Catatan Horor

Catatan Horor
suara dalam kegelapan


__ADS_3

Pada suatu malam yang gelap dan hening, Sarah sedang duduk di kamarnya, menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya. Tiba-tiba, ia merasa sepi dan merinding di tengah malam yang sunyi.


Sarah: (Berbisik pada dirinya sendiri) Aku merasa aneh malam ini. Ada sesuatu yang tak beres.


Tiba-tiba, ponsel Sarah berdering. Ia melihat panggilan masuk dari Ryan.


Sarah: (mengangkat telepon) Halo, Ryan. Ada apa?


Ryan: (suara cemas) Sarah, aku ada di luar kampus. Tolong buka pintu, sekarang juga!


Sarah: (terkejut) Ryan, apa yang terjadi? Kenapa kamu di luar kampus?


Ryan: (suara panik) Aku dikejar oleh sesuatu. Aku takut. Tolong buka pintu!


Sarah dengan segera membuka pintu kamarnya dan melihat Ryan dengan wajah pucat pasi dan terengah-engah.


Sarah: (panik) Ryan, cepat masuk! Ada apa sebenarnya?


Ryan: (nafas tersengal-sengal) Aku tadi berjalan-jalan sendirian di sekitar kampus. Tiba-tiba, aku mendengar suara aneh di belakangku. Saat aku berbalik, tak ada apa-apa. Tapi suara itu semakin mendekat dan aku pun berlari.


Sarah: (cemas) Suara apa yang kamu dengar?


Ryan: (tremor) Itu... itu seperti suara bisikan, tapi aku tidak bisa mengerti apa yang mereka katakan. Rasanya dingin dan mencekam.


Maya, teman sekamar Sarah, muncul dari kamarnya setelah mendengar keributan.


Maya: Ada apa sih, kalian berdua? Kenapa terdengar suara gaduh?

__ADS_1


Sarah: Ryan tadi dikejar oleh sesuatu. Dia bilang ada suara aneh.


Maya: (ketakutan) Apa maksudmu dengan suara aneh?


Ryan: (gemetar) Aku tak tahu, Maya. Tapi itu sangat menakutkan. Aku merasa seperti diawasi, seperti ada yang mengikutiku.


Saat mereka berbicara, tiba-tiba lampu di kamar Sarah dan Maya mati. Kegelapan menyelimuti mereka.


Sarah: (panik) Kenapa lampu mati?


Maya: (cemas) Ada apa ini? Suasana semakin menyeramkan.


Ketika mereka mencoba mencari saklar lampu, mereka mendengar suara langkah di lorong yang semakin mendekat.


Suara Misterius: (dalam bisikan) Kalian tidak bisa pergi dari sini. Aku akan menghantui kalian selamanya.


Maya: (tremor) Kita harus pergi dari sini, sekarang juga!


Dalam kegelapan yang mencekam, mereka berlari mencari pintu keluar sambil mendengar suara-suara aneh di belakang mereka.


Mereka berlari menuju pintu utama kampus, namun pintu tersebut terkunci rapat dan tidak bisa dibuka. Ketiganya merasa terjebak dan semakin terancam oleh kehadiran yang tak terlihat.


Sarah: (terengah-engah) Pintu terkunci! Kita harus mencari jalan lain!


Ryan: (ketakutan) Aku dengar suara pintu berderit, tapi tetap saja tidak bisa terbuka. Apa yang sedang terjadi?


Maya: (gelisah) Ada apa dengan tempat ini? Kenapa semuanya begitu menyeramkan?

__ADS_1


Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah kaki yang semakin dekat, dan bayangan-bayangan gelap melintas di koridor.


Suara Misterius: (merintih) Kalian takkan bisa melarikan diri. Aku sudah lama menanti untuk mengambil jiwa-jiwa kalian.


Sarah: (gemetar) Kita harus mencari tempat persembunyian. Ada ruang bawah tanah di gedung tua sebelah sini. Mungkin kita bisa menemukan jalan keluar dari sana.


Tanpa ragu, ketiganya berlari menuju gedung tua yang berjarak beberapa meter dari kampus. Saat mereka memasuki gedung tersebut, suasana semakin suram dan terasa terisi oleh kehadiran yang jahat.


Ryan: (terengah-engah) Apa ini tempat yang tepat? Rasanya semakin buruk.


Maya: (cemas) Aku merasa seperti ada sesuatu yang mengikuti kita sejak tadi. Kita harus bergerak cepat!


Mereka menjelajahi ruang bawah tanah yang gelap dengan menggunakan senter ponsel mereka sebagai penerangan. Di setiap sudut, mereka bisa merasakan keberadaan yang jahat dan merinding.


Suara Misterius: (tawa mengerikan) Kalian takkan bisa kabur dari sini. Jiwa-jiwa kalian akan menjadi milikku!


Mereka melanjutkan perjalanan dengan perasaan takut yang semakin memuncak. Hingga akhirnya, mereka menemukan tangga yang menuju ke permukaan.


Sarah: (lega) Tangga! Kita hampir sampai ke luar!


Mereka dengan cepat berlari naik ke atas tangga, hingga akhirnya keluar dari gedung tua tersebut. Ketiganya merasa lega karena berhasil melarikan diri dari kengerian yang ada di dalamnya.


Ryan: (napas tersengal-sengal) Akhirnya kita bebas. Semoga kita tidak pernah mengalami hal seperti ini lagi.


Maya: (gemetar) Aku masih merasakan ada sesuatu yang mengikuti kita, tapi setidaknya kita berhasil keluar.


Mereka melihat ke belakang, dan tak ada apa pun yang terlihat di dalam gedung tua tersebut. Kengerian yang mereka alami mungkin tinggal kenangan yang mengerikan.

__ADS_1


Namun, hingga saat ini, mereka masih dapat merasakan aura kegelapan yang melingkupi kampus itu, mengingatkan mereka akan malam yang mencekam dan suara-suara misterius yang tak terlupakan.


__ADS_2