mati menahan malu didepan chio.


Ia malu karna teman temannya dulu juga mengatakan bahwa shane adalah wanita kaku seperti kayu . Tapi bak angin semua omongan mereka shane tak pernah ambil hati


hahahaha Apakah aku first love mu?


...Chio chio...


" Ah berarti aku yang pertama atau bisakah aku menjadi first love ?" Chio bertanya penuh harap pada istrinya itu


" A aku rasa .. Entahlah aku juga tidak tau apa dan bagaimana cinta. Aku hanya besar dan tumbuh dikelilingi harta " Shane meremas tangannya sambil menunduk


chio langsung memeluk Shane. Sakit rasa jika selama ini sebagai suami selalu menganggap Shane yang mempunya lelaki lain karna tak pernah menganggapnya suami. Dan sekarang ia faham kenapa semua begini.


"Maaf maafkan aku Shane selama ini aku fikir kau punya kekasih. Aku selalu sabar menunggumu mencintaiku dan izinkan aku memberimu cinta dan kasih sayang. Bisakah kita mulai dari awal dan menulis cerita baru dalam hubungan kita ini ?" Ucap chio tulus


chio kau memang sempurna. Aku tak tau jika bukan padamu ,mungkin lelaki lain maka selesai sudah hubungan rumahtanggaku.


"Terimakasih Chio. Maafkan aku yang tak pernah berlaku layaknya istri dan aku juga selalu mengacuhkanmu " Perlahan shane membalas pelukan suaminya


Tuhan jika memang dia ,bolehkah aku meminta sesuatu. Hadirkanlah BUTIR BUTIR KELOPAK CINTA *pada*ku


Shane berdoa semoga inilah yang terbaik. Dia akan memulai semuanya dari awal lagi. Shane selama ini salah , dia mengira chio baik padanya karna sebuah formalitas sebagai suami bukan ketulusan dari hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini mereka akan memulai aktivitasnya seperti biasa. Tapi ,tunggu dulu !!


Kemana Shane ,kenapa dia tak ada d kamar


apa dia pergi sendiri

__ADS_1


Chio tak melihat istri manisnya dari tadi, Chio sekarang sedang memegang dasi namun istrinya tak keliatan batang hidungnya.


" sayang sayang kau dimana ?" Chio turun kebawah mencari istrinya..


" Aku dsini ,kenapa buru buru begitu"


shane keluar dari dapur membawa 2 piring Sarapan dan meletakkan ke meja. Kaget ,sejak kapan istrinya bisa didapur. Pikir chio y anggap lah ini hal yang baik bukan?


Chio tersenyum menghampiri shane


" Tolong pasangkan dasi ku sayang"


pinta chio menyodorkan dasinya


shane senyum senyum sambil memasangkan dasi suaminya. Untung saja dia memakai high heels jadi tidak terlalu sulit sebab tinggi mereka berbeda 10 cm kurang lebihnya. Chio dengan manjanya memeluk pinggang sang istrinya.


*Ahhh chio berhentilah membuatku berbunga kau selalu saja berlaku manis padaku


"Terimakasih manisku " ucap chio*


shane memerah sekarang, bahkan setelah selesai memasang dasi sang suami malah mengecup pipinya.


" Berhenti ,ayo sarapan. Nanti terlambat "


Shane menarik tangan suaminya. Ia malu y


" Oh ya Shane, nanti siang aku akan menjemputmu makan siang. Kau tidak keberatan kan?"


Tanya chio disela sela makan mereka Memastikan bahwa shane selalu nyaman adalah hal pertama yang selalu chio lakukan


" Ya silahkan saja" walau masih kaku shane tidak menolak ajakan suaminya


setelah sarapan mereka berdua bersiap siap untuk berangkat dan seperti biasa Chio membuka kan pintu mobil sang istri. Lalu menyusul dari pintu samping,namun kali ini begitu ia masuk langsung di sambut senyuman hangat dari shane.


