
Entah pemberkatan macam apa pernikahan ku,di altar ini aku hnya sendirian tanpa laki laki calon suamiku,ibu tiriku masih sibuk mengumbar senyum murahannya kesetiap tamu,lidahnya sibuk menjilat ibu mertuaku.aku hanya duduk sendirian menunggu,tapi aku sendiri tidak tau apa yang aku tunggu, perasaanku masih campur aduk,ada kemarahan yang tak bisa kuluaskan,dan kecemasan dengan masa depanku.sementara lexi pacar yang ku agung agungkan malah meninggalkanku saat dia mengetahui aku dalam masalah,dan si ****** nindira itu menjerumuskanku di situasi kelam ini,kalau bukan demi nama baik mendiang ayahku,aku tidak akan mau di jadikan persembahan di altar pernikahan saat umurku masih belasan.saat lamunanku terombang ambing tanpa arah, seseorang menempuk pelan pundakku.
"yona,,mari pulang nak" ujar nyonya besar wilson yang sudah jd mertuaku. Mendengar sapaan lembut nya,aku hnya tersenyum dan mengikuti di belakang,tanpa pamit sama siapapun aku mengekor menuju mobilnya,dan diapun sepertinya tidak peduli dengan etikaku yang tidak mencerminkan keluarga bangsawan.
di sepanjang jalan aku hanya diam,aku tidak punya topik pembicaraan dan tidak berniat memulai percakapan.hanya ibu mertuaku yang sesekali menceritakan anaknya albert yang sudah jadi suamiku beberapa jam yang lalu,perjalanan tidak terlalu lama hingga kami pun tiba di sebuah rumah bergaya klasik modren,desain interiornya sungguh menawan.dari gerbang besar tadi tak henti hentinya aku terpukau dengan pekarangan rumah ini.
pintu terbuka lebar sebelum kami sempat mengetuknya,seorang wanita paruh baya dengan tersenyum menyambut kami sambil membungkuk,
"malam nyonya besar??" sapa nya sopan
"malam bi! Ini yona,istri albert" ujar mertuaku
"selamat datang nyonya wilson,semoga pernikahan kalian bahagia sampai surga" tuturnya tulus dengan senyum manis,pembawaannya terlihat elegan meski hanya pembantu rumah tangga.
"eh.iya ,makasih" jawabku kikuk
"namaku asih nyonya muda anda bisa memanggilku bi asih,,jika nyonya butuh apapun anda bisa memanggilku kapanpun" ucapnya ramah.
__ADS_1
"kamu istirahat aja ya sayang,udah malam,asih! tunjukin kamar albert" perintah mertuaku.sejenak aku terpaku mendengar ucapannya,
"apa aku akan tidur di kamar albert" bisikku pelan pada bi asih.
Bi asih menatapku bingung.
"eh itu,,iya juga ya,albert kan sudah jadi suamiku" lanjutku canggung.bi asih hanya tertawa kecil menanggapi pertanyaan konyolku.
Kami melewati ruang tamu sebelum menuju tangga ke lantai dua,sungguh aku sangat terpesona dengan rumah suamiku ini,meski keluargaku terbilang kaya tapi rumah kami tidaklah semewah ini,aku di tuntun bi asih ke lantai dua,perlahan dia membuka pintu sebuah kamar yang tidak terlalu jauh dari tangga,aku di persilahkan masuk setelah dia membuka pintu,perlahan ku tapakkan kaki ku di ruang tidur albert wilson yang terkenal di seluruh negri,rasanya aku masih tak percaya berada di sini.
"silahkan nyonya kalau mau mandi dulu,biar saya yang menyusun barang nyonya" ujar bi asih yang menyusulku sambil membawa koperku,aku memang tidak membawa banyak barang dari rumah, hanya beberapa potong baju dan buku buku kuliahku juga sebuah leptop usang milikku. gegas aku ke kamar mandi karna badanku pun terasa lengket dan penat.
"ini tuan albert,aku menebak nyonya muda belum mengenal tuan kan" ucapnya tersenyum simpul,aku hanya mengangguk membenarkan.
"dulu tuan albert paling tidak suka lama lama berbaring,dan paling benci malas malasan,hingga tuhan memberinya waktu istirahat yang begitu lama,beberapa tahun ini tuan albert tertidur lelap" tuturnya sambil menatap albert dengan pandangan kasih sayang.
