CEO KEKASIH GADIS DESA

CEO KEKASIH GADIS DESA
BAB 14


__ADS_3

SELAMAT DATANG


SEMOGA SUKA DENGAN NOVEL YANG DI BUAT OLEH KAMI DAN KAMI MOHON UNTUK KALIAN SUPORT SAYA SUPAYA SEMANGAT BIKIN NOVEL NYA


SUPORT KAMI DENGAN CARA , SIMAK DI BAWAH INI


JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA YA KAK


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA


BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.


TERIMAKASIH , SEMOGA SEHAT SELALU KA


Waktu semakin cepat berlalu, hari ini cafe milik dinda sudah mulai dibuka. Dan dihari pertamanya buka, dinda memberikan potongan 50% untuk semua menu.


Dinda ikut berkutat di dapur cafe untuk memasak menu spesial yang memang harus dia tangani sendiri sedangkan 2 chef yang lainnya memasak menu yang lainnya.


" Dinda, jika kamu lelah jangan dipaksakan


Ingat harus istirahat juga " Ucap satria mengingatkan istrinya.


" lya mas, terimakasih sudah diingatkan. Oh iya apa mas siang ini jadi kekantor ?" Tanya dinda.


Sebenarnya hari ini juga pertama kali satria mulai memegang kepemimpinan perusahaannya.


Namun karena hari ini bertepatan dengan grand opening cafe dinda jadi satria mengurungkan niatnya untuk kekantor, dia mengalihkan hari esok saja.


" Mulai besok saja aku kekantor, hari ini aku mau membantu pembukaan cafe istriku dulu. Mas bantu - bantu di depan ya din"


Ucap satria "Terimakasih suamiku" Jawab dinda.


Bertepatan dengan jam makan siang, pengunjung semakin ramai. Mereka benar-benar menggunakan kesempatan dengan baik karena ada diskon 50 % untuk semua minuman dan makanan.


* haaahhh ada 3 manusia reseh itu ?Haisss pasti nanti akan terjadi keributan jika aku yang melayani mereka. Lebih baik biar yang lain saja yang melayani mereka, aku *


Gumam satria lalu menyuruh pelayan yang lainnya untuk melayani para iparnya.


Sementara itu dimeja nya, sinta, sarah dan rena sedang membicarakan suasana cafe yang ramai dan penataan cafe yang benar - benar terlihat sempurna. " Mbak sepertinya cafe ini akan mendjadi cafe yang luar biasa, akan meledak dengan pengunjung yang saling silih berganti berdatangan." ucap rena


"Enak banget makanannya ini" Ucap sinta berkomentar memuji enak menu yang dijual di cafe anisa. "Betul enak banget ini " Jawab sarah sambil mengunyah makanannya.


Mbak sinta samna mbak sarah tidak mau gitu ngajak suami kalian untuk makan disini.


Kapan - kapan kita kumpul keluarga disini ya mbak ,tapi jangan ajak si dinda jika dinda mau ikut sih okelah tak masalah.


Yang penting jangan ajak suaminya yang kere dan miskin itu, pasti akan bikin malu


Ucap rena dan di sambut tawa oleh sinta dan sarah.


Haahaaaa


Mereka bertiga terus membicarakan dinda dan satria sampai mereka tertawa terbahak tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, siapa lagi kalau bukan dinda dan satria. Satria tadi memanggil dinda agar dinda tahu jika ada ketiga kakaknya yang juga makan i cafenya.


Satria dan dinda saling melempar senyum melihat kelakuan ketiga kakaknya.


Tidak henti - hentinya mereka bertiga membicarakan dinda dan satria, padahal orang yang dia hina,pemilik cafe tempat mereka makan.


" Din, mas izin ke perusahaan sebentar ya.


Indra baru ngabarin ada berkas yang harus mas tanda tangani dan tidak memungkinkan indra datang kesini karena dia sedang sibuk. " Ucap satria berpamitan.


" lya mas, hati - hati" Jawab dinda sambil mengulas senyum manisnya.


Satri berjalan dengan santainya dan mekewati ketiga iparnya tadi.


Sinta yang menyadari kehadiran satri langsung memanggil satri.


Satria ! Kamu ngapain ada disini ?" Tanya sinta dengab suara sedikit keras.

__ADS_1


Sombong amat, baru juga jadi sopir.


Mungkin dia tadi cuma mengantar boss nya makan saja makanya dia ada disini.


" Ucap sinta dan diangguki oleh sarah dan rena.


