Can You Hear Me?

Can You Hear Me?
Mimpi yang Seperti Nyata


__ADS_3

Kamu terbangun dari mimpi burukmu. Kamu bangun, namun kepalamu terasa pusing. Ruangan di sekitarmu terasa berputar-putar. Namun kamu bisa melihat bahwa ada sebuah pintu dan sebuah cermin. Untuk keluar dari kamar pergi dan cari kertas bernomor 5 dan untuk memeriksa cermin, pergi ke kertas nomer 3.


Kamu lihat dirimu sendiri di kaca jendela. Dia adalah bayanganmu. Ia mengetuk kaca untuk menarik perhatianmu. Tiba-tiba ia mencoba memecahkan kaca menggunakan kepalanya. Ia terlihat baik-baik saja, namun tidak dirimu. Darah mengalir ke wajahmu.


Ia menghantamkan kepalanya lagi, tertawa saat luka-luka di kepalamu semakin lebar. Kamu terlihat kotor terciprat darah dan rambutmu dicukur sampai gundul. Namun ada yang aneh dengan bayanganmu. Kamu ingin mendekat untuk melihatnya. Untuk menyelidikinya lebih jauh, kamu pergi ke kamar mandi.


Kamu menekan tombol lampu dan terkejut ketika melihat ada sesosok mayat terkujur di atas lantai. Kamu mencoba untuk melihat lebih jelas. Namun tak salah lagi, mayat itu adalah dirimu. Kamu mencoba mematikan lampu lalu menyalakan lagi, hanya untuk memastikan matamu tak berhalusinasi. Namun posisi mayat itu semakin dekat. Kamu matikan lampu lagi dan menyalakannya, mayat itu kini berada tepat di hadapanmu.

__ADS_1


Untuk mematikan dan menyalakan lampu lagi, pergi dan cari kertas nomor 7. Untuk menghancurkan panel tombol lampu, pergi dan cari kertas nomor 10.


Kamu menemukan sebuah ruangan. Amat gelap di sana. Lantainya terasa lengket. Terdapat pintu lain yang lebih terang, menuju ke sebuah kamar mandi. Kamu membuka tirai. Anehnya, tak ada siapapun di sana. Lalu siapa yang menyalakan keran barusan? Baru saja kau mau menoleh dan pergi, tiba-tiba ada tangan yang mencengkeram kepalamu dan membenamkannya dengan kuat ke dalam bathub yang penuh terisi air.


Kamu mencoba meronta, namun percuma. Kamu tidak bisa bernapas. Kamu mulai tenggelam. Semuanya perlahan memudar.


Kamu menyalakan lampu itu lagi dan kejutan! Kamu terbaring lemah di lantai, berlumuran darah. Kamu hanya bisa melihat seseorang di sisi lain ruangan. Itu adalah dirimu, tengah berdiri di dekat tombol lampu sambil terbelalak menatapmu. Dia mematikan tombol lampunya lagi.

__ADS_1


Di kamar mandi, kamu menemukan sebuah kotak obat. Kamu membukanya dan menemukan sebotol pil bertuliskan “ Minum Aku! " tiba-tiba saja, air dalam bathub menyala deras. Kamu tak bisa melihat apa yang ada di sisi bathub karena tertutup oleh tirai.


Kamu memutuskan untuk meminum pil itu. Mungkin ini semua mimpi. Mungkin ini semua akan berhenti jika kamu meminum pil itu.


Selamat! Tebakanmu benar.


Kamu terbangun kembali di dalam ruangan tempat semuanya berawal. Kamu menghancurkan tombol lampu dengan tanganmu. Kamu membuka panelnya, menarik semua kabel-kabel yang ada, lalu memutuskannya. Tiba-tiba ruangan berubah gelap. Kamu merasa pusing dan akhirnya terjatuh dan pingsan. Saat terbangun, tiba-tiba kamu merasa tengah berbaring di atas ranjang. Lampu dinyalakan olehmu. Kamu melihat mereka, para ilmuwan berpakaian putih. Mereka semua menatapmu sambil menyembunyikan wajah mereka di balik masker putih. “ Selamat! " kata mereka, " Kamu lolos dari percobaan ini! "

__ADS_1


__ADS_2