Can You Hear Me?

Can You Hear Me?
Hotel Marbella


__ADS_3

Terdapat sebuah hotel dengan fasilitas yang super lengkap bernama Hotel Marbella. Hotel ini sudah lama sekali berdiri dan cukup dikenal namanya di kalangan para wisatawan. Lokasinya yang berhadapan langsung ke laut lepas yang membuat kamar-kamar disini sering penuh.


Sayangnya, beberapa tamu hotel ini dulu banyak yang melakukan bunuh diri di hotel tersebut. Hingga tragedi mengerikan itu yang pada akhirnya membuat Hotel Marbella menjadi angker dan berhantu. Tak sedikit pula para tamu merasa depresi akibat gangguan para hantu gentayangan di hotel ini.


Kawasan hotel yang juga dikelilingi pohon kelapa ini akan berubah menjadi seram saat malam tiba.


Ada seorang pengunjung bersama keluarga dan beberapa sahabat untuk mengisi long weekend. Kami memutuskan untuk menginap di Hotel Marbella karena cukup tergoda dengan cerita kemewahan, keindahan dan kenyamanan serta fasilitas-fasilitas yang ditawarkan hotel ini.


Kami mendapatkan kamar di lantai 8 dengan fasilitas lengkap (3 kamar tidur, balkon, ruang utama, AC, sofa, dapur, TV, 2 kamar mandi dengan bathtub dan kelengkapan lainnya) yang bisa digunakan oleh keluarga besar.

__ADS_1


Saat itu rombongan mereka ada 12 orang. Sayangnya, kondisi kebersihan ruangannya menilai agak sedikit tidak terawat, seperti toilet yang tidak jalan washernya, sprei yang sedikit kusam, langit-langit yang retak dengan noda bekas bocor, dan lain-lainnya. Namun karena dalam keadaan capek dan malas jika harus protes ke petugas hotel, akhirnya diterima saja keadaan itu.


Saat tiba di hotel sekitar pukul 10 pagi dan check in pada pukul 12 siang, mereka sempat melihat-lihat suasana sekitar hotel yang lumayan ramai saat itu, mungkin karena long weekend. Jadi mereka berniat untuk bersantai di Pantai Anyer, namun sayangnya kondisi cuaca pada saat itu sedang tidak mendukung.


Cuaca mendung dan ombak pantai besar sampai membanjiri warung di pinggir pantai, cukup berbahaya kalau mau bermain di pantai sehingga harus mengurungkan niat dan memutuskan untuk kesana besok pagi saja.


Akhirnya saat pagi harinya mereka berenang di kolam renang hotel yang menjadi salah satu fasilitas andalan disini. Bentuknya unik dan menarik, airnya dingin, segar, bersih dan jernih, bercampur suasana yang nyaman dan udara yang segar. Di pinggir kolam ada semacam bar untuk memesan makanan ringan atau minuman. Dari sisi kolam kita bisa melihat sekeliling bangunan hotel karena lokasi kolam sendiri berada di tengah dan diapit oleh bangunan hotel yang menghadap ke Pantai Anyer.


Menjelang Maghrib mereka menikmati sunset bersama keluarga tercinta dengan cuaca mendung dan angin besar disertai debur ombak. Suasana mistis saya rasakan kembali pada saat malam hari selepas Maghrib.

__ADS_1


Ia selalu merinding ketika berada di ruangan, baik kamar, toilet bahkan ruangan tamu. Ia juga merasa ada sesuatu yang melihat bahkan seperti mengawasi gerak-gerik mereka di kamar. Ia tidak pernah berhenti berdoa dalam hati, namun ia tidak ceritakan perasaannya saat itu kepada teman-teman dan keluarga, karena tidak ingin merusak suasana.


Suasana yang lebih seram terasa di saat semua orang sudah terlelap tidur. Badannya terasa capek namun sialnya ia tidak bisa tidur. alhasil ia begadang sendiri di balkon menikmati udara dan suasana pantai, dan sesekali melihat ke bawah area kolam renang dan balkon kamar di depan.


Saat itu menjelang tengah malam, tiba-tiba ia mendengar pintu di depan seperti akan dibuka orang dengan kasar dan paksa beberapa kali. Dengan memberanikan diri untuk buka pintu depan, namun ia tidak melihat siapapun di luar, suasana saat itu sunyi sepi. Ia tutup kembali pintu depan, namun kemudian ia mendengar suara gemericik di toilet, seperti ada yang sedang menggunakannya.


Anehnya, saat ia ketuk pintu toilet tidak ada yang menyahut, dan begitu ia buka pintunya ternyata tak ada orang di dalam. Tak hanya sampai disitu saja keanehan yang terjadi, karena tiba-tiba ia mendengar suara di tangga, seperti ada orang yang berjalan disana, namun begitu ditengok ternyata tak ada orang. Akhirnya saya memutuskan langsung ke kamar saja untuk tidur bersama istri dan kedua anak saya. 


Sesampainya di kamar ternyata suasananya malah lebih parah. Kondisi kamar saat itu gelap dan mencekam, dan ia merasa ada banyak makhluk yang sedang mengawasi mereka saat itu. Ia berdoa dalam hati agar mereka segera pergi, namun hingga pagi suasana mencekam itu masih terasa. Bahkan saya mendengar suara berisik dari langit-langit kamar, seperti ada banyak laki-laki yang sedang berbincang dan tertawa. Istri saya juga sempat terbangun karena mendengar suara itu, “Siapa sih, berisik sekali!” katanya. 

__ADS_1


Ia hanya menjawab spontan, “Tetangga lantai atas Bun, mungkin sedang menikmati liburan,” akhirnya istrinya kembali tidur. Padahal yang ia tahu kamar ini adalah kamar paling atas jadi tidak ada kamar lagi di atasnya, karena sore hari saya memperhatikan dari kolam renang tidak ada kamar atau balkon lagi, artinya kamar yang saya tempati adalah kamar paling atas. Sampai adzan Subuh akhirnya suara-suara tersebut hilang.


Keesokan paginya mereka bermain-main di area pantai dan untungnya tidak terjadi hal-hal yang aneh sampai kami check out dari hotel siang itu. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa pada mereka semua khususnya anak-anak tercinta, ia sangat ingin segera pergi dari hotel tersebut, karena sudah merasa khawatir.


__ADS_2