
Aidi dan Thea sudah sampai di tempat perkumpulan semua siswa.
"gimana udah siap semua belum" Thea tak kunjung menjawab ia terlalu fokus memperhatikan perlengkapan nya.
"gimana udah lengkap Thea" ucap Aidi kembali namun tidak ada respon dari Thea, dengan lembut Aidi menangkup wajah Thea di hadap kan nya menatap wajah nya.
"udah lengkap? " tanyanya kembali, Thea menatap mata Aidi yang sayu itu membuat nya gugup untuk menjawab.
"u-udah lengkap" dengan wajah datar lalu memalingkan wajah nya dari Aidi, tidak berselang lama, Johan, Farel, dan Lusi datang menghampiri mereka.
"berduaan ae lu " ucap Johan menepuk lengan Aidi.
"ye dari pada sendiri" ledek Aidi membuat semua tertawa karena ekspresi yang di buat Johan.
"yaudah yok pada naik ntr kagak ke bagian lagi" ucap Lusi lalu mereka pun berjalan menuju bus sekolah yang telah di siap kan.
Aidi terus menggenggam tangan Thea, Thea hanya mengikutinya kemana tujuan Aidi.
"lu duduk sama gua yah, kalau ada apa apa gua deket lu" ucap Aidi, mereka pun mendapat kan tempat duduk, Aidi dan Thea duduk bersama, tepat di sebrang mereka terdapat Farel dan Lusi, sedangkan di belakang Aidi dan Thea ialah Johan, yah Johan selalu sendiri, tidak lama bus sekolah melaju ke tempat tujuan, namun Aidi tidak melepaskan genggaman tangan nya kepada Thea."
"Lu tau gua sayang sama lu" ungkap Aidi menggenggam tangan Thea.
"gua tau"
"mau mulai"
__ADS_1
"gua belum bisa, sorry"
"gua tunggu lu sampai bisa, tetap di sisi gua yah"
"em " jawab singkat Thea, karena ia belum bisa menerima Aidi untuk lebih dari sahabat. sedangkan di sebrang seorang pria menatap kejadian itu dengan lekat.
Tidak berselang lama mereka tiba di tempat tujuan , para siswa pun keluar satu persatu dari bus sekolah. Aidi , Thea dan lain nya pun keluar, guru yang bertugas pun mengumpul kan semua nya.
"baik , anak anak ku sekalian, kita akan melakukan kegiatan penelitian tentang tanaman strawberry, jadi hasil nanti di kumpul kan ke guru mapel nya masing masing, mengerti".
semua siswa masuk ke kebun untuk penelitian, Aidi dan Thea beserta yang lain pun masuk untuk meneliti.
"Lu deket gua aja, ntr ada apa apa " ucap Aidi, Thea hanya mengangguk angguk kan kepalanya.
"berdua ae lu semua, gua ngontrak" ucap Johan yang kesal bahwa dirinya di acuh kan.
"ambil strawberry yang banyak ntar gua bayarin" ucap Aidi membuat Johan tersenyum semangat.
"yaudah yok " ucap Farel membuat mereka memulai apa yang mereka harus kerjakan.
"ini lu mau ngga" tawar strawberry kepada Thea.
"makasih" ucap singkat Thea.
mereka pun asik pada kesibukan mereka sendiri, Thea menelusuri sebagian lorong strawberry yang kelihatan nya lebih besar dari yang sebelum nya mereka hampiri, tanpa hati hati, Thea tersandung dan terjatuh.
"Thea" suara khas seorang pria berlari ingin menghampiri Thea, namun dengan sigap Aidi datang dan menggendong Thea.
Setelah sampai di depan buru buru Aidi mengobati kaki Thea.
__ADS_1
"Pelan pelan" ucap Thea singkat membuat Aidi berhati hati mengobatinya.
"iya ini pelan pelan" ucap nya lembut kepada Thea.
Di satu sisi seorang pria dan wanita sedang memperhatikan tingkah Aidi dan Thea.
"saya akan balas" ucap lelaki itu menggenggam erat tangan nya.
"kamu salah menyerahkan nya kepada Aidi"
"saya tidak menyerahkan nya"
"lantas lalu itu kau menyerah kan nya "
"jika dia tidak bisa menjaga wanita saya makan saya akan menghilang nya kembali".
" sudah berapa lama kau menantikan nya hidup kembali"
"sudah 200 tahun saya menantikan nya"
"kau yang memasuki mimpi nya"
"iya "
"dia bahkan mengenali aroma anda, saat pertemuan pertama, saya bisa mengetahui nya"
"saya tau, bahkan ia benci terhadap saya"
__ADS_1
"kau yang memulai nya tuan"
"jika dia menyakitinya, saya akan merebut nya kembali"kalimat terakhir dari dua orang tersebut dan mereka pun berlalu.