
" Shane hari ini aku tak bisa menjemputmu pulang, aku ada pertemuan sore ini dengan clientku. Kau tidak masalah kan? aku akan minta supir menjemputmu seperti biasa "
satu jam sebelum jam kerja selesai Chio menelpon Shane
" Baiklah, jangan khawatirkan aku. Setelah semua selesai aku langsung pulang kerumah menunggumu "
jawab Shane
menunggu ku
senyuman chio seketika terbit mendengar jawaban Shane
" Terimakasih ,kabarin aku ya . Aku tutup dulu telponnya"
tut..
Shane bersiap turun kelantai bawah begitu ia sampai sang supir sudah terlihat menunggunya
" Maaf y pak lama nunggu saya " ujar Shane
" enggak kok non bapak juga baru sampai, mari non "
Balas sang supir ,ia membuka kan pintu lalu duduk didepan kemudi.Mobil melaju membelah kemacetan sore hari dimana langit tampak berwarna jingga cahaya nya bahkan masih menilisik sang penduduk bumi
Ketika di lampu merah di persimpangan Shane menolah kesebelah kanan ,kebetulan ada restoran ia tertawa melihat seorang anak kecil menggemaskan di pangkuan sang Ayah hingga tanpa sengaja ia melihat suaminya bersama wanita lain mereka tengah tertawa bahagia seperti sepasang kekasih.
apa apaan ini? ini alasan dia tak bisa menjemputku
kenapa tidak jujur saja jika ingin ketemu wanita lain
Arbechioo
Shane mengepalkan tangan mencengkram pahanya hingga rok skirt yang digunakannya tampak kusut. Rasa panas menyelubungi hatinya. Shane benar benar tak menyukai pemandangan didepannya
Shane ingin turun namun seketika mobil kembali berjalan membuatnya tersentak
Begitu sampai rumah ia tampak murung beberapa pelayan juga keheranan melihat majikan mereka biasa tersenyum mereka berpikir mungkin lelah banyak pekerjaan
Shane langsung naik ke lantai dua membersihkan diri dan langsung turun makan setelah itu langsung kembali ke kamarnya tanpa menunggu Chio pulang.
Waktu terus berjalan detik berganti menit hingga malam tiba namun tak ada tanda tanda Chio pulang bahkan tak ada kabar darinya. Shane masih mematung melihat handphonenya namun nihil tak ada satupun pesan dari suami
" sudah jam 8 malam dia belum juga kembali, sebegitu bahagianya mereka sampai lupa pulang " ucap Shane dia tampak gelisah
Terdengar deruman mobil dari jendela kamarnya. Ia melongo keluar ternyata Chio baru kembali
Chio yang saat itu baru masuk keheranan melihat rumah sepi bahkan ruang makan hanya menyala 2 lampu menandakan masih ada sisa makanan di meja
" Bi.. bibi " panggil chio " Shane sudah makan? Makannya kenapa masih banyak dimeja?" tanya Chio
" iya Tuan, Nona sudah makan. Ini makanan sengaja d tinggalkan untuk Tuan" jawab bibi
" Syukurlah,aku sudah makan bi. Simpan saja makanannya"
" baik Tuan"
Chio melesat naik ia tak sabar melihat sang istri. Sudah rindu dengan pemilik senyuman manis itu. Ia membuka pintu kamar namun keningnya berkerut
terkunci gumamnya
tok tok tok tok
__ADS_1
"Shane buka pintunya sayang,kenapa di kunci"
Chio berkali kali mengetok dan memutar gagang pintu namun tak ada jawaban
*Hening.
Apa shane tertidur*
fikirnya
" Shane shane buka pintu sayang atau aku akan mendobraknya " lagi lagi Chio memanggil
Shane seakan tuli ia hanya menutup mata ia berdiri di balkon kamar nya mengadap bintang bintang dilangit yang cerah . Bukan ia tak dengar tapi rasa kesal itu masih ada di hati.
