
“Semua yang ada disekolah pada membicarakan Wawan dan semua cewek mencoba mendekatin Wawan tapi ya Wawan cuek sebab dihatinya hanya Sheila seorang dan Sesampai di kelas dia melihat Rojer sudah di kelas.”
“Lalu guru pun datang dan berkata kepada Wawan pada saat istirahat sekolah dia dipanggil ke ruangan kepala sekolah.”
Wawan berkata, Yaudah pak saya akan kesana nanti.
“Jam belajar pun mulai, Semua pada diam dan guru yang mengajar pun terlihat biasa tapi ketika melihat Wawan ada perasaan segan dan takjub, Waktu berjalan begitu cepat dan akhirnya jam isirahat pun berbunyi.”
Tring Tring Tring “Jam sekolah berbunyi”
“Wawan menuju ke ruangan kepala sekolah, Setelah sampai Wawan langsung disuruh duduk dengan kepala sekolah.”
Wan bapak mau bertanya, Pak Kepala sekolah berkata.
Iya pak tanyak aja saya tau bapak mau bertanya tentang mobil itu saya dapat dari mana kan, Wawan berkata.
Iya Wan tapi yang terpenting sih saya ingin meminta bantuan kamu, Pak kepala sekolah berkata.
Pertama itu hanya punya majikan saya pak, Sekarang saya menjadi supir sebab orangtua saya kan meninggal makanya saya berkerja pak dan kenapa saya juga diterima sebab saya menolong anaknya dari perampokan pak, Wawan berkata.
Begitu saya pikir kamu orang kaya Wan, Yaudah kamu lanjut belajar lagi, Pak kepala sekolah berkata.
Iya pak ,Wawan berkata.
“Wawan bergumam dalam hati, Aku tidak mau terlalu menonjol di sekolah dan aku naik kereta aja kesekolah kalau mau pergi atau aku akan membeli sekolah didekat sekolah agar aku berjalan aja dari rumah.”
“Lalu Wawan menuju ke kantin dan duduk disebelah Rojer dan memesan makananya.”
Redi gimana hasilnya , Wawan berkata.
__ADS_1
Mereka mau Wan, Redi berkata.
Coba kamu sekalian kamu cari tanah yang luasnya 1 Ha untuk membudidayakan ayam terebut, Wawan berkata.
Oh yaudah Wan, Redi berkata.
“Lalu datanglah pesanan Wawan dan langsung memakan pesanannya dan seteah selesai langsung dia kembali kesekolah karena tidak berapa mereka pergi dari kantin bel pun berbunyi.”
“Setelah sampai di kelas lalu dia duduk dibangkunya dan memikirkan apakah dia harus membuat serum perkembangan ayam itu, Lama dia berpikir akhirnya dia mendapatkan jawabannya.”
“Tidak terasa waktu sudah berlalu dan akhirnya bel sekolah berbunyi.”
Tring Tring Tring “ Bel berbunyi sekolah”
“Wawan pun bersiap-siap dan dia menuju parkiran tempat mobilnya berada, Lalu dia menaiki mobilnya dan berjalan pelan mencari Aset yang dibutuhkan untuk perkembangan bisnis maupun Asosiasinya.”
Permisi pak apakah gedung ini dijual pak? Wawan berkata.
Oh iya dek gedung ini memang rencana mau dijual tapi memang belum dipasang Papan reklamenya, Satpam itu berkata.
Boleh saya bertemu dengan pemiliknya pak saya ingin membeli gedung ini, Wawan berkata.
“Satpam itu ragu sebab Wawan masih memakai seragam sekolah SMA nya.”
Bapak tenang aja saya disuruh orangtua saya untuk bernegosiasinya, Wawan berkata.
Oh yaudah maaf ya pak atas kelancangan saya, mari pak kita ke bos saya, Satpam itu berkata.
“Satpam itu percaya sebab mobil yang dikendarai adalah mobil limited dan Mereka pun masuk kedalam kantor tersebut untuk bertemu dengan pemiliknya.”
__ADS_1
“Sesampai di ruangannya lalu satpam tersebut memperkenalkan dengan Wawan.”
Halo pak nama saya Wawan, Wawan berkata.
Oh iya nama saya Aldo dan ada keperluan apa Dek Wawan datang kemari, Pak Aldo berkata.
Saya berminat untuk membeli gedung ini pak, Wawan berkata.
Apakah kamu serius?Soalnya saya tidak mau membuang waktu saya, Pak Aldo berkata.
Iya pak saya serius dan to the point aja berapa bapak jual, Wawan berkata.
Saya menjual 15 milyar dengan tanah disebelahnya sekitar 3 Hektar, Pak Aldo berkata.
Yaudah pak saya beli dan siapkan aja berkasnya setelah siap lalu saya akan transfer kan uangnya, Wawan berkata.
Eh yang benar? Pak Aldo terkejut.
Iya saya benar bapak siapkan aja “ Lalu Pak Aldo mempersiapkan berkas surat jual belinya dan 30 kemudian Pak aldo datang memberikan surat tersebut.”
“Lalu Wawan mentrasfer uangnya dan menujunkan bukti trasnfer serta berbicara untuk mengecek uang itu sudah masuk. "
Ketika Pak Aldo mengecek dia terkejut karena seorang anak kecil membeli gedung seperti membeli permen.”
Wawan berkata, Sudah diterima kan pak?
Kalau begitu saya akan berkeliling melihat gedung dulu ya pak, Wawan berkata.
Yaudah saya temanin ya dan saya juga mau berbicara sama kamu, Pak Aldo berkata.
__ADS_1