
Sekolah sudah usai, jam pulang sudah berbunyi , semua siswa keluar untuk pulang menuju rumah, Lusi dan Thea berjalan sampai di parkiran.
"Thea lu kagak bawa motor? " tanya Lusi mencari keberadaan motor Thea yang biasa Thea pakai.
"motor gua di servis di suruh bokap si"
"terus lu pulang naik apa? "
"lu ga kenal gua aja, supir gua juga ada "
"lupa gua anak kesayangan bokap ni"
"haha, bisa aja lu"
Farel pun menuju parkiran ingin menghampiri lusi, ia tidak sengaja mendengar percakapan Lusi dan Thea, buru" Farel chat Aidi.
Farel pun berjalan menghampiri Lusi setelah mengabari Aidi.
"ayo" ajak Farel menatap Lusi dengan tenang.
"hehe udah di sini aja, tapi Thea"
"yaelah santai aja kali ntr kalau udah pulang gua kabarin, lu duluan ae" ucap Thea membuat Lusi tenang.
"yaudah gua balik duluan, lu ntar kabarin gua yah"
"iya lusi" jawab singkat dengan nada khas Thea, baik lusi maupun Farel diam karena mereka tidak ingin membangunkan singa yang tenang.
"yaudah kita duluan, lu hati"" ucapan terakhir lusi dan mereka pun melaju kan kendaraan nya.
"udah tenang tadi gua dah chat Aidi buat antar Thea"
__ADS_1
"lu mau jodohin tuh dua orang"
"cocok kan, kaya kita"
"apaan sih gombal lu, tapi lu percaya kaga sama gua, kalau Thea tuh dah tau Aidi"
"perasaan kagak kenal dah"
"ntaran lah gua ceritain".
"yaudah pegangan, gua mau ngebut, langit nya mendung ntar lu keujanan lagi"ucapan Farel, mengambil tangan lusi dan mengingat kan tangan nya di pinggang Farel, di sisi lain Thea melihat langit sudah hampir gelap, hujan akan segera turun, supir nya belum juga datang, namun ter dengan suara Tlakson motor, suara motor melaju menghampirinya.
"ikut gua" ucap Aidi menjulurkan tangan nya.
"buat? " jawab singkat Thea menatap mata yang di tutupi helm tersebut.
"mau ujan, lu mau di sini, cepet keburu hujan ini"tidak ada pilihan Thea langsung naik ke atas motor Aidi.
" pegangan".
"gua ga Terima penolakan, pegangan erat gua mau ngebut"
Thea hanya terdiam dan mematuhi perintah Aidi, bagaiamana tidak cuaca sudah mau gelap, mau tidak mau iya harus ikut.
"rumah lu dimana? " tanya Aidi, Thea langsung memberi tau alamat nya , tidak berselang lama hujan pun turun tiba tiba, Aidi langsung memarkirkan motor nya di sebuah warkop terdekat, mereka turun dan memasuki warkop tersebut.
"Lu duduk yang anteng, gua mau pesen dulu" Aidi langsung meninggal kan Thea , ia hanya menatap nya dengan diam.
"mau gua bunuh, tapi kasihan untuk lu baik" batin Thea menatap lekat Aidi, tidak berselang lama Aidi kembali dengan membawa teh anget, satu untuk Thea dan satu lagi untuk nya.
"nih buat lu" Aidi menyodorkan gelas berisi teh kepada Thea.
"em makasih" ucap Thea menatap Aidi, mereka menikmati teh terus sebut tanpa berbicara sepatah kata pun. Thea mengusap usap kedua tangan nya, bagaimana tidak ia kehujanan dan suhu udara sangat dingin, Aidi memperhatikan gerak gerik Thea, tanpa basa basi Aidi melepas hoodie nya dan memakaikan nya kepada Thea.
__ADS_1
"lu kedinginan kan, pakek aja, biar ngga dingin.
" lu, gimana"
"gua cowok, dingin gini ga ngaruh" ucap nya membalikan fakta.
"makasih"
"sama sama" senyum menawan dan mata sayu Aidi menatap Thea membuat Thea tersenyum tipis dan langsung mengalihkan pandangan nya.
"manis bat lu" batin Aidi memandang Thea.
hujan sudah reda mereka melanjut kan perjalanan sampai rumah Thea, tidak berselang lama mereka sampai di depan rumah Thea, ia pun beranjak turun.
"Thea, udah sampai" ucap Aidi menatap Thea sayu.
"iya, makasih" ucap Thea lalu memasuki per karangan rumah nya, namun saat Aidi hendak melajukan motor nya Thea berbalik menatap sekejap dan berlalu masuk.
"Lu sialan tapi baik" batin Thea memasuki rumah nya.
sedangkan Aidi langsung melajukan kendaraan nya menuju rumah nya.Di sisi lain Thea masuk dan di sapa oleh bokap nya.
"kok basah anak papa, kamu ke ujanan" raut khawatir dari papa menatap punti kesayangan nya itu.
"tadi ujan pa, Thea nebeng temen, makanya gini, Thea ke atas dulu yah pah, babay papa" ucap Thea mencium pipi papanya dan berlalu menuju kamar nya. Papa nya hanya menatap kepergian putrinya itu.
"nanti habis tuh jangan lupa mandi dan makan ntr sakit" triak papa mengingatkan Thea.
"iya papa sayang" Thea pun berjalan memasuki kamar nya , mengeluarkan kan buku dari tas nya dan di pindah ke rak buku, menggantung tas nya dan becermin.
"oh iya, hoodie tuh anak, yaudah gua cuci besok gua balikin" ucap nya dan mengganti pakaian nya.
"akhir nya bisa rebahan juga" Thea melompat ke atas kasur, sungguh hari yang melelahkan kan, namun tiba tiba, notif HP nya berbunyi.
__ADS_1
Thea pun menutup matanya dan berlalu tidur, sedangkan Aidi iya tersenyum dengan balasan pesan Thea,malam pun semakin lari, mereka berdua beristirahat, karena besok mereka harus menjalani hari hari dengan otak yang full