
Argh..
Raungan terdengar dari mulut Thea, membuat lusi sahabatnya bingung..
"lu kenapa? bangun" kek orang kesurupan ae lu" dengan hati hati lusi berbicara karena sahabatnya sangat seram ketika bertindak serius.
"lu bilang gua kesurupan? " nada khas Thea membuat lusi tersenyum getir, hidupnya akan dalam bahaya jika sahabatnya marah.
"kagak, beneran lu kenapa sih" tanyanya dengan gemetar.
"gua benci bat sama tuh orang, muncul terus di mimpi gua, kagak capek apa, gua aja muak" kalimat ini membuat lusi berpikir keras, jika ia salah membela makan nyawanya sudah pasti tak terselamatkan.
"cowok?, siapa, baru ini gua denger lu bahas cowok"
"cowok di mimpi gua lah, kesel bat gua, pingin gua bunuh kalau nyata"
"ntar kalau ada lu naksir lagi" goda lusi membuat tatapan ingin menerkam dari Thea.
"udah lah Thea , ayok lah kita ganti baju dah mau pelajaran olahraga ini".
Lusi menarik tangan Thea untuk menuju ruang ganti, bagaimana tidak pelajaran akan berganti, saat nya mereka olahraga raga, selang beberapa menit mereka siap dan tepat saat ganti jam pelajaran, mereka lansung menuju kelapangan.
__ADS_1
"Thea , emang kenapa sih lu benci bat sama tuh cowok di mimpi lu" Lusi pun membuka percakapan.
"gimana ga benci tuh orang ngerusak mimpi gua"
"kan baru sekali doang yaelah Thea"
"sekali pala lu, berulang kali"
"ha? sejak kapan? "
"sejak kita duduk di bangku kelas dua lusi"
"what? lu kok gada cerita sih"
Lagi asik nya berjalan, tiba tiba lusi menghentikan Thea dengan merentangkan tangan nya, bagaimana tidak Lusi melakukan itu, di depan mereka ada sekelompok cowok yang salah satunya adalah orang populer di sekolah mereka.
"stopp" ucapnya menghalangi Thea.
"apaan sih lu? " raut kesal sudah terlihat di wajah Thea, Lusi hanya tersenyum agar amarah Thea mereda.
"ih.. liat Thea, ada Aidi, ganteng banget kan "tanpa basa basi Thea langsung menarik tangan sahabat nya yang kumat itu dan berjalan tanpa mengiraukan sekelompok cowok di depannya. merekapun berpapasan, namun Thea terkejut bahwa ia mencium aroma tidak asing dari salah satu sekelompok cowok tersebut.
__ADS_1
"gila aroma itu, ga mungkin tuh sialan nyata, kalau sampai nyata gua habisin tuh cowok" batik Thea sambil matanya melirik dan langsung melanjutkan perjalanannya.
Dilain sisi Aidi menyadari bahwa gadis yang baru saja berpapasan dengan nya itu tidak asing baginya, ia menghentikan langkah nya dan berbalik melihat gadis tersebut.
"Lu liatin siapa sih di, pakek berhenti segala? " Tanya Farel namun tidak membuat Aidi tersadar.
"tuh cewek siapa? "
"eh buset, di tanyain kagak di jawab, eh malah nanya balik nih orang" Johan pun melontarkan ucapan nya yang membuat Aidi tersadar.
"kagak lu, gua kaya kagak asing sama tuh cewek, lu berdua ada yang kenal? "
"oh dia, anak 12 mipa 1,cantik kan tapi rada tomboy aja," ucap Farel.
"apa lu bilang rada tomboy, emang dah jadi laki tuh cewek, kulkas lagi, galak, bisa" nya lu bilang kaya, mau di bunuh lu sama tuh cewek"bantah Johan yang tak Terima akan ucapan Farel. .
"iya dah, tuh cewek galak kek laki, naksir lu yah" goda Farel.
"Gada, kaya ga asing aja" ucap Aidi.
"yaudah yuk cabut"
__ADS_1
merekapun melanjutkan perjalanan ke kelas dan melaksanakan kegiatan belajar begitupun sebaliknya dengan Thea.