
Hari ini ada pengumaman bahwa pemilik perusahaan akad datang kekantor untuk mengecek kinerja CEO atau keisya anaknya sendiri semenjak perusahaannya di wariskan kepada anak semata wayangnya itu.Maka dari itu seluruh karyawan sibuk untuk mempersiapkan penyambutan untuk ayah dari CEO nya itu.
Tak lama setelah menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut Sang pemilik perusahaan beliau pun datang dengan istrinya.seluruh karyawan yang ada di koridor kantor menundukkan kepala mereka.disisi lain ada keisya yang sudah menunggu kehadiran papanya itu.
"Memangnya papa udah pulih,sampe² menyempatkan untuk berkunjung ke kantor"Ucap keisya dengan rasa cemas
"Iya nihh mama udah bilangin mending istirahtnya di rumah saja,,tapi kata papa ada hal penting yang harus dia omongin sama kamu"ucap mama keisya membalas
"Hal penting,,hal penting apa sampai² papa nggak bisa nunggu keisya pulang kerumah dulu,atau bisa via telpon ajah."tukas keisya
Pak Bram wijaya menarik nafas dan menghempaskannya kembali sembari memperbaiki cara duduknya agar dapat feel ngomong yang baik.
"Begini nak papa dan mama kan sudah tua,sementara kamu adalah anak semata wayang kami,papa dan mama nggak mungkin bisa menemani kamu seterusnya kan,apa kamu nggak berniat untuk mencari pendamping hidup."?Ucap papa keisya memohon.
Keisya pun merasa bingung bagaimana cara menjawab pertanyaan dari papa nya itu,,sementara terakhir keisya pacaran itu 3 tahun lalu,setelah ditinggalkan oleh Dika mantan pacarnya dia merasa enggan untuk membuka hati lagi.
"begini pa bukannya keisya nggak mau nikah,cuman keisya belum kepikiran kearah
__ADS_1
sana,pacar saja keisya nggak punya,apalagi calon suami."jawab keisya dengan wajah agak sedih mendengar omongan papanya itu.
setelah lama mengobrol keisya menyadari bahwa sedari tadi orang tuanya duduk dengannya tanpa ada minuman yang dihidangkannya.
"ehh keisya lupa,mama sama papa mau minum apa,,ntar saya suruh desi untuk membuatnya".?ucap keisya sambil menepuk jidatnya.
"Papa mau kopi aja deh,kalau mama mau minum apa.?mama mau minum teh anget ajah".pinta pak bram dan istrinya.
"Des..Desi"panggil keisya dalam ruangannya
Desipun masuk keruangan Boss nya itu.
"Akram tolong buatkan kopi dan teh untuk boss besar"pinta desi memohon.
"iya bu di tunggu yahh"ucap akram
"jangan lupa sekalian kamu yang antar yahh"ucap desi sambil cengengesan
__ADS_1
Akrampun selesai mebuatkan kopi dan teh sesuai pesanan desi,diapun langsung menuju ruangan CEO dan sesampainya disana dia tidak mendapati desi di ruangannya,diapun memberanikan diri untuk mengantarnya sendiri.apalagi ada org tua keisya itu menambah rasa takut akram,bukan karna orang tua keisya galak,hanya saja pertemuan awal mereka yang kurang pas.
setelah mengumpulkan tenaga akram mengetuk pintu CEO nya,setelah mendapatkan jawaban dari dalam akrampun masuk dan menyimpan minumannya di meja.
Karna tadi waktu penyambutan mama keisya belum sempat menyapa akram org yang menyelamatkan nyawa suaminya itu.
"Hallo nak akram bagaimana kabarmu"ucap mama keisya.karna pak bram tidak tahu bahwa akram lah yang mendonorkan darah untuknya,dia merasa bingung kenapa istrinya bisa menyapa OB di kantornya dengan sebutan Anak lagi.keisya merasa biasa saja dengan kehadiran akram diruangannya itu.
"Ma dia ini siapa"ucap pak bram penasaran
"oh dia ini pa orang yang udah nyelametin nyawa kamu,dia yang udah mendonorkan darahnya untuk kamu pa"ucap mama keisya
"benar itu sya"ucap pak bram tak percaya
"iya pa,dia ini akram OB disini waktu itu dia ada di tempat kejadian papa kecelakaan dan kebetulan darahnya cocok dengan papa"keisya memperjelas.
"makasih yah nak karna kamu saya masih bisa berada di tempat ini"ucap pak Bram sambil menjabat tangan akram.
__ADS_1
setelah berterimakasih kasih kepada akram,keisya pun menyuruh akram untuk keluar dari ruangannya karna merasa terganggu dengan kehadiran akram diantara mereka.