
Hari hari berlalu,membuat Arra gelisah tentang hidup nya,dia hanya selalu memikirkan anak yang di kandung nya,dia sempat berpikir untuk menggugurkan kandungan nya tapi dia berpikir lagi bahwa tidak ingin menjadi seorang pembunuh,hari ini usia kandungan nya sudah beranjak 1 bulan,besok adalah hari wisuda Arra,pikirnya setelah kuliah bukan masalah jika dia harus hamil besar karena pasti orang luar tidak akan mengetahui nya.Arra sering memohon agar dia mengetahui siapa yang sudah menghamili nya,karena ke hamilan Arra ini membuat dia menjadi wanita yang baik,kuat dan tegar untuk segala nya,dia bahkan berpikir seandainya waktu itu dia menerima perjodohan itu pasti hal ini tidak akan terjadi bagi nya.Kadang dia juga menangis memikirkan anak yang dia kandung,bagaimana dia lahir tanpa sosok Ayah.Memikirkan waktu masih ada 2 bulan bahkan lebih sebelum perut nya besar,dia masih bisa untuk pergi jalan jalan keluar rumah,Arra sudah tidak begitu memikirkan nasib nya lagi karena bagi nya masalah ini ialah karena dia terlalu memikirkan nasib nya dan lalai akan waktu nya.
"Aku akan membeli americano,Angelli apakah kamu mau ikut?" Tanya Arra kepada Angelli yang duduk di samping nya.
"Tentu saja,kenapa tidak??" Jawab Angelli
"Baiklah,ayo" Ajak Arra
Mereka pun pergi menuju cafe mengendarai mobil milik Arra dan di setir oleh Arra,Angelli yang menghawatirkan Arra tidak mengizinkan Arra menyetir tapi dia terus memaksa Angelli tidak bisa berbuat apapun lagi selain pasrah.
*Sebenarnya aku mencurigai Lee Kyung Sook tentang kandungan mu kak,tapi aku tidak bisa sembarang menuduh mengingat dia bukan orang biasa di negara ini*Gumam Angelli dalam hati
Mereka pun tiba di cafe tersebut,setelah menghabiskan minuman mereka,mereka pun pergi meninggalkan cafe tersebut,di perjalanan mereka pun berbincang bincang,setelah itu mereka berhenti di mall untuk membeli baju baju bayi,dan keperluan ibu dan bayi.Setelah itu mereka pun pergi menuju rumah mereka,setengah perjalan mereka pun mendapati jalan yang padat.
"Aishhhh ada apa ya,kenapa se macet ini" Gumam Arra sambil melihat lihat sekitar nya
"Seperti nya ada kecelakaan kak,apa perlu kita melihat nya" Tanya Angelli yang ingin melihat kecelakaan tersebut di kaget kan oleh bunyi ponsel nya yang berdering
"Aigo siapa sihhh" Cetus nya
"Ouh ibu" Sambungnya dan menjawab panggilan itu
~panggilan tersambung~
Halo
....
Apa
__ADS_1
....
Astaga berarti yang ada di depan kami ini dong bu
....
Iya kami sedang di jalan XX
....
Baik baik,kayak nya ambulan nya udah datang itu bu,nanti kami nyusul ke rumah sakit aja bu takut kak Arra ke capek an
....
Iya bu
~telepon terputus~
"Itu yang kecelakaan Bae Desy" Ucap Angelli
"Apa,ayo kesana" Seru Arra
"Gausah Kak kita temu in di rumah sakit aja nanti,semoga aja nyawa nya masih bisa terselamatkan" Ucap Angelli
"Kita mutar aja kak,terus ke rumah sakit aja duluan soal nya ibu juga udah disana sama kak Whojoon" Sambung Angelli
"Ouh yaudah kita kesana" Sahut Arra
"Kakak gamau istirahat dulu,nanti kakak kenapa napa lagi" Seru Angelli
__ADS_1
"Anak kakak,anak yang kuat dan kakak adalah ibu yang kuat,jadi jangan khawatir" Ucap Arra yang kemudian memutar balik mobil nya menuju rumah sakit.
Mereka pun tiba di rumah sakit,Desy sudah di bawa ke UGD dan di pindah ke ruang rawat
"Dengan keluarga pasien" Ucap dokter yang keluar dari ruangan itu
"Iya saya ibu nya dok" Ucap bu Jeny
"Ibu maaf kami sudah berusaha semaksimal kami tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien,memang saat di bawa kesini dia masih bertahan tapi seperti nya karena kehilangan banyak darah dan pernah melakukan percobaan bunuh diri waktu itu,kematian akan mudah di dapati nya,maaf kan kami" Ucap dokter itu lalu meninggalkan mereka semua,nampak Whojoon yang tidak percaya dengan itu pun segera berlari masuk ke ruangan itu,nampak Desy yang sudah tertutup kain putih itu terbaring di sana,Whojoon pun tidak percaya,Arra pun masuk keruangan itu memandangi kakak nya yang berusaha membangunkan jasad itu.
"Maaf kan aku,aku seharusnya selalu bersama mu mulai saat itu,ayo bangun ku mohon bangun lah" Ucap Whojoon sambil menggoyang kan jasad Desy
"Kak iklas kan dia,jika kakak tidak mengiklaskan dia,selamanya dia akan tersiksa karena kakak,memangnya kakak tega melihat dia terus terus an tersiksa,di dunia dia sudah tersiksa apakah kakak mau dia semakin tersiksa di sana" Ucap Arra
Whojoon tidak dapat berkata kata lagi,dia pun mulai menjauh meninggalkan jasad Desy.Besok nya mereka pun menguburkan Desy,Whojoon pun sudah mengikhlaskan nya.
"Tenang lah disana,dunia ini terlalu kejam untuk orang yang lemah seperti mu" Ucap Whojoon kemudian meninggalkan pemakaman itu,dan yang lain pun sudah bepergian dan sudah tidak ada orang lagi di tempat itu.
Whojoon yang berusaha mengiklas kan itu pun meneteskan air mata nya,bagi nya itu adalah kesalahan dia,tapi di juga tidak bisa berbuat apa apa lagi selain mengikhlaskan Desy,walau dia sangat mencintai nya,seperti nya sudah ada yang di takdir kan untuk Whojoon nanti,beberapa kali dia menyeka air mata nya,tapi pikir nya itu tidak akan mengubah keadaan,dia pun mulai berusaha melupakan tentang Desy dan mulai fokus dengan kehidupannya sendiri dan keluarga nya,karena itu lah hal pasti yang benar benar dia miliki di dunia ini.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Author mau curhat nih gaiss
jadi gini,banyak orang yang ngetawa in dan ngejek author gara gara nulis novel ini,kata nya dapet gajih juga paling 10 tahun akan datang nanti,mending gausah novel novel an lagi deh gak ada hasil,kata mereka bgitu,jadi author berusaha menegaskan bahwa ini bukan masalah uang melain kan hobi author ya,author bilang ini biar karya aku bisa di lihat orang walau cuman bisa bikin cerita halu wkwkwk,inti nya author ga mikirin uang sedikit pun ya,jadi kalo kalian like,baca,komen,vote author itu bakalan jadi penyemangat author,ga di gaji gpp yang penting author bahagia bisa bikin kalian baca cerita author huaaaaaaa TvT pokoknya itu bener bener bikin author semangat banget huanjirrrrrr TvT makasih banget pokoknya makasih banget ya TvT Author sayang kalian semuaaa huaaaa maciwww pokok nya.