CANTIK ITU RIBET

CANTIK ITU RIBET
3


__ADS_3

Karna lelah kesana kemari Sekarpun berniat untuk pulang dipukul 11 siang..


"Hei kamu.." Panggil bapak-bapak yang berdiri dekat pagar besi. Karna kupikir bukan aku, akupun tetap berjalan untuk pulang.


"Hei kamu, yang rambutnya kaya cowo.." Panggil lagi bapak-bapak itu.. Sekar merasa panggilan itu untuk dia, ya karna memang rambut dia seperti cowok kepada umumnya. Akhirnya Sekar memberanikan diri untuk bertanya.


"Maaf, Bapak panggil saya..?"


"Iya kamu, Kamu sudah kerja..?"


"Belum pak..?"


"Coba lihat CV kamu..?" Akupun memberikan CV itu. Bapak itu melihat sebentar CV itu dan langsung menyuruh aku masuk. Aku mengikuti bapak itu setelah melewati lapangan luas aku memasuki gedung, aku disambut ibu resepsionis dilobi. Bapak itu memberikan CV ku kepada ibu-ibu entah itu siapa. Aku berjalan mengikuti bapak itu melewati lorong dan sampai ke ruangan besar, banyak orang-orang melihatku.


"Kamu kerja disini.." Bapak itu menjelaskan aku harus mencocokkan size celana yang ada dipinggang celana dan yang ada di label bagian dalam celana, lalu aku harus melipat celana dan memasuka celana itu kedalam kardus. Aku harus isi sesuai jumlah yang dituliskan di kardus..

__ADS_1


Aku merasa lega karna aku mendapatkan pekerjaan, Akhirnya perjuanganku tidak sia-sia. Setelah 2 bulan hasilnya berbuah manis, Sekarang aku harus semangat dan serius memperhatikan bapak itu agar aku mengerti. Terasa sulit bagiku namun waktu terasa berjalan begitu cepat, sudah pukul 4 sore. Aku di ijinkan untuk pulang dan aku diminta untuk datang lagi besok pukul 7 pagi.


Aku bahagia, ingin cepat sampai rumah agar ibu tau kalau aku sudah di terima bekerja.


"Assalamualaikum ibu, Ibu aku diterima kerja bu.." sambil menggerakan tangan ibu ke kanan dan ke kiri, aku sangat bahagia..


"Iya neng, syukurlah kamu sudah diterima. gimana apa pekerjaanmu mudah..?"


"Ibu ga perlu khawatir, Pekerjaan aku mudah. Aku senang karna aku sudah mulai kerja, Ibu aku ke kamar dulu ya. Gerah mau mandi.."


"Iya sayang, Nanti langsung makan ya. Ibu mau keluar sebentar.." Dijawab anggukan oleh Sekar..


Jam kerjapun dimulai, Aku semangat sekali sampai akhirnya ada yang mendekatiku.


"Kemarin kamu kerjai ini..?"

__ADS_1


"Iya kak.."


"Ini dicek lagi, Kerjaan kamu banyak yang salah. Celana didalam karton ada yang kurang , ada yang lebih. Dicek lagi semua, Ga boleh ada yang salah.." Dia berlalu disaat aku mencerna apa yang dia katakan. Aku ingin nangis, ini pertama kalinya aku kerja seharusnya wajar jika aku melakukan kesalahan..


"Sini saya jelasin, Bagian mana yang belum kamu paham..? Kalau memang ada yang ga paham, Kamu harus bertanya. Jangan karna kamu cantik, Kamu bisa kerja semaunya."


"Gerakan tangan kamu harus gesit.."


"Ini dan ini harus cocok.."


"Ga boleh kurang atau lebih.." Aku mulai bekerja lagi, aku harus bisa. Ucapku didalam hati saat ibu-ibu itu pergi.


"Bu.. Kardus mana lagi yang mau saya kerjain..?"


"Kardus..? emang ini warung, kalau disini namanya karton. Bukan kardus, bisa diketawain orang kalo kamu bilangnya kardus.."

__ADS_1


"Kenapa warnanya beda..? Warna celana harus sama yang ada di karton. kalau ada yang beda , Ga usah kamu masukin didalam karton. Panggil saya kakak meri, saya bukan ibu kamu.." jelasnya lagi..


Aku benar-benar ingin menangis rasanya..


__ADS_2