Rasakan kau chio. Tidurlah di luar
antara kesal dan sedih bercampur menjadi satu menyelimuti Shane tak tau berapa lama sudah terlewati
Tiba tiba sebuah tangan menyelip dipinggang Shane membuatnya terlonjak hampir saja ia pingsan jika chio tak berada di belakangnya
bagaimana bisa dia masuk
bahkan Chio meletakkan dagunya dikepala Shane
" kenapa kau tidak buka pintu? Apa aku salah, kenapa Shane katakanlah? Aku khawatir terjadi sesuatu kepadamu. Untung saja bibi punya kunci cadangan jika tidak bisa dipastikan pintunya rusak"
Jelas Chio membuat Shane faham sekarang
" Aku tidak dengar " Shane menjawab tanpa melirik Chio sedikitpun
cup
Chio mengecup pipi shane
sebentar katamu hmm
batin Shane
" laki laki atau perempuan?"
pertanyaan Shane membuat Chio tersenyum
"keduanya sayang,apa kau cemburu?" ucapnya menggoda Shane
kini posisi mereka sudah bersebelahan,Chio tampak senang melihat ekspresi kesal Shane
" ahh aku faham sekarang jangan jangan kau sengaja kan mengunci pintunya " tanya chio
ia bisa melihat wajah istrinya memerah sekarang
"tidak ,sudah lah ayo masuk bersihkan dirimu". ucap Shane melangkah masuk meninggalkan suaminya dan langsung naik ke tempat tidur bahkan ia sudah menggulung diri dalam selimut
dia manis sekali saat sedang cemburu
chio langsung melesat kekamar mandi
......................
Setelah selesai ia merebahkan dirinya disebelah Shane, ia juga tau Shane berpura pura tidur . Bulu matanya jelas tampak bergerak
pffttt.. Chio menahan tawanya
__ADS_1
" Sayang kau tidak ingin dengar aku akan menceritakan siapa yang aku temui tadi?" tanya chio
hening ...
" Baiklah aku rasa wanita tadi lumayan cantik ,rambut nya harum dan "..
bug bug bug .
Belum selesai bicara Shane memukulinya dengan guling
" Dasar kau yah tidak tau malu ,sudah punya istri masih saja kegatalan diluar sana "
bug bug bug..
dada shane naik turun ia membabi buta memukuli suaminya
" sayang sayang hentikan sayang,aku akan jelaskan " Chio menahan pukulan demi pukulan gila bisa bisa mandi kapuk mereka sebentar lagi
"kau enak enak kan jalan bersama perempuan itu kau kau dasarrrr kauu yahh ihhh"
shane masih memukuli chio
Greep ... krekk
Guling sudah dibuang dan Shane sudah dalam pelukan Chio walaupun meronta ronta namun sedikitpun tak ada celah bagi Shane untuk melepaskan diri. Chio semakin erat memeluk nya
" hutss.. sayang sayang jangan seperti ini" ia menahan tangan Shane " Dengarkan aku " ia mengelus rambut Shane "wanita yang aku temui tadi Dianita nama wanita itu ,Dianita sepupuku yang baru kembali dari Paris. Kami tidak sengaja bertemu d restoran yang sama saat aku bertemu client ku tadi "
Shane menatap Chio tajam
" Aku tidak bohong, aku tidak mungkin selingkuh darimu yang manis ini" goda chio mencolek dagu Shane
Chio menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Shane diam saja mendengarkan ia sudah terlanjur emosi bercampur malu
aaaa tolonglah aku malu sekalii
batin Shane
ia menangkup wajah Shane lalu berkata
"Pertahankan aku. Aku tidak akan melukaimu aku tidak bisa berjanji selalu bersamamu setiap saat,namun aku akan berusaha membuatmu bertahan di sampingku aku akan ada saat kau butuh pelukan kehangatan aku akan menemanimu dalam segala keadaan. Kau istriku wanitaku milikku ibu dari anak anakku Auristella Shanette " jelas chio
Shane menatap dalam mata suaminya ,kejujuran yang dicari ia temukan disana. Lelaki yang sudah 3 tahun lebih bersabar dengan sikap dinginnya.
" Maafkan aku,a a aku hanya .."
Shane menunduk ia tak mampu melanjutkan ucapannya
Chio mendekap hangat Shane ia faham istrinya cemburu padanya. Hatinya berbunga bunga kemungkinan besar Shane sudah menyimpan rasa untuknya namun malu berkata
" Ayo tidur ini sudah malam "
shane menyelimuti Shane memeluk istrinya
*Terimakasih suamiku, tetaplah jadi lelaki dan imam seperti ini. Bimbinglah aku supaya kita bersama sama menuju kebahagiaan dunia akhirat.
Tuhan jangan pisahkan aku dengan lelaki sejuta Anugerah Achazhia arbecio
Aku mencintaimu suamiku*
Shane mengelus pipi suaminya yang terlelap entah sejak kapan. Ia bahkan tak bisa tidur setelah kejadian tadi bagaimana bisa ia seceroboh ini . Cemburu yang membabi buta hingga memukuli Chio dengan gulingnya
__ADS_1
Bahkan ia geli sendiri mengingat kejadiaan tadi hingga tanpa sadar ia terlelap dipelukan sang suami