Catatan Diary(Kita)

Catatan Diary(Kita)
BAGIAN 04| Awal Mula 2


__ADS_3

Pagi cerah pun muncul, Thea berjalan memasuki kelas nya, saat iya masuk, Lusi menatap nya dengan tersenyum aneh.


"apaan sih lu" ucap Thea meletakan tas nya di gantungan kursi.


"sok ngga tau lu"


"ga jelas kali"


"lu , kemaren pulang bareng Aidi kan jujur lu"


"kepepet" jawab Thea singkat


"yakin, eh tapi baik kan, masa lu mau bunuh"


"iya dia ga gua bunuh tapi lu gua bunuh kalau bahas ini" suara khas Thea sudah keluar, Lusi pun terdiam, Thea hanya menyeringai melihat sabahat nya itu.


Pelajaran pun di mulai seperti biasa, sangat menguras energi otak yang di cas full, untung nya selang beberapa waktu jam istirahat pun tiba.


"lu mau ke kantin kagak? " tanya Lusi menatap Thea dengan senyum nya yang getir.


"iya laper gua" jawab Thea memegang perut nya, Selang beberapa menit sekelompok cowok datang menghampiri mereka.


"ayo ke kantin" ajak Farel kepada Lusi, membuat yang lain terkejut.


"pdkt lu yak" goda Johan membuat pipi Lusi memerah.


"idih ni anak salting" ucap Thea merangkul Lusi.


"ngapa, Lu pada jomblo ga di ajak" ucap Farel menunjuk dua sahabat nya itu.


"gua ngga jomblo, gua punya Thea" ungkapan itu membuat Thea menatap tajam Aidi, namun dengan berani Aidi menarik tangan Thea dan merangkul nya berjalan menuju kantin.


"nyamuk gua" ungkap Johan pasrah bahwa iya akan jadi nyamuk di antara dua sahabat nya.


"derita lo, cari cewek makanya" Farel dan Lusi berjalan menyusul Aidi, meninggal kan Johan sendirian.


"nasib nasib" keluh Johan menyusul para sahabat nya tanpa energi.


Di sisi lain dua remaja wanita sedang berbincang binatang di dekat pintu kelas nya.


"Lu tau kak Aidi kan? " tanya kalah satu nya.


"tau lah, siapa yang ga tau"


"gua mau deketin lah, ganteng bat anjir"


"jangan bilang lu ngechatin kak Aidi"


"tau aja lu hehe"

__ADS_1


"di bales kagak"


"kagak"


"gila lu ngemis, tapi lu yakin bisa dapetin kak Aidi"


"yakin sih, gua kan cantik. " salah satu dari teman nya mengarah kan kepala mya ke arah reramaian, menunjukan bahwa Aidi sedang merangkul wanita.



"masih mau berharap"


"gatel bat tuh cewek"


"lu yakin bilang begitu, itu ka Thea, lu mau mati"


"suer demi apa itu kak Thea, gila cantik bat, pacarin sabi kali"


"stres lu" ia pun menarik lengan nya untuk kembali ke rumah kelas.


di lain posisi, Thea dan Aidi menjadi pusat perhatian warga sekolah, bukan karena Aidi populer namun juga karna banyak kalangan cowok yang naksir dengan Thea namun tidak bisa mendapat kan nya.


"di liatin orang" ucap singkat Thea menatap Aidi tajam.


"ga apa, biar gada yang berani ngerebut lo dari gua"


"gua bukan siapa siapa lo"


"iyain biar seneng"


"sementara kalau lu belum bisa, kita sahabatan lu mau"


"maksa? "


"gada penolakan untuk gua Thea Cristiany Damian" nada tekanan khas Aidi keluar, Thea hanya menatap nya.


tidak butuh berselang lama mereka semua sampai di kantin dan sudah memesan makanan.


"nyamuk nyamuk" ucap Johan melirik kedua sahabat nya itu.


"santai aja kita cuma temenan" ucap Thea dengan ekspresi datar.


"lebih kagak apa juga bener" sahut Aidi menatap mata Thea dengan satu.


"yaelah makanya lu cari cewek, ganteng ganteng kagak ada cewek" ucap Farel membuat Johan salting.


"gila salting nih anak " ucap Lusi membuat semua tertawa.


"lu yang pertama yang bilang gua ganteng, gay aja lah kita" ungkap Johan menggoda Farel.

__ADS_1


"sumpah gua sorang air lu, ngelantur, normal gua" semua pun tertawa melihat tingkah Farel dan Johan termasuk Thea walau tawa Thea hanya tipis namun Aidi dapat merasakan bahwa itu sangat manis. pesanan mereka pun sampai, mereka menyantap masing masing makanan mereka.


"Lu udah bawa kendaraan Thea" tanya Aidi menatap mata Thea.


"belum, ngapa? " jawab nya tanpa menatap mata Aidi.


"ntar kalau supir lu belum dateng, tunggu gua di tempat lapangan basket, gua ada latihan basket soal nya" jelas Aidi, Thea mengangguk angguk saja.


"gua juga ada latihan basket" ucap Thea, Aidi langsung menatap nya.


"lu ikut basket juga? "


"iya "


"yaudah ntar bareng gua, gada penolakan"


"iya" jawab singkat Thea namun sudah membuat hati Aidi senang.


"ya elah bucin lah tuh di tempat basket" sahut Johan malas.


"kita kan latihan basket, harus saling berbagi ilmu" balas Aidi menaikan satu alis nya.


"kamu juga" tanya Lusi menatap Farel.


"iya, tunggu aja di lapangan, sambil liatin aku" goda Farel dengan senyuman manis nya, Lusi hanya tersenyum dan mengangguk.


"wah kek nya panggilan nya udah formal yah bun" ejek Johan menaikan kedua alis nya menggoda Farel.


"lu goda gua terus, jomblo nyimak aja" balas Farel sinis


"yee bukan gua aja, tuh Aidi sama Thea jomblo juga, dasar dunia berdua yang lain kontrak" ucap Johan mengambil baso Farel.


"baso gua ya ampun, ih ngeselin bat lu han, buat Image gua turun di depan Lusi" kesal Farel, yang lain hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabat nya, setelah beberapa menit mereka sudah menghabis kan makanan masing masing, bertepatan dengan lonceng bel untuk melanjut kan otak mereka untuk berpikir kembali, mereka berjalan bersama dan berpisah saat di depan kelas Thea, melajukan langkah mereka dan fokus pada materi yang ada.


####


Tidak berselang lama, akhir nya otak mereka istirahat di karenakan lonceng pulang berbunyi, Thea sudah berganti pakaian dengan baju basket, begitu juga dengan sebalik nya, mereka semua menuju lapangan dan mulai melaksanakan kegiatan, sesudah pemanasan, mereka melatih sendiri keterampilan mereka.


Thea mencoba memasuki kan bola basket ke dalam ring, namun sayang nya meleset, melihat hal tersebut Aidi mendekat kepada Thea.


"sini gua ajarin" ucap Aidi sambil memegang bola yang ada di tangan Thea.


"liatin gini cara nya" ucap Aidi, Thea mengangguk tanda mengerti.


"main sama gua dulu biar agak nguasai" ucap khas Aidi menatap mata Thea.


"makasih"


"sama sama" meraka pun bermain berdua dengan saling over mengover bola satu sama lain, kalau kelihatan sangat romatis.

__ADS_1



setelah bermain cukup lama, akhir nya selesai dan mereka pun pulang ke rumah masing masing merebah kan tubuh yang sangat lelah.


__ADS_2