CEO KEKASIH GADIS DESA

CEO KEKASIH GADIS DESA
BAB 19


__ADS_3

Menjalani kehidupan sebagai masyarakat biasa adalah pilihan Satria Perkasa Wardoyo atau yang biasa di kenal dengan nama panggilan satria.


Selama 5 tahun ini dia menjalani kehidupan yang serba pas - pasan. Dia menikahi seorang gadis bernama Dinda kusuma, dinda seorang gadis yang cantik dan lembut. Sebelum menikah dinda bekerja sebagai kasir disalah satu mini market, namun saat menikah dia memilih fokus dengan rumah tangganya.


Dinda, tidak tahu siapa suaminya yang sesungguhnya namun dia tetap menerima kekurangan sang suami. Nafkah yang serba pas - pasan pun tidak jadi masalah bagi Dinda.


Namun hubungan baik dinda dan ketiga kakaknya berubah tidak baik setelah dinda menikah dengan satria. Kedua kakak lelaki dinda sangat menentang pernikahan dinda dan satria, begitupun kakak perempuan dinda sangat menyayangkan keputusan dinda menerima lamaran Satria yang hanya pedagang es cendol keliling.


HAPPY READING


Cendol , cendol.. Es cendolnya pak buk.


Dijamin pakai gula aren asli. Cendol, cendol !" Seru satria menjajakan cendolnya secara keliling.


Hari ini hari minggu sehingga satria tidak berjualan di sekolahan, dia berjualan secara keliling dan berangkat sekitar jam 8 pagi. Jika hari libur atau hari minggu satria berkeliling agak jauh atau didesa sebelah.


" Mas beli cendol" Ucap ibu-ibu sambil menggendong anaknya.


Satria tersenyum dan mengangguk lalu menghampiri ibu - ibu yang memanggilnya tadi. Satria berhenti tepat di depan rumah pembelinya.


"Mau beli berapa bu?" Tanya satria ramah dan sopan.


" Minta 10 ribu jadiin 3 bungkus boleh tidak mas ?" Tanya ibu itu dengan ragu.


" Boleh bu " Jawab satria sopan. " Alhamdulillah terimakasih ya mas" Jawat ibu itu dengan penuh syukur.


Satria hanya mengangguk ramah, dia mulai meracik es cendol dan membungkusnya menggunakan plastik. Satria memang tidak mematok harga, bahkan tak jarang saat di sekolahan anak-anak membeli dengan harga 1000 rupiah.


Belum selesai membungkus pesanan ibu yang tadi sudah datang 2 ibu - ibu lagi yang ingin membeli es cendol satria. Mereka memang sudah berlangganan dengan satria, dan mereka tahu jadwal satria keliling di daerah itu.


"Mas satria saya minta harga lima ribuan 4 bungkus ya mas.


"Ucap ibu Siti dengan ramah. " Saya 2 bungkus saja mas, kebetulan suami saya sedang tidak dirumah jadi untuk saya dan anak saya saja "Ucap ibu mila ikut memesan dua bungkus es cendol.


lya ibu- ibu, sabar ya saya buatkan punya ibu yang ini dulu " Ucap satria dengan ramah dan sopan.


" Mas satria ini tampan loh, tapi mau ya kerja panas - panasan jualan es cendol begini. Tidak takut hitam mas ?" Tanya ibu mila sambil terkekeh.


Mau bagaimana lagi buk, saya tidak punya keahlian lain selain jualan es cendol " Ucap satria dengan tangan tetap bekerja membungkus es cendol.


"lya mas kerja apa saja yang penting halal dan tidak merugikan orang" Tambah ibu siti dan diangguki oleh ibu mila. " lya bu" Jawab satria sopan.


Tiga bungkus es cendol sudah selesai dan satria memberikannya kepada ibu-ibu yang tadi menggendong anaknya. Satria beralih membungkuskan untuk ibu siti dan dilanjut untuk ibu mila.

__ADS_1


Saat sedang membungkuskan untuk ibu mila tiba - tiba satria dikagetkan dengan seseorang yang memanggilnya dengan lantang.


"Satriaaa !! Hari minggu begini kamu masih saja jualan ?


Makanya kerja itu kantoran jadi minggu bisa libur, kasihan banget sih kamu cuma bisa ngumpulin uang recehan.


Hahahaaa " Seru rudi dengan tawa mengejek.


