
"bibi gk tau non,,tuan albert tertutup orangnya" jawab bi asih sambil membereskan piring yona.saat hendak menutup pintu,yona kembali bertanya
"kapan aku bisa keluar bi?" ucapnya dengan wajah melas
"aku akan membujuk tuan non" sahut bi asih.
* * *
{ Pov yona }
sudah hampir malam semenjak bi asih datang mengunjungiku, aku benar benar seperti di penjara di ruang mewah ini, kupandangi langit merah dari bingkai jendela kamarku, bagaimanapun indahnya senja di sore ini tidak bisa mengalihkan rasa kesepian dan derita di hatiku. Mengapa takdir sekejam ini?? dari kecil aku di haruskan mengalah dengan semua kemauan ibu tiri,kemudian tidak diperbolehkan bertemu ibu kandungku sampai ahirnya ayah meninggalkanku untuk selamanya,kini di umurku yang masih belia aku pun harus kembali menuruti keinginannya demi nama baik ayahku,menikah dengan keluarga ningrat yang bahkan lebih kejam dari ibu tiriku itu,aku mungkin salah perkiraan di awal aku menikah,,bukan karna albert yang koma makanya aku yang di tumbalkan namun karna suamiku itu sudah terkenal kejam di telinga sebagian orang makanya bukan kakak ku lili yang di nikahkan dengannya,aku sesenggukan mengenang nasib malang yang menimpaku.
Tiba tiba sebuah tangan halus meraih pundakku,seketika aku berbalik dan melihat wajah cantik mertuaku,tanpa sadar aku memeluknya menumpahkan kesedihanku,aku benar2 butuh seseorang saat ini,dan kebetulan mertuaku datang di waktu yang aku tak tau ini tepat atau nggak.
"sabar ya sayang,,mama akan ngomong sama albert,tenangkan hatimu ya" ujar mama mertuaku menenangkan.aku masih sesegukan namun perasaanku mulai lapang tidak se sesak tadi.
"ini mama bawain makanan kesukaan yona,makan ya nak?, mama mau ngomong sama albert dulu" lanjutnya. Sungguh,seketika beban hatiku terasa ringan,tulus atau nggaknya mertuaku aku sangat nyaman di perlakukan seperti ini.beberapa jam kemudian nyonya besar alias mertuaku kembali lagi,kali ini dia bersama bi asih yang membereskan bajuku,aku di suruh pindah, kembali satu kamar dengan pria mengerikan itu.meski sempat menolak namun hanya siasia, aku melihat albert berdiri di tengah ruangan seakan menunggu kedatanganku,dia menatapku dingin namun tidak mengatakan apapun saat bi asih menyusun kembali pkaianku di lemarinya yang besar.
* * *
Sudah seminggu Hari hariku kembali berjalan dengan normal,albert tidak lagi menggangguku,pak jeyki wakil ketua perusahaan ayahku pun menghubungiku. Membicarakan mengenai perusahaan yang kian menurun meski sebagian hutang ayahku pada kolega bisnisnya sudah di lunasi keluarga wilson,namun ternyata beberapa tahun ini pengeluaran tak sebanding pemasukan,hingga di bank pun masih banyak terhutang,belum lagi karyawan yang demo akibat gaji yang belum di berikan.aku bingung harus berbuat apa,hingga pak jeyki menyuruhku menjual usaha peninggalan ayahku itu.
"akan ku fikirkan lagi" begitu jawabku saat mengahiri pertemuan kami siang itu.
