
Suara kicauan burung yang merdu saling bersautan membuat gendang telinga orang yang sedang tidur menjadi terbangun.
Menjalani keseharian di hari libur.
Membuka jendela kamarku, melihat banyak tanaman dan bunga berada di sebelah kamar. Merasakan hangatnya sinar matahari di pagi hari membuat ingin lama-lama berjemur di bawah sinarnya.
Ku rentangkan kedua tanganku, melipat selimut dan menata bantal guling yang berantakan. Ku hampiri pintu kamar mandi yang sudah 8 jam tidak terpakai.
Namaku Kania. Aku berumur 16 tahun. Aku tinggal di rumah yang cukup luas ini sudah cukup lama. Keluarga ku juga sangat nyaman menempati rumah ini. Tetangga yang ramah, lingkungan yang bersih, aman dan damai membuat siapa pun yang berada di sini akan merasa betah.
Saatnya mandi, cuci muka, dan gosok gigi. Memilih kaos lengan panjang berwarna abu-abu dan training biru dongker yang sangat nyaman dipakai di rumah saat hari libur.
__ADS_1
Kini langkah kaki ku menuju dapur dan menyapa Ibu yang sedang menata perabotan. " Pagi Ibu... Hari ini cuacanya sangat bagus seperti hari libur biasanya ya. "
" Wahh ... Jangan karna hari libur kamu jadi malas-malasan ya! "
" Iyaa buu... " jawabku yang sambil menarik kursi.
" Nih kamu makan roti selai aja... Kamu bikin sendiri ya, Ibu mau menyiram tanaman dan bunga. "
" Iya .. "
Saat duduk di bibir ranjang, aku melihat Ibu berjalan ke arah ruang baca. Aku panggil Ibu tapi tidak digubris. " Ya sudah lah, mungkin Ibu tidak mendengar. "
__ADS_1
Sampai tiba saat Ibu melewati kamarku yang kedua kalinya, Aku melihat Ibu berjalan pelan dengan muka tanpa ekspresi tapi aku melihat tatapan Ibu sangat aneh. Jarang Sekali melihat tatapan kebencian bercampur keputusasaan tersebut.
Padahal, tadi masi bercanda dengan raut muka yang senang dan langsung menyiram tanaman. Kalau dipikir-pikir... Biasanya Ibu kan kalo menyiram tanaman butuh waktu lama. Tapi ko ini baru beberapa menit aja udah selesai?
Ibu juga biasanya kalo jalan pasti ngeliat ke arah kamar ku dan melihat aku lagi ngapain. Aku terus memanggil Ibu tapi tetap aja tidak di gubris.
Selang 5 menit kemudian, Ibu lewat dari arah berlawanan yang terakhir kali Aku lihat. Kali ini Ibu berjalan sangat senang dan tatapannya pun juga senang. Ia melihat ke arah ku yang bengong. " Loh, Nia .... Kamu ngapain bengong? Ga baik loh kalo kebanyakan bengong! "
" Ibu darimana? Bukannya Ibu dari situ? "
" Loh... Kan tadi Ibu udah bilang kalo mau siram tanaman sama bunga. Emangnya kenapa? "
__ADS_1
" Engg... ngga ko, Bu.. "
Ibu mengusap rambutku dengan belaian yang lembut dan meninggalkan kamarku....