
"Tuan, nona dia.... Eeehhh dia... Nona dia sudah sadar"
Mendengar perkataan suster dafid langsung lari menghampiri nadin.
"Huufff pasti keracunan deh ini... "Ucap nadin sambil berusaha duduk. Lalu dafid dtg.
"Nadin apa kau baik² saja??? ”
"Hhmmm.. "Sembari mengangguk.
"Apa ini sering terjadi padamu??? "
"Iya,,, maka dari itu aku jarang makan-makanan yg mengandung ayam atau ketumbar... Paman bilang aku bukan anak kandung ibuku tapi ibu bilang aku adalah anaknya... Aku bingung yg mna yg hrus aku percayai... "
"Apa ibu-mu atau kamu mencoba tes kecocokan DNA kalian??? "
"Waktu aku kecil nenek meminta ibu untuk mencocokkan DNA ayah dan ibu dnganku tapi ibuku menolak,,, dan nenek mulai tdak percaya kalau aku itu cucunya,,, terlebih lagi nenek membenci ibu karna ibu adalah org miskin... "
"Waaahhh... Dari semua ini sih ibu km yg terlihat mencurigakan,,,, siapa nama ibumu??? "
"Sebelum menikah dngan ayah nama ibu adalah..... "
Pembicaraan nadin terpotong oleh suara handphone milik dafid yg berbunyi....
"Ohh sebentar aku angkat telepon dulu.. "
__ADS_1
"Ah ok... ".
Dafid menjauhi nadin untuk menerima panggilan telphonnya itu. Nadin hanya meneliti expresi dafid saat berbicara dgn penelpone.... Setelah mengakhiri panggilan telepone dafid lngsung mnghampiri nadin kembali,,,,
"Tadi kita sampai dmana bicaranya??? "
"Itu nanti saja ayo kita jalan² dulu di luar aku kurang suka ruangan ini... "
"Eehh ah baiklan... "Dafid memegang tiang infus nadin dan membuntuti arah nadin berjalan. Ternyata nadin pergi ke taman rumah sakit dan duduk di kursi panjang yg tersedia disana.
"Dafid ayo duduk disini... "Menyuruh dafid duduk di dekatnya. Dafid hanya bisa menuruti ucapan nadin. Dafid menghela nafas berat..
"Ada apa??? Apa kau ada masalah??? "
"Eemmm itu,,, (sambil menggaruk kpalanya yg tk gatal) itu temanku ingin kenal dnganmu,,, dia penasaran dngan wanita yg aku kagumi ini... "Ucapnya sambil senyum merekah.
"Iya (mengangguk) dan itu aku ingin kau berpura-pura saja menjadi pacarku.. "
"Hahaha,, itu tdak masalah aku suka membantu... Tpi apa kau tdak memberitahunya untuk bertemu di lain waktu saja kalau skrg kan kurang pas masalahnya masak ketemu dirumah sakit skrg,,,, "
"Tdak masalah hanya teman saja bukan orang penting,,, "
"Apa penampilan ini tdak papa??? ”
"Jika begini kau terlihat natural "
__ADS_1
"Hahaha... Baiklah. "
Saat nadin mengobrol asyik dngan dafid tiba² seseorang memanggilnya, org itu ada di belakang nadin. Dafid tersenyum melihat temannya yg mungkin meledeknya.
"Dmna pacarmu fid??? ”mendengar suara itu nadin merasa sangat familiar dngan suara ini. Rasa penasaran memaksa nadin untuk menengok asal suara itu dan terkejut melihat orang di depannya ini. Sama dengan orang itu dia juga sangat terkejut dengan orang yg dihadapinya itu yg membuat barang bawaannya terjatuh.
"Ada apa dngan kalian??? Apa kalian saling mengenal??? "Ucap dafid merasa heran dngan tingkah nadin dan org itu.
"Tidak... "Ucap nadin dan org itu kompak.
"Ini dia pacarku dia baru pindah beberapa hari yg lalu ke rumahku mama dan papa juga sangat menyukainya, apa kau suka dngan surpriceku kafa!!! "Lanjut dafid.
"Haha wwaaww ini memang sangat mengejutkanku... "Tertawa kesal atau gimana gitu. 😁Sambil melirik nadin yg tertunduk.
"Sayang kenalin ini kafa sahabat aku...dan kafa ini dia pacarku.. "Menunjuk kafa dan nadin sambil memeluk pinggang nadin.
"Hay...aku Kafa"menulurkan tangan.
"Aku nadin "membalas uluran tangan kafa tpi memalingkan wajah menatap arah lain. Lalu jabatan tangan itu terlepas.
*Mohon saran dan dukungannya ya kaka agar aku bisa melanjutkan karyaku dan dapat memperbaiki semua kekurangan di karyaku ini. Terima kasih
Aku sayang kalian semua... 😘😘😘
By :
__ADS_1
Jannatul intan wardani*