
Sudah hitungan bulan aku bekerja tetapi belum ada teman perempuan yang akrab denganku, hanya beberapa lelaki itupun mereka hanya sekedar menyapa. Jujur aku bingung kenapa, apa salahku kenapa mereka seolah tidak menyukai ku. Menurutku pekerjaanku baik-baik saja, biarpun aku hanya lulusan SMP tapi aku nggak sebodoh itu dan aku cukup sopan saat menyapa para senior disini. Gimana perasaanmu saat kamu bekerja tapi nggak ada seorangpun yang mau berbicara denganmu. Aku kurang nyaman dengan keadaan seperti ini. Tapi semua itu berakhir ketika pabrik ini menerima karyawan baru, aku mulai punya teman-teman yang menurutku cukup asik.
"Kak, ini gimana ya..? Saya lupa.." Ada yang menghampiriku untuk bertanya tentang pekerjaannya.
"Nggak usah panggil kakak, panggil Sekar saja. Ini namanya price tag, disini ada style ada size." Aku mulai menjelaskan.
Kriiiing..
Bunyi bel istirahat berbunyi, semua karyawan mulai berhamburan keluar pabrik untuk makan siang. Ada membawa makanan dari rumah, ada pula yang membeli di kantin dekat pabrik. Berbagai macam menu ada di kantin, ada masakan rumahan, adapula makanan seperti bakso dan mie ayam. Cara penyajiannya ada yang dinampan seperti prasmanan, ada juga yang sudah dibungkus kantong plastik. Saat aku akan makan aku akan memilih tempat yang menurutku cukup bersih, agar terasa nyaman saat kita makan.
Hari pun berlalu cepat. Aku sudah akrab dengan beberapa orang, sore nanti aku akan pulang bersama dengan mereka. Kami akan menghabiskan waktu untuk sekedar makan dan mengobrol, aku senang sekarang punya banyak teman.
"Kar, biasanya kalau pulang kerja kamu kemana aja..?"
"Nggak kemana-mana, langsung pulang.."
"Emang nggak bosen..?"
__ADS_1
"Ya bosen, habis mau gimana lagi. Aku g biasa pergi sendiri.."
"Emang nggak punya temen.."
"Ada, tapi kesibukan kita berbeda"
"Sama senior yang lain nggak pernah pergi bareng gitu..?"
"Aku Nggak akrab dengan mereka, aku nggak tau kenapa. Kayanya mereka kurang menyukai aku.."
"Iya, sebenarnya gue juga kurang nyaman begitu. Seperti ada jarak. oh iya lanjutin dong, tadi katanya lu tau kenapa mereka terlihat nggak suka ma gue. Kenapa..?" Aku melihat mereka saling melirik..
"Emm, mereka menganggap lu anak kesayangan. Lu nggak pernah dimarahi kalo kerjaan lu salah.." Dia merasa nggak enak setelah mengucapkan itu.
"Apanya yang anak kesayangan sih, gue juga sering dimarahi kog. Padahal gue merasa kalo gue tuh dibenci ma tuh bapak atasan, apa-apa gue, sedikit-sedikit gue.." Kataku sambil membuang nafas lelah..
"Lu sadar nggak..? Bapak itu suka sama lu.."
__ADS_1
"Rupanya karna itu mereka nggak suka sama gue, kalo bapak itu suka gue. Gue harus gimana..? Gue juga risih diperhatikan ma dia dan selalu dikedipi mata dia. Karna gue ga akrab dengan mereka, gue selalu simpan sendiri perasaan nggak nyaman itu."
"Lu sih cantik, jadi ditaksir ma bapak genit itu dh. hehe.."
"Gue g merasa klo gue cantik, iiish.." Dengan muka sebel aku berkata..
Karena merasa lucu dengan tingkah ku mereka semua tertawa..
"Eh iya, jadi nggak kita jalan-jalan nanti..?"
"Jadi.." Ucap mereka bersama..
"Malam di taman itu ramai loh."
"Iya, banyak yang pacaran.."
Aku hanya menyimak obrolan mereka selanjutnya..
__ADS_1