"aku harap agar nyonya menjaganya dengan baik" pintanya sambil menatapku sayu,aku merasakan ketulusan dan kekhwatiran dalam suaranya,aku bisa menebak kalau hubungan mereka bukan sekedar pembantu dan tuannya,konon anak majikan yang dari kecil di asuh akan menumbuhkan kasih sayang yang tulus dari keduanya. tak lama kemudian bi asih pun mengundurkan diri,meninggalkanku dengan lelaki yang baru pertama aku temui,tanpa sadar kaki ini membawaku duduk di sampingnya,matanya tertutup rapat,rautnya terlihat damai dan hembusan nafasnya terdengar pelan dan lambat,ku belai lembut kulitnya yang mulus dan halus,hidung yang mancung tegak proporsional, alis hitam yang tiap helainya tersusun rapi dan indah,bibirnya yang tidak besar maupun kecil,rambut hitam lebat dan lurus,sungguh wajahnya terlihat sempurna meski memejamkan mata.nama albert wilson memang sudah sering ku dengar,tapi aku baru melihatnya sekarang.ketampanannya yang menawan otomatis mematahkan rumor yang mengatakan albert seperti mayat hidup yang jelek tinggal tulang karna terlalu lama terbaring dalam keadaan koma,mengingat vonis dokter juga yang menyatakan kesempatannya bangun hanya sedikit.
__ADS_1
"kenalkan,aku adalah istrimu,dan aku rasa lili akan menyesal jika melihat ketampanan dan kekayaanmu" gumamku asal. Yah!! Alasan ibu tiriku menikahkan aku dan bukan putri kandungnya dengan pria terkaya di taured ini dikarnakan rumor yang beredar di luar sana.anehnya keluarga albert tidak pernah menyangkal dan tidak terlihat peduli dengan itu.
* * *
sebulan setelah pernikahanku, aku hanya di sibukkan dengan kuliah dan sesekali membersihkan badan suami gantengku.dia masih tetap terbaring tak bergerak,aku mulai terbiasa dengan rutinitasku dan mulai menerima nasibku,lagian aku sangat senang memandangi wajahnya yang tampan,sesekali aku mengajaknya bicara meski aku tau dia tidak akan bersuara,saat aku memakai masker pun kadang aku suka memaikannya masker juga.saat kuliahpun Aku mulai merindukannya,ingin cepat cepat pulang untuk melihatnya,menceritakan hari hariku.walau hanya seperti orang idiot yang berbicara sendiri.
sore ini nyonya besar menemuiku,kami memang tidak terlalu sering bertemu hal ini membuatku sedikit gugup,meski mertuaku selalu berkata lembut,tapi auranya terlalu mengintimidasi,dan saat dia memberitahukan keinginannya mempunyai cucu dariku dan albert membuatku terpana.
"lah gimana bisa punya cucu mah!? kan,,belum pernah gituan" tanyaku bingung dengan polosnya.
mertuaku hanya terkekeh kecil mendengarku,namun aku betul betul bingung dan bagiku tidak ada yang terasa lucu.
"mama sudah menemukan dokter ahli di bidang itu,,tugasmu hanya harus membuat albert mengeluarkan sp*rmanya,dan siapkan rahimmu,selebihnya serahkan pada dokter saja"
mendengar penjelasannya aku malah tambah bingung.
"emang bisa mah?kan,, kan,, albert lagi tidur" tanyaku takut menyinggung perasaan mertuaku.dengan tersenyum dia pun menjelaskan "albert hanya tertidur,namun anggota tubuhnya yang itu masih bisa berfungsi,kamu hanya perlu membangunkan itunya" ucapnya.otakku masih bekerja keras demi menerima informasi besar dari mama mertuaku,tiba tiba dia melanjutkan kalimatnya
__ADS_1
"aku memberimu waktu malam ini,besok pagi tabung ini sudah tersedia,oke sayang?!" ujarnya sambil menyodorkan tabung kecil lengkap dengan tutupnya.dan tanpa menunggu jawabanku dia pun berlalu pergi begitu saja. hatiku bertanya tanya,beliau tulus sayang sama aku apa nggak sih.
sudah dua jam aku mondar mandir di samping ranjang besar suamiku,aku benar benar tidak tau apa yang harus kulakukan hingga tercetus ide untuk mencari cari tutor di internet.