Cerita Rakyat Dan Dongeng

Cerita Rakyat Dan Dongeng
Damarwulan Dan Minakjinggo


__ADS_3


Patih Hudara adalah seorang patih di Kerajaan Majapahit. Namun, karena merasa kurang mampu melaksanakan tugasnya, beliau mengundurkan diri.


Waktu berjalan terus. Putra Hudara yang bernama Damarwulan pun tumbuh menjadi lakiΒ­laki dewasa. Damarwulan sangat ingin mengabdikan dirinya pada Kerajaan Majapahit. Damarwulan pun diizinkan pergi.


Ibunya berpesan agar ia menemui pamannya, Logender, yang menjadi patih di Majapahit. Dengan restu orang tuanya, Damarwulan pun pergi ke Majapahit.

__ADS_1


Setiba di Majapahit, Damarwulan menemui Patih Logender. la juga menceritakan maksud kedatangannya. Damarwulan memohon kepada pamannya agar diterima sebagai abdi di Kerajaan Majapahit. Pamannya mengabulkan permintaan Damarwulan dengan satu syarat.


Damarwulan harus merahasiakan asal-usulnya. Damarwulan menyanggupinya. Patih Logender memberi pekerjaan Damarwulan sebagai tukang pencari rumput dan pemelihara kuda.


Layang Seto dan Layang Kumitir memang tidak suka kepada Damarwulan. Sebaliknya, Anjasmara, putri bungsu Patih Logender, suka kepada Damarwulan. la meminta kepada ayahnya agar Damarwulan dibebaskan dari pekerjaannya sebagai tukang rumput. Patih Logender marah. Damarwulan dimasukkan ke dalam penjara. Pada suatu hari Ratu Majapahit menerima tamu utusan Raja Minakjinggo dari Kerajaan Blambangan. Utusan itu menyampaikan surat pinangan Raja Minakjinggo kepada Ratu Ayu Kencana Wungu. Sang ratu Ayu kencana Wungu menolak pinangan Raja Minakjinggo.


Ratu Ayu segera menemui Patih Logender. Beliau meminta Patih Logender segera membebaskan Damarwulan. Oleh Ratu Ayu Kencana Wungu, Damarwulan diperintahkan segera pergi ke Kerajaan Blambangan. Damarwulan pun segera pergi dengan berbekal sebilah keris. la pergi ke Kerajaan Blambangan bersama dua orang pengawalnya. Namanya Sabda palon dan Noyogenggong.

__ADS_1


Setiba di Kerajaan Blambangan, Damarwulan bertemu dengan Wahita dan Puyengan. Keduanya adalah istri Raja Minakjinggo. Minakjinggo sangat marah melihat tamu yang tidak diundang bersama istrinya. Perang tanding pun terjadi. Keduanya sama-sama sakti. Minakjinggo mengambil senjata, gada wesi kuning, namanya. Minakjinggo memukul Damarwulan dengan senjatanya. Damarwulan jatuh tersungkur tidak sadarkan diri. Dengan pongahnya, Minakjinggo meninggalkan Damarwulan yang tidak sadarkan diri.


Melihat Damarwulan tidak sadarkan diri, Wahita dan Puyengan segera menolongnya. Wahita menyuruh Puyengan mencuri gada wesi kuning milik Minakjinggo. Wahita dapat mengambil gada wesi kuning itu. la lalu mengusapkan gada west kuning pada tubuh Damarwulan. Seketika Damarwulan pun siuman. Wahita dan Puyengan lalu menganjurkah Damarwulan berperang tanding dengan Minakjinqqo, Mereka mengatakan bahwa kesaktian Minakjinggo ada pada senjatanya itu. Tanpa senjatanya Minakjinggo tidak mempunyai kekuatan yang berarti.


Damarwulan menuruti anjuran Wahita dan Puyengan. la lalu menantang Minakjinggo berperang tanding lagi. Ternyata memang benar yang dikatakan Wahita dan Puyengan. Minakjinggo sudah tidak berdayah. Dengan mudah, Damarwulan dapat mengalahkan Minakjinggo. Kematian Raja Minakjinggo yang terkenal itu mengguncangkan seluruh Kerajaan Blambangan. Para prajurit sangat heran melihat kekalahan yang dialami rajanya begitu cepat datangnya.


Di depan istana Ratu Ayu Kencana Wungu menanti kedatangan Damarwulan. Berita kemenangan Damarwulan telah sampai di telinga Ratu Ayu Kencana Wungu. Kedatangan pemuda gagah berani itu disambut sang ratu dengan berbagai pesta meriah. Ratu Ayu Kencana Wungu sangat berterima kasih kepada Damarwulan.

__ADS_1


Sesuai dengan petunjuk yang diperoleh Ratu Ayu Kencana Wungu dalam bertapanya, Damarwulan diresmikan menjadi suami sang ratu. Patih Logender bersama Layang Seto dan Layang Kumitir minta maaf kepada Damarwulan atas kesalahan mereka. Damarwulan memaklumi dan memaafkan mereka. Damarwulan yang sabar menghadapi cobaan hidup itu akhirnya mendapat kebahagiaan.


__ADS_2