Mereka berangkat bersama,bahkan sang suami selalu menggenggam tangan istri nya itu. Sang supir hanya senyum senyum memperhatikan bosnya yang biasa tak ada interaksi atau sentuhan fisik sekarang menjadi manis dan berharap semoga semua akan membaik seperti hubungan pasangan lainnya. Sekarang Shane sudah sampai didepan perusahaan nya


" Hati hati y aku tunggu kabar jam makan siang " ucap shane


'CUP'


Chio mengecup kening shane membuat shane terkejut


" Ya sayang. Jangan terlalu lelah , atau aku tidak akan mengizinkan mu bekerja" chio mulai posesif

__ADS_1


shane hanya tersenyum lalu melangkah keluar mobil. Ia menunggu mobil sang suami hilang dari hadapannya. Sekretaris Zardin sudah ready dibelakang bosnya untuk membawa ke lantai atas.


Bahkan ketika memasuki lift pun Shane terus saja tersenyum samar.


*Apa bos baik baik saja. sepertinya anda terlihat sangat senang nyonya


semoga hubungan kalian membaik


aku berharap akan ada anak kecil yang memanggilku paman secepatnya*


Zardin tak habis pikir terjauh sekali harapannya. Semoga saja menjadi kenyataan. Amin


Setelah Shane masuk ke ruangannya dan Zardin mulai aktivitas memasuki ruangan miliknya. 15 menit kemudian Zardin datang kembali


" tok tok "


"masuk"


shane menyahut tanpa melihat ,sudah pasti Zardin pikirnya. Benar saja


" Bu,ini berkas berkas yang harus ditandatangi dan ini hasil laporan yang ibu minta kemarin " Zardin menyodorkan beberapa map warna warni kehadapan Shane kemudian undur diri. Karna apa? Karna sang perfeksionis akan memakan waktu lama. Dia akan meneliti ujung pangkal hingga detail terkecil sekalipun


Shane memperhatikan satu persatu dan memeriksa sedetail mungkin. Jangan ada yang terselip. Bisa fatal resikonya


Shane yang selalu menemukan cacat bahkan sekecil apapun membuat karyawan yang bekerja harus ekstra teliti. Pernah sekali ketika laporan keuangan mengalami kesalahan dalam menulis laporan. Shane menghukumnya lembur dan memotong 35% gajinya. Terkesan kejam tapi itulah Shane.


Tak ada toleransi dalam pekerjaan. Jika karyawannya bagus ia juga akan memberikan bonus tambahan bagi pekerjanya. Zardin sudah faham karakter bosnya ,baginya itu tidak kejam. Bukankah disiplin perlu dalam segala hal. Jika tak disiplin mau jadi apa kedepannya ,bisa d pastikan hancur semua dan akan jadi sia sia .


zardin menunggu d panggil kembali sambil mengerjakan yang lainnya. Hari ini sedikit lapang hanya perlu beberapa pertemuan pada siang nanti setelah jam makan siang. Karna bu bos nya berpesan jika jam makan siang dia akan keluar bersama sang suami


'Zardin kosongkan jam makan siang dan undur pertemuan di jam setelahnya karna aku harus makan siang diluar bersama suamiku'


Shane berkata saat mereka berjalan menuju ruangannya


" Baik bu " Zardin tersenyum dibelakang bosnya. Dia pikir hubungannya mereka sudah sangat membaik, karna sebelumnya dia yang selalu membelikan makan siang mengantarnya keruangan bu bosnya.


drt..ddrtttt....ddrtt..


Sang suami menelpon melalu videocall


" Shane ,minum air putih yang cukup jangan terlalu berpikir keras atas pekerjaanmu. Sebentar lagi aku akan datang menjemputmu"


chio sudah seperti Ayah mengoceh lada anaknya

__ADS_1


" ya baik baiklah. Aku menunggumu,aku akan menyelesaikan semua dengan cepat "


shane terus tersenyum sambil terus membalas ucapan suami nya hingga panggilan berakhir .


__ADS_2