CANTIK ITU RIBET

CANTIK ITU RIBET
2


__ADS_3

"Hai neng cantik.."


"Hai cantik.."


"Hai neng.." sapa teman-teman ku..


"Hai.. hmm lama banget dh dateng nya, sampe kering nih badan nunggu kelamaan.." Ucap Sekar.


"Kering kenapa..? Kedinginan..? Nih pake jaket gue.."


"Ga usah, bercanda doang.."


"Neng cantik jadi mau melamar kerja..? kapan..?"

__ADS_1


"Jadi, Kalo ga ada halangan mungkin senin.."


"Sama siapa jalannya..?"


"Bareng gue aja.."


"Gue anter aja neng.." Ributlah mereka karna ingin mengantar Sekar.


"Pulang yuk Ay..? pusing gue.." menatap lelah sekumpulan lelaki yang menurut Sekar nyebelin..


"Males Ay, Jenuh juga lama-lama lihat mereka begitu.." Ucap Sekar sambil menghela nafas.


"Ya wajar mereka begitu, lu kan cantik mereka pasti seneng deket sama lu.."

__ADS_1


"Yang lu bilang cantik tuh gimana sih..? perasaan gue biasa aja, lu lihat gue. Kaos gede gini, celana sobek-sobek, kucel pula muka gue." Merasa lelah dan pusing dengan kelakuan teman-teman nya Sekarpun berjalan cepat meninggalkan Ayu yang masih bicara panjang lebar.


senin pagi


"Bu.. Aku jalan ya bu, Assalamualaikum.." sambil mencium tangan ibu.


"Waalaikumsalam.. Sama siapa jalannya..?"


"Sendiri bu.."


"Hati-hati di jalan ya neng.." dibalas gangguan oleh Sekar.


Sekar mulai berjalan cepat menuju tempat mobil jemputan untuk orang-orang bekerja.

__ADS_1


Tempat tujuan Sekar bekerja diKawasan Berikat Nusantara, tempat kalangan kebawah biasa bekerja. Hanya bermodalkan ijazah SMP Sekar memberanikan diri untuk mengadu nasib, Pekerjaan apapun akan Sekar lakukan demi mendapatkan uang asal itu pekerjaan yang halal. Yah tentu Sekar berharap mendapatkan pekerjaan yang baik namun dia sadar diri asal bisa mencari uang perkerjaan kasarpum dia terima. Sekar naik mobil di dekat jendela karna dia mabuk jika harus berdesakan dia takut muntah, karna memang mobil harus terisi penuh baru pak supir mau jalan. Mobil ini seperti kendaraan umum biasa, namun tujuannya sudah jelas menuju kawasan. Beda dengan angkutan umum biasa yang harus membawa atau menurunkan orang ditempat yang berbeda-beda. Pembayarannya pun harus dikumpulkan ke salah satu penumpang lalu di setorkan ke supir, siapapun bisa untuk mengumpulkan uang tapi yang jelas orang itu harus bisa menghitung dan terbiasa. Sebab jika tidak terbiasa orang itu akan pusing dengan orang-orang yang memberi dia uang, uangnya pun harus pas dengan penumpang yang ada. Sesampainya dikawasan sudah banyak yang turun menuju tempat kerja mereka masing-masing. Sekarpun turun tapi dia bingung harus memulai dari mana untuk mencari pekerjaan, karna Sekar sudah mulai pusing sejak didalam mobil tadi. Terlalu banyak hal baru yang Sekar alami, dari mulai orang-orang yang bicara tanpa henti tentang kehidupan pribadinya atau tentang pekerjaannya dan bau parfum yang berbeda-beda setiap penumpang. Sekar merasa kehilangan semangat namun dia harus tetap kuat karna hidup memang tidak mudah, ini jalan yang harus dia tempuh. Karna kedepannya Sekar akan tau betapa sulitnya mencari uang untuk sesuap nasi.


Hari berlalu berganti minggu, minggupun berganti bulan namun Sekar belum juga mendapatkan pekerjaan. Namun dia tetap menjalani setiap harinya untuk mencari pekerjaan, panas dan hujan bukan halangan untuk Sekar. Sekar sadar butuh perjuangan untuk menuju kebahagiaan. Lagipula dia tidak boleh menyerah karna nasib keluarga ada di tangannya..


__ADS_2