* Huhh... Satria kalau berpakaian rapi begitu oke juga * Gumam sarah dalam hatinya.


Sedangkan dirumah orang tuanya saat ini bu rahayu dan pak karim sedang berdebat.


Pak karim tidak setuju dengan istrinya yang akan menjodoh kan dinda dengan tono.


Bagi pak karim pernikahan itu suatu ibadah yang sakral yang tidak bisa seenaknya di permainkan, apalagi dinda masih sah strinya satria.


Kalau bapak tidak setuju karena dinda masih sah istrinya satria itu soal mudah pak. Kita tinggal minta satria atau dinda cerai saja, setelah masa iddah dinda habis bisa kita langsung nikahkan dengan tono.


Tono itu orang kaya pak, dia pasti bisa membahagiakan dinda. Kita juga pasti akan kecipratan rezeki dari mereka " Ucap ibu rahayu tetap pada pendiriannya tanpa mau mendengar pendapat sang suami.


Astagfirullahaladzim ibu.. !! Isytighfar bu, dinda dan satria itu sah suami istri.


Mereka tidak ada masalah sedikitpun, berdosa kita sebagai orang tua menuntut mereka untuk bercerai.


" Ucap pak karim sambil mengusap dadanya yang sudah mulai terasa nyeri karena kelakuan sang istri.


" Permisi, apa disini rumahnya pak satria ?"


Tanya seseorang yang tampilan nya terlihat rapi dan klimis.


Siapa pria ini ? dia mencari satria atau jangan - jangan satria punya hutang sama pria ini dan dia datang untuk menagih hutang nya * Gumam ibu rahayu dalam hatinnya.


" Ini bukan rumah satria , rumah satria yang itu. Tapi jika jam segini tidak ada dirumah karena dia sedang bekerja.


Jika mau menagih hutang datang saja nanti sore atau nanti malam" Jawab ibu rahayu sambil menunjuk kearah rumah kontrakan yang sederhana.


" Tidak tahu siapa, tadi tidak nanyak siapa namanya. Tapi dia datang nyari satria, sepertinya orang bank yang datang untuk menagih hutang.


Belum lagi dia juga beli kulkas dan kipas angin, gaya sok kaya tapi hasil hutang"


Ucap ibu rahayu mencibir satria kembali.


* Semoga saja satria dan dinda tidak terlibat hutang kepada siapapun * Gumam pak karim.


Waktu semakin cepat berlalu, hari ini cafe milik dinda sudah mulai dibuka.


Dan dihari pertamanya buka, dinda memberikan potongan 50% untuk semua menu. Dinda ikut berkutat di dapur cafe untuk memasak menu spesial yang memang harus dia tangani sendiri sedangkan 2 chef yang lainnya memasak menu yang lainnya.


" Dinda, jika kamu lelah jangan dipaksakan


Ingat harus istirahat juga " Ucap satria mengingatkan istrinya. " lya mas, terimakasih sudah diingatkan. Oh iya apa mas siang ini jadi kekantor ?" Tanya dinda.


Sebenarnya hari ini juga pertama kali satria mulai memegang kepemimpinan perusahaannya.


Namun karena hari ini bertepatan dengan grand opening cafe dinda jadi satria mengurungkan niatnya untuk kekantor, dia mengalihkan hari esok saja.


" Mulai besok saja aku kekantor, hari ini aku mau membantu pembukaan cafe istriku dulu.


Mas bantu - bantu di depan ya din"


Ucap satria "Terimakasih suamiku" Jawab dinda.


Bertepatan dengan jam makan siang, pengunjung semakin ramai. Mereka benar-benar menggunakan kesempatan dengan baik karena ada diskon 50 % untuk semua minuman dan makanan.


* haaahhh ada 3 manusia reseh itu ?Haisss pasti nanti akan terjadi keributan jika aku yang melayani mereka.


Lebih baik biar yang lain saja yang melayani mereka, aku *


Gumam satria lalu menyuruh pelayan yang lainnya untuk melayani para iparnya.


Sementara itu dimeja nya, sinta, sarah dan rena sedang membicarakan suasana cafe yang ramai dan penataan cafe yang benar - benar terlihat sempurna.

__ADS_1


" Mbak sepertinya cafe ini akan mendjadi cafe yang luar biasa, akan meledak dengan pengunjung yang saling silih berganti berdatangan." ucap rena


"Enak banget makanannya ini" Ucap sinta berkomentar memuji enak menu yang dijual di cafe anisa. "Betul enak banget ini " Jawab sarah sambil mengunyah makanannya.