saat memasuki rumah,aku melihat beberapa orang,juga albert di ruang tamu,seorang gadis cantik dengan makeup tebal bergayut manja di lengan suamiku itu,suara riuh mereka seketika hening saat melihatku yang bahkan tak menggubris mereka sedikitpun.namun saat aku berjalan melewati mereka beberapa langkah,terdengar suara cempreng gadis itu menegurku
__ADS_1
"dasar perempuan sundal yang gak tau tata krama" umpatnya tanpa basa basi.mendengar itu aku langsung berbalik dan berjalan ke arahnya, wajahnya terlihat angkuh dengan senyum sinis plakk!!! Suara tamparan terdengar begitu keras di ruangan ini,hening dan semua orang menatapku aneh, "ups! sorry,aku mengusir lalat di pipimu,tiba tiba saja banyak lalat sampah saat kau buka mulut" ujarku dingin sambil berbalik pergi,wanita itu terpana melihatku namun beberapa detik kemudian ku dengar dia mengumpat dan teriak teriak,seorang pria blasteran memeluknya yang seperti kesetanan ingin mengejarku.
* * *
{author}
"albert,lihat tu perempuan sundal,pipi ku panas tau" rajuk siska manja setelah yona berlalu.
"kamu pantas dapatkan itu?" sahut albert datar, siska yang mendengar itu jadi marah,sepertinya dia lupa dengan siapa dia bicara.
"koq kamu ngomong gitu sih?? Dia udah kurang ajar,gak ada sopan santunnya sama kita" jawab siska mencoba membenarkan ucapannya.
"bahkan aku merasa kamu lebih buruk dari dia" jawab albert menatap siska dengan dingin.melihat situasi yang kurang mengenakkan jhon pun ahirnya memecah kecanggungan itu
"aah,,sudahlah,, ngomong ngomong istrimu ok juga ya bert??"
"ah iya,maaf maaf ,, albert iya tuan albert kenalin kita sama istrimu donk??" pinta jhon dengan gaya tengilnya.namun albert tidak merespon sedikitpun
"zayn,antar file nya ke ruang kerjaku" titah albert pada pemuda di samping jhon.
"ok bos" sahutnya cepat sambil berdiri dan menyusun lembaran kertas file untuk di bawa ke ruang kerja bosnya.albert pun meninggalkan mereka begitu saja
" woi al,,ruang kerja mu bukannya di situ ya??" teriak jhon saat melihat albert menaiki tangga.
"berisik" sarkas albert yang di jawab kekehan jhon. Siska trus memperhatikan albert sampai dia masuk ke kamar yang sama di masuki yona tadi, terlihat jelas rautnya yang sedih,namun tak seorangpun memperhatikannya kecuali lingga teman sekaligus wakil albert di kantor,juga orang yang diam diam menyukai siska.
__ADS_1
"siska,mau pulang tidak???" tanya nya.
"ah,kalian gak asyik,baru juga jam berapa,nih masih banyak" sosor jhon sambil meletakkan beberapa botol bir di depan mereka.
"tuan rumahnya sudah masuk,jadi lebih baik kita pun baleklah" sahut lingga sambil berdiri.
"yok sis?? Sekalian kita makan di luar nanti" ajak lingga
"lho??! koq udah mau pulang aja ling?" tanya zayn yang baru datang dari ruangan bosnya.
"tau nih,c lingga" sambar jhon.
"aku juga capek,mau istirahat,kita langsung pulang aja ya" sahut siska.
"ini gimana sih?? Kita ngumpul kan buat nyambut siska yang baru pulang,koq malah bubar" sungut jhon kesal.
"iya,kan udah lama kita gak ngumpul lagi" timpal zayn
"lain kali ajalah,masih banyak waktu,kan aku juga gak pergi lagi" jawab siska
"udah ah" ujar lingga sambil menggamit tangan siska dan membawanya pergi,zayn dan jhon saling tatap dan kembali menenggak wiski meski hanya berdua.beberapa saat kemudian yona turun menuju dapur,jhon yang ngebet kenalan pun memaksa yona menemani mereka sebentar,namun yona yang tidak kuat minum bir langsung mabuk saat minum dua gelas kecil dan tidak ingat apapun lagi.
* * *
{pov yona}
__ADS_1
Paginya aku terbangun dengan kepala yang pusing,aku terkejut mendapati diriku di atas kasur empuk,bukan di tilam tempat biasa aku tidur.
"sudah bangun?" suara albert mengejutkanku.