CEO Kejam Penuh Misteri

CEO Kejam Penuh Misteri
terbangun dari tidur panjangnya


__ADS_3

kupandangi tabung kecil yang berisi cairan suamiku itu,seketika wajahku terasa panas mengingat kejadian semalam.ahh!! Aku malu walau hanya mengingatnya.


"makasih ya sayang" ucap mertuaku saat dokter mengambil tabung itu dariku,


"iya mah" jawabku singkat.aku tidak terlalu dekat dengan mertuaku meski dia memperlakukanku dengan sangat baik.meski aku tidak memiliki rasa keterikatan keluarga dengannya Namun aku selalu menuruti kemauannya dengan tulus dan iklas,seperti saat ini,aku harus menjalani program bayi tabung meski suamiku masih terbaring koma,entah apa yang di fikirkan mertuaku tapi aku tidak punya kapasitas untuk bertanya,walau kemungkinan kberhasilannya memang tidak terlalu tinggi,namun aku melihat rona kebahagiaan di wajah tuanya. Jika ada yang bertanya bagaimana perasaanku?? Aku tidak antusias sama sekali,aku tidak peduli programnya berhasil atau nggak.karna memiliki anak belum pernah terlintas dari fikiranku sedikitpun,meski begitu aku menyadari akan kewajibanku jadi menantu di keluarga ini.


***


menyusun skripsi memang sangat sangat melelahkan, badanku terasa lelah dan penat, untung ada pak jaya yang selalu setia mengantar jemput aku,,jika seperti ini, rasanya menikah dengan albert tidak sesuram yang kufikirkan dulu,


gurat senja mulai terlihat,namun aku masih di dalam perjalanan pulang, air hangat dengan aroma mawar merendam tubuhku terbayang bayang di otakku sepanjang jalan,ingin rasanya terbang secepatnya ke kamar mandiku yang besar,ups!!? Maksudnya kamar mandi suamiku, eh,tapi kan aku istrinya,otomatis kamar mandiku juga lah ya!?. Sesampai rumah aku langsung naik ingin cepat cepat membersihkan diri,namun betapa terkejutnya aku melihat keramaian di kamarku, terlebih aku melihat albert,suamiku itu memandang ke arahku, ya! Dia sudah bangun dari tidur panjangnya,sebuah hal yang mukjizat bagiku,seketika aku salah tingkah dengan tatapannya yang tidak bersahabat,aku berdiri mematung di depan pintu,namun mertuaku yang berada di sampingnya tersenyum dan memanggilku,aku melangkah masuk dengan hati hati,sedikit pun aku tidak berani memandang albert,entah kenapa auranya sangat mengintimidasi keberadaanku.


"siapa wanita ini??" ujarnya hampir berbisik,mungkin karna kondisinya yang belum stabil membuat suaranya terdengar agak bergetar


"namanya yona aldaemir, dia istrimu nak" jawab ibunya dengan senyum bahagia,tak henti hentinya dia mengusap wajah dan rambut anaknya,,matanya sembab dan masih terlihat bekas air mata di pipinya,,aku baru melihat wajah nyonya besar wilson secerah ini,,beberapa dokter masih sibuk mengecek kondisi tubuhnya,sedangkan bi asih berdiri di samping siap menerima perintah dari tuannya..agak lama albert terdiam,aku tidak tau apa yang dia fikirkan,namun jantungku benar benar deg deg an.


"aku belum menikah" ucapnya memberi pernyataan tegas, lalu menutup mata seolah tak mau di bantah. Aku tidak sakit hati dengan ucapannya,juga aku tak hwatir kalau dia akan menceraikan aku secepatnya.sungguh aku benar benar tidak peduli dengan pernikahan ini. mertuaku mendekatiku dengan pandangan meminta maaf "sabar ya sayang,,kasih dia waktu,mama harap yona faham dengan kondisinya saat ini" ujarnya lembut sambil memegang tanganku


"iya mah,yona gak apa apa koq" sahutku sambil tersenyum


"kamu baru pulang kan??! Sana mandi dulu biar segar" tuturnya sambil menggosok lembut pundakku.


