
Menjalani kehidupan sebagai masyarakat biasa adalah pilihan Satria Perkasa Wardoyo atau yang biasa di kenal dengan nama panggilan satria.
Selama 5 tahun ini dia menjalani kehidupan yang serba pas - pasan.
Dia menikahi seorang gadis bernama Dinda kusuma, dinda seorang gadis yang cantik dan lembut.
Sebelum menikah dinda bekerja sebagai kasir disalah satu mini market, namun saat menikah dia memilih fokus dengan rumah tangganya.
Dinda, tidak tahu siapa suaminya yang sesungguhnya namun dia tetap menerima kekurangan sang suami. Nafkah yang serba pas - pasan pun tidak jadi masalah bagi Dinda.
Namun hubungan baik dinda dan ketiga kakaknya berubah tidak baik setelah dinda menikah dengan satria.
Kedua kakak lelaki dinda sangat menentang pernikahan dinda dan satria, begitupun kakak perempuan dinda sangat menyayangkan keputusan dinda menerima lamaran Satria yang hanya pedagang es cendol kelilingMenjalani kehidupan sebagai masyarakat biasa adalah pilihan Satria Perkasa Wardoyo atau yang biasa di kenal dengan nama panggilan satria.
Selama 5 tahun ini dia menjalani kehidupan yang serba pas - pasan. Dia menikahi seorang gadis bernama Dinda kusuma, dinda seorang gadis yang cantik dan lembut.
Sebelum menikah dinda bekerja sebagai kasir disalah satu mini market, namun saat menikah dia memilih fokus dengan rumah tangganya.
Dinda, tidak tahu siapa suaminya yang sesungguhnya namun dia tetap menerima kekurangan sang suami. Nafkah yang serba pas - pasan pun tidak jadi masalah bagi Dinda.
Namun hubungan baik dinda dan ketiga kakaknya berubah tidak baik setelah dinda menikah dengan satria. Kedua kakak lelaki dinda sangat menentang pernikahan dinda dan satria, begitupun kakak perempuan dinda sangat menyayangkan keputusan dinda menerima lamaran Satria yang hanya pedagang es cendol keliling.
jangan lupa untuk vote , like , komentar dan follow ya supaya semangat bikin novel nya
Acara keluarga
HAPPY READING
Satria seorang pria berusia 29 tahun hidup serba pas - pasan di sebuah rumah kontrakan yang bisa dibilang sangat sederhana. Satria tinggal masih satu desa dengan mertua dan keluarga istrinya, sudah 2 tahun satria menikahi wanita cantik dan sederhana bernama Dinda kusama.
Dinda dulu bekerja di salah satu mini market sebagai kasir, namun dia memutuskan berhenti setelah menikah.
" Kamu itu dasar bodoh ! Seharusnya kamu dulu menikah dengan Alfin.
Dia bekerja kantoran bahkan punya jabatan yang tinggi di kantor tempat dia kerja, tapi malah kamu menikah dengan pria miskin yang hanya bekerja sebagai penjual es cendol keliling !" Bentak Rudi kakak pertama
__ADS_1
Dinda.
Dinda adalah anak paling terakhir, dan dia memiliki 3 kakak. Rudi kakak pertama, Reno kakak kedua dan Rena kaka perempuan nya yang ketiga. Ketiga kakak nya dari awal sudah menentang hubungannya dengan satria namun dinda tetap mempertahankan hubungan nya dengan satria. Sampai pada akhirnya dinda menerima lamaran satria dan membuat ketiga kakaknya murka dan menjauhinya.
Begitupun dengan bu Rahayu ibu kandung dinda, hanya pak Karim ayah kandung dinda yang setuju dengan hubungan dinda dan satria.
"Lihat sekarang hidup mu, Dinda . Kamu serba kekurangan bahkan Tuhan saja belum mempercayaimu punya anak itu karena kalian miskin dan tidak punya cukup biaya untuk menafkahi anak mu" Ucap
Rena kakak perempuan dinda.
' Jodoh,rezeki, maut itu rahasia Allah mbak. Jadi jangan pernah mengaitkan anak dengan kemiskinan kami. Ini rumah tanggaku dengan mas satria kenapa kalian yang ribut, lagian selama 2 tahun aku menikah dengan mas satria sedikit saja aku tidak pernah meminta bantuan pada kalian semua.
