Butir Butir Kelopak Cinta

Butir Butir Kelopak Cinta
independent womem


__ADS_3

Siang ini mereka bertemu di salah satu restoran yang menjadi pilihan keduanya saat akan makan siang. Shane sedang sibuk memilih menu nya sedangkan Chio hanya mengikuti apa yang sang istri pesan


*samakan saja denganmu


aku menyukai apa yang kau sukai


pilihanmu tidak pernah gagal bukan?


"Baiklah*"


Setelah makan datang mereka fokus makan, Shane yang juga akan mengadakan pertemuan dengan client jadi mereka tak banyak berbicara begitupun chio


" nanti aku jemput seperti biasa " ucap chio setelah mereka selesai makan


shane hanya menggangguk sambil tersenyum


"setelah ini apa kau masih ada pertemuan dengan rekan bisnismu?" Tanya chio lagi


" masih ada sekitar 2 pertemuan lagi dan aku akan mengabari jika memang ada lembur" balas shane. Shane yang notabane nya dingin juga tak banyak bertanya pada chio


"baiklah mari aku antar kembali"


Chio menarik pelan tangan Shane berjalan menuju kantor masing masing.


" hati hati dan terimakasih makan siangnya " ucap shane saat sudah tiba d pelataran kantornya


Chio tersenyum mengangguk mengelus kepala Shane.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Halo selamat siang Tuan Darius, perkenalkan saya Zardin sekretaris Nyona Shane" Zardin menjabat tangan mewakili Shane yang memang enggan berjabat tangan saat rekan bisnisnya lelaki.


Entahlah dari dulu juga begitu,wanita es membuat siapapun tertantang melihatnya tak terkecuali Darius saat ini


" Halo Tuan Zardin saya Shane senang bertemu denganmu " Shane mengucapkan sambil memberi salam melalui senyuman dan ucapan serta anggukan diwajahnya


" Ah yah Tuan nona saya Darius senang berkenalan dengan kalian berdua " Darius menyapa balik beberapa saat kemudian ia tersenyum nakal pada Shane bahkan ia tampak seperti sedang memindai Shane dari ujung rambut hingga ujung kaki


" Baiklah mari kita lanjutkan pembicaraan langsung ke intinya. Proyek pembangunan yang akan d lakukan d lokasi XX diperkirakan akan menelan biaya sekitar ***. Dan kita akan memulai dari sebelah utara terdahulu untuk memastikan tonggak dan kokoh ya sebuah tiang penyangga "


Shane terus saja menerangkan detail kerja sama proyek mereka, sementara Zardin mengawasi dan akan berbicara jika rekan menanyakan sesuatu yang belom d fahami oleh nya

__ADS_1


hey matamu tuan dijaga


lihat menjijikkan sekali pandangan itu


kau tidak tau y istri siapa yang kau pandangi sekarang


Achazhia arbecio


Zardin seakan geram melihat Darius yang tak fokus pada topik utama malah memandangi bosnya.


"hmm maaf bos' Zardin berdehem' sepertinya penjelasannya sampai sini saja selebihnya saya yang akan menjelaskan pada Tuan Darius agar beliau lebih nyaman ' Ia melirik Darius lagi' Benar kan Tuan Darius?"


"ya ya ap apa?"


Darius terkesiap sepertinya ia ketangkap basah memandangi Shane bukan malah mendengarkan topik utamanya


"Tidak masalah aku senang Nona Shane menerangkan mm maksudku tuan sekretaris juga tidak masalah jika kau yang mempresentasikan kepadaku " Darius tergagap itu jelas ditangkap oleh Shane ada yang aneh dari gelagat nya


*dasar mata kerbau


lihat yang bening langsung*


sekretaris shane itu tampak tak suka


jelas Shane


"Baik terimakasih. oh ya apa aku boleh meminta nomor telepon Nona Shane? " ucap Darius tanpa canggung


