
Aku hanya menyimak obrolan mereka selanjutnya..
Di taman ..
"Waahh, Rame banget yaa..?" Merasa takjub untuk pemandangannya. Banyak lampu kelap kelip disepanjang jalan, kendaraan yang lalu lalang terlihat. Untuk sebagian orang mungkin biasa saja, tapi untuk Aku suatu kebahagiaan. Bukankah kebahagiaan dari hal kecil jika kita mampu bersyukur..
"Norak deh Kar.." Mereka tertawa mendengar Sekar..
"Emang selalu rame disini Kar, kaya nggak pernah kesini aj dh.."
"Pernah kesini, tapi gue kesini nya siang itu juga nggak lama. Kalo malem belum pernah.."
"Wah, ya udah dh kita kalo nongkrong kesini aj. Kayanya Sekar seneng banget tuh, hehehe.."
"Asik dong, hehe makasih ya.."
"Santai aja, gue malah bosen kesini mulu tapi karna lu suka Oke lah kita nongkrong nya kesini terus.."
__ADS_1
Mereka mulai mencari tempat duduk..
Mulai larut dalam obrolan tanpa terasa waktu cepat berlalu.
...
Rumah Sekar
"Malam bu.." Sekar duduk disebelah ibu nya.
" Malem sayang, kamu udah makan belum..?"
"Nongkrong kog barengan gitu, emang g bau..?"
"Iiihhh... Apasih bu, bukan nongkrong itu tau bu.."
"Hehehe, iya ibu tau kaliii.."
__ADS_1
"Ih ibu... Udah ya bu aku masuk kamar ..? Cape ngantuk mau bobo dulu.."
"Nggak bersih-bersih dulu..??"
"Nggak bu, males.. hehehe"
"Anak gadis cantik-cantik kog jorok.."
"Biarin weee" Sekar berlari ke kamarnya..
Ibu ikut merasa bahagia saat anak semata wayangnya bahagia, sebab ibu merasa anaknya tidak seharusnya bekerja banting tulang diusia yang terbilang masih cukup muda. Tapi ibu juga tidak bisa berbuat apa-apa, semenjak ayah Sekar meninggal karena sakit saat Sekar dibangku SMP kelas 3 mereka hanya tinggal berdua dengan hidup yang serba pas pasan. Jangankan untuk melanjutkan sekolah untuk makan sehari hari merekapun sulit, selama ini ibu Sekar bekerja sebagai buruh cuci untuk memenuhi kebutuhan sehari hari mereka itupun kadang mereka harus meminjam dan berhutang ke tetangga. Sekarang Sekar mulai bekerja ibu berharap kehidupan mereka kedepannya bisa lebih baik, Ibu berharap Sekar selalu bahagia. Karna tidak ada satupun orang tua yang menginginkan anaknya menderita, kalau memang ada orang tua yang begitu mungkin ada alasannya..
....
Sudah cukup lama Sekar bekerja disana, kehidupan merekapun menjadi lebih baik. Sekar mulai mencicil motor agar dia bisa berangkat kerja dengan motor tanpa harus bangun lebih pagi dan berlari lari saat mobil yang biasa dia tumpangi sudah jalan lebih dulu. Sekar merasa lucu saat ingat dia harus berlarian untuk sampai ketempat pangkalan mobil, sebab jarak dari rumah yang lumayan jauh. Banyak pula orang-orang yang mengejek dia, disuruh lebih cepat lah bahkan digoda untuk berangkat bersama tapi yang mengajak masih mengenakan pakaian tidur sungguh kesal Sekar dibuatnya. Saat ini hari libur Sekar sedang belajar motor dengan teman-temannya, Sekar keluar dari rumah sehabis sholat ashar. Karna menurut teman-temannya waktu yang cocok untuk belajar motor sambil bersantai menikmati angin sore, tentunya kegiatan yang mereka lakukan cukup banyak dan menyenangkan. Adanya makan, makanan berat maupun makan cemilan, ngobrol sambil ngopi. Suasana yang menyenangkan untuk Sekar.
"Kar.. Kar.. Sekaaaaarr... lu denger nggak siiih, gue ngomong panjang kali lebar lu malah bengong. Mau belajar motor nggak siih...? Ucap Dewo salah satu temannya..
__ADS_1
"Eh... ii.. iyaa mau.." Sambil nyengir kuda dengan mata yang melirik sebal ke arah teman-temannya berada, mereka sedang menertawakan Sekar..