Tapi beda dengan kalian bertiga, meskipun kalian orang berada dan pekerja kantoran tapi selalu kekurangan uang dan selalu merepotkan bapak dan ibun" Jawab dinda dengan berani.
Dia sudah bosan selalu dihina dan direndahkan oleh saudara- saudaranya.
Apalagi siaminya selalu menjadi bahan olokan mereka. " Sudah Din, jangan ribut lagi malu di dengar tetangga " Ucap satria sambil mengusap punggung istrinya dengan lembut.
Hal seperti ini sudah biasa bagi Satria, bahkan sudah menjadi makanan sehari-harinya. Perlakuan para ipar -iparnya memang tidak ada yang baik kepadanya.
Bahkan ibu mertuanya sama sekali tidak menganggapnya sebagai menantu, hanya ayah mertuanya saja yang bersikap baik. " Tapi mas mereka ini sudah kelewatan.
" Sudah tidak apa - apa, mas memang orang miskin tapi insya allah bisa membahagiakanmu " Ucap satria lembut.
Kesabaran dan kelembutan satria inilah yang membuat dinda jatuh cinta dan memantapkan hatinya kepada satria.
"Heleh... Cuma pedagang cendol saja bangga. Bisa bahagiakan anak ku darimana ? Ngasih uang saja pas- pasan.
" Cibir ibu Rahayu sambil mencebikkan bibirnya. 3 "Bu, jangan bicara seperti itu.
Satria ini menantu kita, seharusnya kita doakan dia supaya usahanya mencari rizki diberi kelancaran. Kalau rezkinya lancar anak kita juga yang merasakannya "Ucap pak Karim menasehati istrinya.
Ketiga kakak rahayu tidak suka dengan perkataan ayah nya. Mereka malu mempunyai adik ipar seperti satria, bahkan dia tidak mau mengakui satria sebagai iparnya. Bertemu dijalanpun tidak pernah mau menyapa nya, jika satria yang menyapa mereka hanya buang muka.
Bapak ini selalu membela satria dan dinda, kami ini hanya ingin dinda hidup bahagia dan hidup enak.
__ADS_1
Bapak bisa lihatkan istri - istri kami dan suami nya rena semua orang terpandang dan Suami rena juga punya pekerjaan tetap yang bagus." Ucap reno kakak kedua dinda.
Anak- anak dan menantu pak karim setiap malam minggu memang berkumpul di rumah pak karim untuk makan malam bersama. Tentunya semua menua dinda dab mbok yem yang memasaknya.
Para kakak ipar perempuannya mana mau membantu memasak, mereka hanya mau makan saja bahkan membantu
" Mas Rudi yuk kita pulang, aku sudah mengantuk.
Mendengar perdebatan yang tidak penting ini membuat aku semakin mengantuk "Ucap sinta istri rudi.
lya betul mbak aku juga mengantuk nih "
Ucap sarah istri reno ikut menimpali.
Akhirnya ketiga kakak dinda dan suami istrinya pulang semua.
Tinggalah dinda dan satria yang masih diam membisu di ruang tamu. Pandangan mata ibu rahayu sinis kearah Satria dan dinda.
"Kamu bereskan gelas - gelas bekas teh dan kopi ini baru kamu pulang. Tadi kamu kan sudah numpang makan enak disini.
Ucap ibu rahayu ketus lalu bangkit dan masuk kamarnya.
Dinda hanya bisa menangis dalam hati saja, dia tidak mau menangis di depan ayahnya. Dindapun mengerjakan apa yang diperintahkan oleh ibunya.
" Sudah biarkan saja din. Biar bim yem yang membereskan ini semua, kami pasti lelah karena dari sore kamu sudah menyiapkan semuanya.
Sekarang pulanglah dan istirahat, besok pagi kamu harus menyiapkan dagangan suami kamu.
"Ucap pak karim dengan lembut.
" Tapi pak .... " Seru dinda terhenti karena pak karim menyela.
Sudah tidak apa - apa. Jika ibu mu marah itu urusan bapak" Ucap pak karim.
Dinda mengangguk mengikuti ucapan ayahnya.
__ADS_1
Satria dan dinda menyalami pak karim dengan takzim lalu mereka pamit pulang.
Rumah dinda tidak jauh dari rumah orang tuanya, hanya berjarak sekitar 100 meter saja atau sekitar 5 rumah.