" Maaf saya tidak membahas pekerjaan di nomor pribadi saya Tuan. Jika memang mendesak silakan hubungi nomor yang tertera dikartu ini dan saya permisi" Shane menyodorkan kartu nama nya pada Darius


lalu pamit undur diri bersama Zardin


Hal itu berhasil membuat smirk Darius


'menarik' gumamnya ia juga melesat pergi


kembali ke kantornya. Ia bahkan sudah berencana menyelidiki Shane lebih detail lagi


dia membuatku jatuh karna belom ada yang lepas dari pesona Darius Mette


"oh Nona bisakah aku memilikimu?" Darius terus memikirkan rekan bisnisnya itu sepanjang perjalanan pulang

__ADS_1


Hal yang tak bisa difahami sampai sekarang oleh Shane ia tak mudah tergoda. Sudah puluhan bahkan ratusan lelaki dari zaman sekolah hingga kuliah tak satupun mampu mengalihkan seorang Auristella Shannette


Shane selalu beranggapan lelaki hanya akan mempersulit langkahnya menuju puncak kejayaan. Seperti sang suami , Shane akan faham jika tak diberi kebebasan diluar pekerjaan. Namun jika saat itu Chio juga menghambat karirnya maka di pastikan saat ini mereka tetaplah orang asing


*aku bersedia menikahinya mom tapi satu syarat


katakanlah sayang ' mommy shane menjawab'


jangan halangi aku bekerja


selain dari itu terserah dia saja ,dia bebas melakukan nya sebagai suamiku mom


.'mommy shane lagi lagi tersenyum*'


lalu kemudian berkata kala itu


Suami adalah manusia yang harus ditaati oleh seorang wanita setelah ia menikah. Kedudukan dan hak suami harus didahulukan, bahkan di atas kebutuhan sang istri itu sendiri


Suami Boleh Melarang Istri Tetapi Tidak Melarang Perusahaan


Melarang dalam hal ini bukanlah pengekangan melainkan kesadaran bahwa sebagai suami dia harus mengatur rumah tangganya sedemikian rupa agar istrinya bisa mengurus rumah dan anak-anak


Kala itu mereka sedang duduk menikmati angin sore d taman samping rumah. 2 minggu setelah masa perkenalan Shane dan Chio. Walau hanya beberapa kali mereka keluar berdua itupun tidak lebih dari 4 jam dengan alasan Shane bosan atau Shane akan mengatakan ada banyak pekerjaan yang harus d selesaikan.


*baiklah shane ayo kita pulang kau juga sepertinya terlihat lelah


lain kali kita bisa jalan jalan lagi


aku senang kau ada waktu untukku Shane*


ucapan ucapan chio selalu terngiang d pikiran Shane kala mereka keluar berdua walau sekedar makan


ia menatap wanita tua disebelahnya


"baiklah mom" ucapan Shane saat mommnya memberi nasihat sebelum pernikahan


Nasihat nasihat mommy dan daddy nya selalu shane ingat. Shane sangat perduli dan sayang kepada keduanya,ia juga bnyak belajar jika kesendiriannya bukan hal yang menjadi alasan untuk tidak berkarya


Shane selalu punya prinsip


Jika bukan hari ini kapan lagi, jika bukan dari sekarang kapan lagi aku akan mandiri dan bisa berdiri di kaki ku. Ia belajar bahwa tak selama nya hidup ini terus bergantung pada orang lain terutama orang tuanya. Shane juga sadar jika ketidakhadiran orangtua dalam pertumbuhannya mengajarkan banyak hal dan membuatnya dewasa sebelum waktunya. Shane hanya tidak membuka hati pada lawan jenis nya namun bukan berarti ia tutup mata pada kasih sayang orang tua dan orang orang disekelilingnya

__ADS_1


Chio yang juga kala itu tak pernah mempermasalahkan Shane yang baginya wanita itu harus difahami dan berlemah lembut. Chio juga lelaki yang tak banyak mengenal wanita apalagi menjalin hubungan serius maka dari itu ia begitu memahami Shane. Bersyukurlah jika seorang Achazhia arbecio menjadi suami Shane. Lelaki yang baik dan tak pernah mengeluh saat Shane tak melakukan tugasnya. Ia hanya berdoa pada Sang Kuasa jika calon istrinya ini akan baik padanya di masa mendatang walau sekarang belum ada kejelesan pasti


Sudah jelas bukan Shane kenapa sikepala batu itu tetap menuruti suami yang melarangnya jika ia ingin keluar selain dari jam kerja


__ADS_2