
di sebuah kota terdapat ada 3 orang sahabat Lisa, Rani, dan David,mereka bertiga sangat suka sekali dengan hal hal horor dan pada suatu hari mereka bertiga berencana untuk menginap di sebuah rumah tua yang terkenal angker di pinggiran kota. Mereka sangat penasaran dengan cerita-cerita horor yang beredar tentang rumah tersebut. Setibanya di rumah itu, suasana sudah terasa mencekam.
Lisa: (dengan nada gugup) Ya Tuhan, rasanya angin malam ini berbeda. Kita benar-benar akan menginap di sini?
Rani: (berusaha menenangkan Lisa) Tenang, Lisa. Kita hanya ingin menguji keberanian kita. Pasti tidak ada yang akan terjadi.
David: (sambil tertawa) Betul, Lisa. Hantu-hantu itu hanya mitos belaka. Kita kan tidak percaya hal semacam itu.
Malam semakin larut, dan keheningan mulai menghampiri mereka. Tiba-tiba, pintu rumah terbuka dengan sendirinya. Mereka terkejut.
Rani: (ketakutan) Apa itu? Kenapa pintunya tiba-tiba terbuka?
Lisa: (gemetar) Mungkin hanya angin, kan? Angin malam bisa membuat pintu bergoyang.
David: (memeriksa pintu) Tapi pintu itu tertutup rapat sebelumnya. Aku tidak yakin ini hanya angin.
Sambil berjalan mendekati tangga, mereka mendengar suara langkah kaki di lantai atas.
Rani: (terdengar ketakutan) Apa itu suara langkah kaki?
Lisa: (ketakutan) Aku tidak tahu. Tapi rasanya semakin tidak nyaman di sini.
David: (bersikeras) Mari kita periksa apa sebenarnya yang terjadi di lantai atas. Mungkin ada penjelasan logis.
Mereka berani naik ke lantai atas dan melihat sebuah bayangan wanita memakai gaun putih berjalan di koridor. Mereka kaget.
Rani: (berteriak) Lihat! Itu... itu hantu!
Lisa: (ketakutan) Kita harus pergi sekarang juga!
__ADS_1
David: (berusaha tenang) Tenang, mungkin hanya ilusi mata kita. Mari kita keluar dari sini dan mencari penjelasan.
Mereka bergegas turun tangga dan keluar dari rumah itu. Mereka bernapas lega saat berada di luar rumah angker itu.
Rani: (menahan napas) Tidak pernah lagi aku menginap di tempat seperti itu!
Lisa: (masih ketakutan) Sialan, aku tidak bisa memercayai mataku sendiri. Itu adalah hantu, aku yakin!
David: (memandang rumah itu) Apapun yang terjadi di dalam rumah itu, setidaknya kita selamat sekarang. Lebih baik kita melupakan pengalaman ini.
Malam itu, mereka berjanji untuk tidak pernah lagi mendekati rumah angker itu. Mereka merasakan adrenalin dan ketakutan yang menghantui mereka. Cerita horor ini akan selalu terkenang dalam pikiran mereka sebagai malam yang menakutkan
Tiga bulan setelah malam yang menakutkan di rumah angker, Lisa, Rani, dan David merasa penasaran yang tak terbendung. Mereka ingin mengetahui kebenaran di balik penampakan supranatural yang mereka alami. Maka, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah itu dengan persiapan yang lebih matang.
Lisa: (dengan bersemangat) Kalian berdua masih ingat malam itu, kan? Aku pikir kita harus kembali ke rumah angker itu untuk mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi.
Rani: (agak ragu) Apakah kita tidak akan menghadapi bahaya yang lebih besar? Aku masih teringat betapa ketakutan kita waktu itu.
Dengan hati yang berdebar, mereka memasuki rumah angker yang kelam dan suram. Mereka membawa alat pendeteksi supranatural, kamera, dan senter yang kuat.
Lisa: (was-was) Aku merasa ada yang mengawasi kita. Tapi tidak ada alat pendeteksi yang memberikan sinyal apa pun.
Rani: (menahan ketakutan) Mungkin hantu-hantu ini lebih pintar daripada yang kita kira.
David: (berani) Mari kita terus mencari. Jika ada sesuatu di sini, kita akan mengetahuinya.
Perlahan, mereka menjelajahi setiap ruangan dan koridor yang sunyi. Lampu senter mereka menyoroti setiap sudut rumah yang menyeramkan. Tiba-tiba, mereka mendengar suara gemuruh yang menggema dari ruang bawah tanah.
Lisa: (serasa jantungnya berhenti) Ada apa di ruang bawah tanah? Kita harus pergi dari sini!
__ADS_1
Rani: (bergetar) Tidak, kita harus menghadapinya. Kita tidak boleh lari lagi.
David: (berani) Aku setuju dengan Rani. Kita harus menemukan sumber suara ini dan mengungkap kebenarannya.
Mereka turun ke ruang bawah tanah yang gelap gulita dengan hati-hati. Suara gemuruh semakin kuat dan menggelegar. Ketika mereka mencapai pintu ruang bawah tanah, tiba-tiba semua suara menghilang dan suasana menjadi hening.
Lisa: (bingung) Apa ini? Suara itu lenyap begitu saja.
Rani: (merinding) Aku tidak suka suasana ini. Seperti ada sesuatu yang tidak beres.
David: (memeriksa pintu) Pintu terkunci. Tapi anehnya, pintu ini tidak terkunci waktu kita pertama kali datang ke sini.
Tiba-tiba, suasana menjadi dingin dan hantu wanita yang mereka lihat sebelumnya muncul di hadapan mereka.
Hantu Wanita: (dengan suara serak) Kalian berani kembali ke sini? Kalian tidak akan pernah menemukan kebenaran yang kalian cari!
Lisa: (takut tapi tegar) Siapa kamu? Apa yang kamu inginkan?
Hantu Wanita: (menghilang perlahan) Aku adalah roh yang terjebak di sini. Kejadian tragis di masa lalu mengunci aku dalam kegelapan ini. Kalian harus pergi sekarang sebelum terlambat.
Rani: (berani) Tapi kami ingin membantu. Kami ingin mengetahui kebenaran dan mungkin mencari cara untuk membantu kamu.
Hantu Wanita: (dengan suara lemah) Kalian memiliki hati yang baik, tetapi kalian tidak dapat membantu aku. Kalian hanya akan menemui bahaya di sini.
David: (penuh empati) Kami akan mencoba, apapun yang terjadi. Beritahu kami apa yang terjadi dan bagaimana kami bisa membantu.
Hantu Wanita mulai menceritakan kisah tragis yang menghantui rumah itu. Mereka mendengarkan dengan seksama, mencatat setiap detail yang diceritakan oleh hantu itu.
Setelah mendengar kisah yang menyedihkan, mereka meninggalkan rumah itu dengan harapan dapat menemukan cara untuk membebaskan hantu wanita itu. Meskipun malam itu penuh dengan kejadian mengerikan, Lisa, Rani, dan David berjanji untuk kembali lagi dan mencari solusi untuk mengakhiri penderitaan roh yang terjebak di rumah angker tersebut.
__ADS_1
Kisah mereka berlanjut, penuh dengan teka-teki dan pertempuran antara dunia nyata dan supranatural. Tapi satu hal yang pasti, mereka tidak akan menyerah sampai menemukan kebenaran dan membawa kedamaian bagi roh yang terperangkap dalam kegelapan.