Bahkan rudi bicara dari dalam mobilnya, mobil yang selalu dia banggakan .


Padahal jabatan di kantor hanya karyawan biasa tapi bisa membeli mobil dengan harga yang cukup mahal, bukan satria tidak tahu kecurangan yang dilakukan rudi.


Pada saatnya nanti semua akan mendapat balasannya.


"Iya mas,maklum saya cuma tukang cendol. Hanya bisa mengumpulkan receha saja, beda sama mas rudi yang kerja kantoran.


Tapi saya heran mas ini bisa beli mobil ratusan juta uang darimana ya ?


padahal mas juga hanya karyawan biasa ?"


Tanya satria sedikit mengulik rudi.


"Hai... Kamu jangan asal bicara ya. Biarpun karyawan biasa gajiku itu besar.


Kenapa kamu bicara seperti itu ?


Kamu iri?


Huhh samapai kiamat pun kamu tidak bisa beli mobil seperti ini.


Oh iya jangan lupa uang 100 juta itu kamu kembalikan kepada tukang sewanya.


Atau mungkin yang kemarin itu memang uang palsu." Ucap rudi dengan sombong. "Sudahlah mas jangan di tanggepi lagi orang miskin itu. Biarkan dia berjualan saja, ayok kita pergi nanti keburu pada datang yang lainnya.


"Ucap istri rudi.


Akhirnya mobil rudi pergi menjauh, Satria sendiri hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sombong sang kakak iparnya itu. Dia melanjutkan membungkus cendol untuk ibu mila.


"Itu orang memang sombong banget mas mas satria kenal toh sama orang tadi ?"


Tanya ibu mila.


" Dia kakak ipar saya bu. Yah memang begitu watak kakak ipar saya bu, maklum dia pegawai kantoran beda sama saya yang hanya tukang cendol keliling."

__ADS_1


Ucap satria sambil tersenyum ramah.


" Oh kakak iparnya to mas. ?. Kalau aku punya ipar seperti itu sudah aku cabein itu mulutnya, sombongnya tidak karuan.


Biarpun hanya pedagang cendol yang penting usaha milik sendiri ya mas dan tidak bergantung kepada orang lain."


Seru ibu siti ikut menimpali. " lya bu. Ini cendolnya bu." Ucap satria sambil memberikan cendol pesanan ibu mila dan ibu siti.


Setelah menerima uang dari ibu siti dan ibu mila, satria melanjutkan berkeliling menjajakan es cendolnya. Matahari semakin meninggi dan cukup terik, panas-panas memang lebih cocok minum es cendol. Alhamdulillah es cendol satria habis tak tersisa, tepat jam setengah 3 dia sudah sampai rumah. Sampai detik ini satria masih menggunakan gerobak dorong, padahal dinda sudah meminta untuk menggantinya menggunakan sepeda dorong agar satria tidak terlalu capek saat berkeliling.


" Mas ,tadi aku sudah beli kulkas sama kipas angin. Uangnya masih sisa banyak mas, bagaimana kalau kita beli motor mas.


Soalnya motor kita juga sudah sering macet dan keluar masuk bengkel. "Ucap dinda.


Motor satria menmang hanya motor butut dengan suara yang cukup bising. Bahkan hampir setiap minggu motor itu masuk bengkel.


" lya din, tidak apa - apa beli motor. Kalau mau beli mobilpun mas ada uangnya kok din. Bila perlu sekarang juga kita ke showroom cari mobil " Ucap satria tersenyum.


Mobil ?


Dinda bingung menanggapi ucapan satria.


Kenapa satria bilang beli mobil pun bisa.


Bahkan ucapan satria seperti serius tidak ada raut wajah bercanda.


Dinda mulai curiga dengan suaminya, darimana suaminya mempunyai uang untuk beli mobil.


Balas Tandai dibaca cendoi ? masak iya dia punya tabungan 100 juta, kok aku tidak percaya ya.


Tapi mas satria bilang itu uang tabungannya *


Gumam dinda dalam batinnya.


" Mas punya uang untuk beli mobil ?" Tanya dinda.


Ehh... Emm... Anu din, mas hanya asal bicara saja kok. " Jawab satria gugup.


Belum saatnya satria memberitahu siapa dirinya yang sebenarnya.


Jika saatnya sudah tepat nanti dia pasti akan memberitahu satria.


Dreet... Dreett... Drettt

__ADS_1


__ADS_2