
Seminggu kemudian...
kondisi andien sudah membaik,rio pun sudah memulai aktifitasnya dikantor...
ditaman belakang rumah rio, andien duduk dikursi panjang sambil memandangi bunga bunga yg sedang mekar...
"nona... "sapa bi asti
"ahk bi asti,ada apa bi? "kata andien
"nona mau saya buatkan es lemon tea? "tawar bi asti
"boleh bi, nanti abis bikin es lemon tea temenin aku duduk disini ya? "jawab andien
"iya nona"jawab bi asti
Tak lama kemudian bi asti kembali membawa es lemon ditangannya..
"makasih ya bi, sini bi duduk temenin aku"ucap andien..
__ADS_1
"iya Nona"jawab bi asti duduk disamping andien...
"bi...boleh aku memeluk bibi? bibi mengingatkanku pada mendiang ibuku"ucap andien memegang tangan bi asti.
"sini non, bibi peluk"kata bi asti merentangkan kedua tangannya.
andien pun memeluk bi asti dengan penuh rasa haru...
tak terasa air matanya membasahi pipi andien
"aku kangen bi sama ibuku,mungkin jika ibuku masih ada hidupku tidak seperti ini bi"kata andien..
andien tidak menjawab ucapan bi asti,bi asti mengusap ngusap rambut panjang andien selayaknya ibu ke anak.
tanpa mereka sadari hari mulai senja,bi asti mengajak andien masuk kedalem.andien berjalan memasuki kamarnya dan mandi membersihkan tubuhnya yg lengket.
Tap tap tap
suara langkah memasuki rumah besar.asisten yg setia selalu disampingnya.
__ADS_1
"andre, kamu istirahat sana. aku juga mau ke kamar melihat andien"kata rio berjalan menaiki tangga
"baik tuan"jawab andre
saat rio membuka pintu kamar dilihatnya tidak ada andien, mendengar suara gemericik air rio pun berjalan ke arah kamar mandi,dibukanya pintu kamar mandi, dilihatnya andien sedang berendam di buthap dengan aroma yg sangat wangi. rio menghampiri andien dan memainkan rambut panjang andien. andien pun terkejut dan bangkit...
"aaaa rio, kapan kamu masuk? "kata andien terkejut...
rio hanya tersenyum dan memasuki buthap berendam bersama andien, dan mundur ke belakang. "kenapa malu... semuanya udah pernah aku lihat"kata rio menarik andien hingga menindih tubuh rio yg sudah tidak mengenakan sehelai baju.
"ah, jangan begini rio. aku malu"kata andien dengan wajah yg memerah.
rio yg melihat reaksi andien sangat gemas, ditariknya tengkuk leher andien dan dilumatnya bibir mungil andien dengan lembut.andien memejamkan matanya dan membalas ciuman rio dengan lembut.andien mencoba membuka hatinya sedikit untuk rio,
tangan rio meremas payudara milik andien membuat andien menggeliat "ahh... "desah andien... ciuman rio turun keleher sampai ke buah dada andien diberinya kissmark tanda kepemilikan.semakin lama suasana semakin panas, kejantanan rio pun sudah mengeras kini posisi andien duduk diatas pangkuan rio membuat rio memasukan kejantannya ke dalam rahim andien...
"ahhh... ahhh... "desah andien membuat rio bergairah dan memainkan kejantanannya dirahim andien, kini posisi mereka sudah berubah andien berdiri dan bersender di dinding kamar mandi.rio memeluk andien dari belakang dimainkannya payudara andien, diremas dengan penuh nafsu. kaki andien diangkat sebelah oleh rio, dimasukkannya kembali kejantanannya rio,"ahh.. ahh.. rio... "desah andien memanggil nama rio...
rio semakin mempercepat gerakannya dan mereka pun mencapai puncak kenikmatan bersama....
__ADS_1