Mbak sinta samna mbak sarah tidak mau gitu ngajak suami kalian untuk makan disini. Kapan - kapan kita kumpul keluarga disini ya mbak ,tapi jangan ajak si dinda jika dinda mau ikut sih okelah tak masalah.


Yang penting jangan ajak suaminya yang kere dan miskin itu, pasti akan bikin malu


Ucap rena dan di sambut tawa oleh sinta dan sarah.


Haahaaaa


Mereka bertiga terus membicarakan dinda dan satria sampai mereka tertawa terbahak tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, siapa lagi kalau bukan dinda dan satria.


Satria tadi memanggil dinda agar dinda tahu jika ada ketiga kakaknya yang juga makan i cafenya.


Satria dan dinda saling melempar senyum melihat kelakuan ketiga kakaknya.


Tidak henti - hentinya mereka bertiga membicarakan dinda dan satria, padahal orang yang dia hina,pemilik cafe tempat mereka makan.


" Din, mas izin ke perusahaan sebentar ya.


Indra baru ngabarin ada berkas yang harus mas tanda tangani dan tidak memungkinkan indra datang kesini karena dia sedang sibuk. " Ucap satria berpamitan.


" lya mas, hati - hati" Jawab dinda sambil mengulas senyum manisnya.


Satri berjalan dengan santainya dan mekewati ketiga iparnya tadi.


Sinta yang menyadari kehadiran satri langsung memanggil satri.


Satria ! Kamu ngapain ada disini ?" Tanya sinta dengab suara sedikit keras.


Sombong amat, baru juga jadi sopir.


Mungkin dia tadi cuma mengantar boss nya makan saja makanya dia ada disini.


" Ucap sinta dan diangguki oleh sarah dan rena.


Huhh... Satria kalau berpakaian rapi begitu oke juga * Gumam sarah dalam hatinya.


Sedangkan dirumah orang tuanya saat ini bu rahayu dan pak karim sedang berdebat.


Pak karim tidak setuju dengan istrinya yang akan menjodoh kan dinda dengan tono.


Bagi pak karim pernikahan itu suatu ibadah yang sakral yang tidak bisa seenaknya di permainkan, apalagi dinda masih sah strinya satria.


Kalau bapak tidak setuju karena dinda masih sah istrinya satria itu soal mudah pak. Kita tinggal minta satria atau dinda cerai saja, setelah masa iddah dinda habis bisa kita langsung nikahkan dengan tono.


Tono itu orang kaya pak, dia pasti bisa membahagiakan dinda. Kita juga pasti akan kecipratan rezeki dari mereka " Ucap ibu rahayu tetap pada pendiriannya tanpa mau mendengar pendapat sang suami.


Astagfirullahaladzim ibu.. !! Isytighfar bu, dinda dan satria itu sah suami istri.


Mereka tidak ada masalah sedikitpun, berdosa kita sebagai orang tua menuntut mereka untuk bercerai. " Ucap pak karim sambil mengusap dadanya yang sudah mulai terasa nyeri karena kelakuan sang istri.


" Permisi, apa disini rumahnya pak satria ?"


Tanya seseorang yang tampilan nya terlihat rapi dan klimis.


siapa pria ini ? dia mencari satria atau jangan - jangan satria punya hutang sama pria ini dan dia datang untuk menagih hutang nya Gumam ibu rahayu dalam hatinnya.


" Ini bukan rumah satria , rumah satria yang itu. Tapi jika jam segini tidak ada dirumah karena dia sedang bekerja. Jika mau menagih hutang datang saja nanti sore atau nanti malam"Jawab ibu rahayu sambil menunjuk kearah rumah kontrakan yang sederhana.


" Tidak tahu siapa, tadi tidak nanyak siapa namanya.


Tapi dia datang nyari satria, sepertinya orang bank yang datang untuk menagih hutang. Bisa saja uang 100 juta yang dulu mau diberikan kepada bapak itu belum dia kembalikan tapi malah dia pakai pribadi, buktinya dia bisa bayarin bapak rumah sakit dan obat bapak yang mahal itu.


Belum lagi dia juga beli kulkas dan kipas angin, gaya sok kaya tapi hasil hutang


Ucap ibu rahayu mencibir satria kembali. Semoga saja satria dan dinda tidak terlibat hutang kepada siapapun ,Gumam pak karim.

__ADS_1


__ADS_2