
Setelah mengatasi pengalaman menakutkan di makam angker, Rian merasa semakin tergugah dengan dunia gaib. Dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya untuk mencari lebih banyak petunjuk tentang pusaka yang pernah disebutkan oleh hantu sekolah.
Rian melakukan penelitian yang mendalam tentang pusaka itu dan menemukan bahwa itu dikenal sebagai "Keris Naga Hitam". Keris itu konon memiliki kekuatan magis yang luar biasa dan bisa mematahkan segala kutukan yang ada.
Dengan semangat dan tekad yang tinggi, Rian mengunjungi seorang ahli sejarah setempat yang diketahui memiliki pengetahuan luas tentang pusaka dan benda-benda gaib lainnya.
Rian: Pak, saya mendengar tentang sebuah pusaka yang disebut Keris Naga Hitam. Bisakah Anda memberi saya informasi lebih lanjut tentang itu?
Ahli Sejarah: Ah, Keris Naga Hitam. Pusaka itu memiliki reputasi yang legendaris. Konon, hanya mereka yang memiliki jiwa yang kuat dan niat yang tulus yang bisa menguasainya. Dikatakan bahwa keris itu bersembunyi di sebuah gua yang tersembunyi di dalam hutan terlarang di luar kota.
Rian: Bagaimana saya bisa menemukan gua itu? Saya sangat ingin menggunakan kekuatan keris itu untuk tujuan yang baik.
Ahli Sejarah: Perjalanan ke gua itu tidak mudah, Rian. Tetapi jika niatmu murni dan keberanianmu sejati, kamu mungkin memiliki kesempatan untuk menemukannya. Di hutan terlarang, banyak jebakan dan rintangan yang harus kamu atasi. Tetapi jika kamu dapat melewati semuanya, gua itu akan menghadirkan dirinya kepada kamu.
Rian: Saya siap menghadapi tantangan itu. Terima kasih atas bantuannya, Pak.
Dengan pengetahuan baru dan tekad yang kuat, Rian mempersiapkan diri untuk perjalanan yang berbahaya. Dia mengumpulkan peralatan yang diperlukan, termasuk peta hutan dan alat navigasi.
__ADS_1
Rian memasuki hutan terlarang dengan hati-hati. Langkahnya terhenti oleh jebakan dan jaring-jaring licin yang dipasang oleh penjaga gua tersebut. Namun, Rian dengan cerdik berhasil menghindari mereka dan terus maju dengan penuh kehati-hatian.dan setelah berjalan dengan cukup lama akhirnya rian menemukan sebuah gua yang dimaksud.
Mulut gua terletak di lereng bukit yang curam, tertutup oleh hutan lebat dan semak belukar yang menjulang tinggi. Gua itu tersembunyi di antara tebing-tebing batu yang menjulang tinggi, memberikan kesan misterius dan angker.
Saat Rian mendekati mulut gua, dia melihat pintu masuk yang melengkung dengan lebar sekitar dua meter. Dinding-dinding gua terbuat dari batu kapur yang kasar dan berlapis lumut hijau gelap, memberikan kesan usang dan kuno.
Mulut gua itu terlihat gelap dan dalam, mengundang Rian untuk menjelajahi ke dalam kegelapan tersebut. Di sekitar pintu gua, terdapat akar-akar pohon yang menjuntai dan berlekuk-lekuk, memberikan kesan usia dan memperkuat aura keangkeran tempat itu.
Sinar matahari yang temaram menerobos dari celah-celah batu di atas gua, menciptakan sentuhan cahaya yang menyentuh permukaan dinding gua. Namun, sinar itu tidak mampu menembus ke dalam, meninggalkan ruang yang gelap dan misterius di dalam gua yang belum pernah terjamah.
Terdapat goresan-goresan dan tanda-tanda keausan di sekitar mulut gua, menandakan bahwa gua itu telah lama ada dan mungkin pernah menjadi tempat tinggal bagi makhluk-makhluk gaib atau pemujaan kuno.
Keseluruhan penampilan mulut gua mengundang rasa keingintahuan dan rasa takut dalam hati Rian. Namun, dengan tekad yang kuat dan semangat petualangnya yang berkobar, dia mengatasi ketakutannya dan melangkah ke dalam kegelapan, siap menghadapi apa pun yang menantinya di dalam gua angker tersebut.
Setelah memasuki gua yang tersembunyi, Rian melihat bahwa altar tempat Keris Naga Hitam disimpan dijaga oleh serangkaian ujian yang harus dihadapinya sebelum dia dapat mengambil pusaka tersebut.
Di depannya terdapat serangkaian batu besar yang tersusun dengan berbagai simbol dan ukiran. Rian menyadari bahwa dia harus memecahkan teka-teki ini untuk membuktikan ketulusan niat dan kualifikasinya untuk menguasai Keris Naga Hitam.
__ADS_1
Rian menatap dengan seksama dan melihat bahwa setiap batu memiliki simbol unik yang harus disusun dengan benar. Jika dia salah mengatur simbol-simbol tersebut, batu-batu itu akan bergerak dan menciptakan jebakan atau mengunci akses ke Keris Naga Hitam.
Rian mengambil napas dalam-dalam dan memulai tantangan tersebut. Dia dengan hati-hati mempelajari simbol-simbol pada batu dan mencoba mencari keterhubungan antara mereka. Setiap langkah harus dipikirkan secara teliti, karena satu kesalahan bisa berakibat fatal.
Dia mulai meletakkan batu-batu itu dengan hati-hati, mencoba memadukan simbol-simbol yang tampaknya memiliki hubungan logis. Rian harus mengandalkan intuisi dan pengetahuannya tentang mitologi dan simbolisme untuk memecahkan teka-teki ini.
Keringat mengalir di dahinya saat Rian melangkah maju dengan keberanian dan kecerdasan. Dia berhasil mengatur batu-batu dengan benar setelah berjam-jam menganalisis dan mencoba berbagai kombinasi.
Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh di gua itu, dan langit-langit gua bergetar. Cahaya yang terang benderang memenuhi ruangan, dan Keris Naga Hitam terangkat dari altar dan melayang di udara di hadapan Rian.
Sebuah suara misterius mengisi gua tersebut.
Suara Misterius: "Rian, dengan keberanianmu dan pemahamanmu akan simbol-simbol ini, kamu telah membuktikan kualifikasimu untuk memegang Keris Naga Hitam. Gunakanlah kekuatannya dengan bijaksana dan niat yang tulus."
Rian dengan rasa syukur dan rasa hormat yang mendalam, mengulurkan tangannya dan menggenggam Keris Naga Hitam yang terpancar cahaya magis. Dia merasakan kekuatan yang mengalir melalui dirinya, dan dia tahu bahwa sekarang tanggung jawab besar telah dititipkan padanya.
Dengan hati penuh tekad dan kewaspadaan, Rian meninggalkan gua dengan Keris Naga Hitam di tangannya, siap menghadapi tantangan dan menggunakan kekuatannya untuk tujuan yang benar.
__ADS_1