
Sesampainya akram di depan ruangan keisya diapun mengetuk pintu,,setelah mendapat jawaban dari dalam ruangan akrampun masuk dengan tertunduk karna takut menatap muka boss nya itu dan kedua orang tuanya.
"Nak akram ayo duduk disamping keisya ada yang perlu bapak bicarakan denganmu"pinta pak bram
"Tidak apa² pak saya berdiri saja"balas akram
"Tidak apa² nak ayo duduk"ucap ibu sinta
keisya yang sedari tadi hanya menyimak terpaksa bersuara karna dia tahu akram tidak akan berani duduk di sampingnya tanpa persetujuannya.
"duduk aja cepat,,bikin repot dehh"ucap keisya judes.setelah mendapatkan persetujuan dari keisya akrampun langsung duduk disamping keisya dengan sedikit ragu.
"jadi begini bapak mulai aja yahh ngomongnya,nak akram saya ada permintaan sama kamu mudah²an kamu bisa mengabulkan permintaan bapak ini"ucap pak bram.
"bapak sebagai papanya keisya ingin menjodohkan kamu dengan anak bapak satu² nya yaitu keisya,bapak minta maaf klau ini mendadak untuk kamu,tapi kami ini sudah tua dan keisya juga tidak mempunyai siapa² selain kami berdua,maka dari itu kami ingin menikahkan keisya dengan orang yang tepat,dan bisa menjaganya saat kami tidak ada lagi."ucap pak bram
akram yang sedari tadi mendengar perkataan pak bram tak bisa berpikir jernih,dia mengira ini pasti hanya mimpi baginya,bagimana mungkin CEO dikantornya sendiri akan menjadi istrinya, pikirannya melayang sampai² pak bram dan ibu sinta memanggilnya dia juga tak menghiraukan.
"Nak akram bagaimana,apa kamu setuju"ucap pak bram sambil menepuk pundak akram dan membuatnya tersadar kembali.
__ADS_1
"maaf pak saya kira ini hanya mimpi"ucap akram polos
"Tapi pak kenapa bapak memilih saya,diluar sana pasti banyak lelaki yang suka dengan ibu keisya yang sebanding dengannya,lahh saya cuman OB di kantornya bapak."sambung akram
"Harta tidak menjamin anak bapak akan bahagia,,tapi karna ketulusan dan kebaikan hati kamu itu yang membuat bapak tidak ragu untuk menjodohkan anak bapak satu²nya denganmu."ucap pak bram
Akrampun menoleh kearah keisya yang sedari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka.setelah melihat keisya akrampun memberanikan diri bertanya kepada keisya untuk bisa mengambil keputusan.
"biarkan saya bertanya terlebih dahulu kepada ibu keisya,karna saya tidak ingin jawaban saya akan menyakiti hatinya."ucap akram
"tidak usah panggil saya ibu,panggil saya keisya saja."ucap keisya
"saya nurut saja sama papa,tapi satu permintaan saya jika pernikahan ini terjadi saya tidak ingin ada org yang tahu hanya keluarga saja"pinta keisya
setelah mendengar jawaban keisya,akrampun menarik nafas dalam² dan menghembuskan nya kembali,dia menenangka diri sejenak sebelum memberikan jawabannya.
"Saya bersedia pak bu"ucap akram
Karna kesenangan pak bram dan ibu sinta saling berpelukan dan tidak merperdulikan keisya dan bram.
__ADS_1
"Yeah kita berhasil ma"ucap pak bram yang dibalas senyum dengan ibu sinta
"Ma sebaiknya pesta pernikahannya kita percepat saja,,papa sudah tidak sabar ingin melihat anak semata wayang papa menikah dan memberikan cucu untuk kita ma"kata pak bram bahagia
"iya pa mama juga nggak sabar"balas ibu sinta.
"apa pembicaraan nya sudah selesai,,kalau sudah kamu mending kembali bekerja takut yang lain curiga lagi klau kamu berlama² diruangan saya"ucap keisya yang menyuruh akram untuk keluar dari ruangannya.
"Kalau begitu saya permisi pak ibu"pamit akram.
"mulai sekarang kamu panggil kami mama dan papa saja iyakan ma"ucap pak bram sambil menyenggol lengan istrinya
"iya nak kamu sekarang panggil kami papa dan mama saja sama seperti keisya memanggil kami"
Keisya kembali memijit pelipisnya karna kelakuan orang tuanya itu.
"terserah kalian deh"ucap keisya yang berlalu meninggalkan mereka.
"ya sudah pa ma akram kembali bekerja dulu"pamit akram.
__ADS_1