"iya mah" jawabku sambil berbalik menuju kamar mandi.

__ADS_1


"jangan pernah berani memasuki kamar mandiku" ujar albert yang tiba tiba kembali membuka matanya,aku bergidik melihat tatapannya hawa dingin menyapu tengkuk ku membuatku ciut tak berani bersitatap dengannya.


"keluar dari kamarku" titahnya masih dengan suara serak,tak kusangka wajahnya yang manis saat tertidur malah seperti iblis ketika dia bangun.dalam hati aku mulai menyesal karna sudah memuji2nya waktu lalu.entah kenapa semua orang hanya terdiam seolah terhipnotis dengan kalimat kalimatnya.


"kenapa masih berdiri disitu seperti orang bodoh?" tuturnya lagi.


"sayaaang,hei,, gak boleh gitu nak,dia istrimu lho,suami istri kan memang harus satu kamar".ujar mertuaku menimpali,albert menatap mamanya dengan expresi datar


"aku belum memberi persetujuan untuk menikah" sahutnya datar.


"gak apa apa mah,aku ke kamar lain aja" ucapku menengahi.gegas aku mengambil pakaianku dan keluar dari sana,aku tidak mau berada di antara konflik ibu dan anak,aku juga hanya terpaksa menikah dengannya.aku tak menyadari kalau bi asih mengikutiku dari belakang.


"maafkan tuan ya nya,aku harap nyonya jangan marah" ujarnya saat melihatku menghembuskan nafas kasar,sebenarnya aku gak marah,aku hanya capek seharian ini di tambah dengan kejutan di kamarku.


"panggil yona aja bi,kalau sungkan panggil nona aja" lanjutku.


"baik non,biar aku siapkan air hangat untuk nona mandi" jawabnya.


"makasih bi,hari ini aku capek bangat,pegalsemua badan,ngomong ngmong! Aku turut bahagia dengan keadaan albert" tuturku dengan tulus.bi asih tersenyum manis


"memang sepantasnya nona lebih bahagia,aku merasa nona pembawa keberuntungan untuk tuan" sahutnya sambil menuju kamar mandi.


***

__ADS_1


Pov author


Sementara itu di kamar albert hanya tinggal nyonya besar dan dirinya,setelah yona keluar kamar diapun mengusir semua orang kecuali ibunya.


"jelaskan!?" ujarnya menatap tajam sang ibu


"mama terpaksa nak,,mama takut sesuatu yang buruk terjadi padamu dan kemudian usaha yang kau bangun mati matian itu sia sia di tangan orang lain" ungkap nyonya besar menjelaskan.


"aku belum mati" sahut albert datar tanpa expresi.


"iya,mama tau,,maafkan mama sayang,mama hanya berusaha melindungimu dan perusahaanmu".


" lalu apa hubungannya dengan wanita itu?"


"mama butuh rahimnya untuk memberimu keturunan,kan gak mungkin kalau mama gak nikahkan kalian,mama gak mau cucu mama anak di luar nikah yang gak bisa meneruskan kehormatan keluarga kita" ucap ibunya panjang lebar.albert mulai mengerti situasinya lalu berkata dengan suara yang di tekan


"apa yang kalian lakukan padaku" tanyanya dengan tatapan menyelidik,ibunya yang tidak mau berbohong pun menceritakan semua rencananya


"apa dia sudah hamil?" ujar albert dengan dingin.


"mama belum membawanya cek up setelah hari itu,tapi sekarang mama sangat lega dan bahagia,kamu gak perlu memikirkan apapun dulu,mama gak mau kondisimu drop lagi" jelas ibunya sambil berjalan keluar


***

__ADS_1


paginya yona terbangun sudah jam 8,perutnya melilit minta makan,mengingat tadi malam dia juga belum sempat makan,sesampainya di ruang makan yona kembali terbelalak melihat albert sudah duduk di sana meski masih menggunakan kursi roda,yona benar benar takjub dengan suaminya itu,sepertinya omongan bi asih tempo hari adalah benar adanya,albert tidak suka lama lama di kasur


__ADS_2