Cerita Rakyat Dan Legenda

Cerita Rakyat Dan Legenda
CERITA RAKYAT TANJUNG MARTHAFONZ


__ADS_3

Alkisah ada satu desa di Jazirah Baguala namanya Desa Poka, dikenal dengan nama Desa Poka - Rumah Tiga .


Konon ada kisah kasih yang tidak sampai dan berakhir tragis seperti kisah Romeo dan Juliet.


Karya William Shakespeare atau kisah cinta Petrus Abelard dan Heloise abad 12 di Perancis yang dipisahkan oleh keluarga dan gereja,Shah Jahan dan argumand Begum band yang membangun Taj Mahal,Rhett Butler dan Scarlett O'Hara,Sampek Eng Tay,Dante Alighieri dan Beatrice, dan Laila Majnun .


Dahulu tinggal satu keluarga yang sangat sederhana namun hidup penuh rasa cinta dan binar bahagia.


Kepala keluarga mereka bernama Bapak Bram seorang petani yang memiliki pekerjaan sampingan sebagai pendayung perahu yang membawa penumpang dengan rute dari Poka, Rumah Tiga lalu Galala pulang pergi sedangkan istrinya seorang wanita yang sangat ideal untuk dijadikan istri idaman selain cantik, setia dan mau menerima keadaan Bapak Bram yang hidup susah dengan membatunya bekerja menambah penghasilan keluarga dengan menjual sagu bakar untuk dijual.


Bapak Bram dan Ibu Mina dikarunia seorang anak gadis yang cantik rupawan bernama Martha telah tumbuh menjadi gadis remaja .


Kecantikan Eksotis Martha banyak mempesona bagi lawan jenisnya berkulit hitam manis, tubuh yang tinggi semampai dengan rambut hitam mayang dibiarkan tergerai melewati batas pinggangnya yang ramping .


Setiap sore sehabis Ibu Mina membakar Sagu tugas beralih kepada Martha untuk menjualnya.


Martha yang manis mengenakan baju Cele Merah muda (baju adat wanita Ambon) dengan rambut dikonde memperlihatkan lehernya yang jenjang, Sagu ditaruh diatas baki kemudian di taruh di atas kepalanya .


"Sagu ...,sagu Tante, Oma, Bung, Abang  ... Sagunya beli, ... beli rasanya enak dan masih hangat," Martha menjajakan sagunya.


Setiap hari Martha harus melewati jalan di depan asrama Tentara Potugis, tanpa disadarinya jika telah membuat jatuh cinta seorang tentara Portugis yang masih muda, tampan dan gagah bernama Alfonso.


Alfonso jatuh cinta pada pandangan pertama pada Martha Gadis yang memiliki kecantikan alami dan sikap yang sangat bersahaja.


Cinta itu tiap hari kian mekar bersemi di hati Alfonso yang makin sulit untuk tetap terpendam di lubuk hati yang paling dalam.


Alfonso tidak kuasa untuk  tetap menjadi secret admire dengan hanya mengirimkan salam atau menulis surat cinta yang romantis.


Martha sama sekali tidak menyadari jika Tentara Muda yang tiap sore memperhatikannya adalah seseorang yang memendam rasa cinta padanya.


Akhirnya suatu sore seperti biasanya saat Martha berjalan menjual sagu di depan asramanya Alfonso memberanikan diri untuk menyapa gadis yang selama ini selalu hadir dalam mimpi indahnya.


“Sagu... sagu....kemari saya mau beli," Suara Alfonso bergetar menahan gejolak dalam dadanya.

__ADS_1


Marha pun kemudian datang menghampiri Alfonso dengan wajah sedikit ragu karena tidak biasanya pemuda tampan yang sering berpapasan dengannya menyapa karena selama ini hanya memandangnya dari jauh.


Alfonso mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan seraya berkata dengan wajah memerah. 


“Perkenalkan nama saya Alfonso dan kalau tidak salah nona bernama Martha.” Alfonso berkata sambil memandang penuh cinta.


“Betul nama saya Martha senang dapat berkenalan," Jawab Martha dengan tersipu malu dadanya bergemuruh tidak kuasa menatap wajah pemuda tampan di hadapannya.


"Saya mau membeli semua sagunya karena enak rasanya," Alfonso berkata sambil memberikan sejumlah uang untuk diberikan pada Martha.


"Maaf ini terlalu banyak," Jawab Martha sambil mengembalikan beberapa lembar uang yang di berikan Alfonso sambil membungkus sagu-sagu.


"Ambilah saya memang sengaja memberikan uang lebih agar Martha mendapat untung," Alfonso berkata dengan tulus.


"Terima kasih tapi saya dibiasakan untuk bekerja keras dahulu untuk menerima uang,maaf.” Jawab Martha sambil berpamitan.


Hati Alfonso kian tertawan pada pesona Martha yang tidak hanya cantik rupanya namun kepribadiannya juga.


Alfonzo adalah komandan tentara Portugis yang bertugas di Ambon tahun 1569 - 1571


Martha menceritakan pertemuanya dengan Alfonso yang telah membeli seluruh sagunya dengan mata berbinar bahagia gambaran dari suasana hatinya terdalam.


Alfonzo menunjukan keseriusan untuk membina hubungan asmara dengan Marha dengan meminang lansung kepada ayahnya Martha.


Bapak Bram yang kurang setuju berdalih jika usia Martha baru 17 tahun masih terlalu kecil untuk dinikahi, dia meminta waktu sampa usia Martha 19 tahun.


Meskipun sedikit kecewa namun Alfonso yang sangat mencintai Martha dengan setulus hati menyetujuinya dengan sabar menunggu saat yang tepat itu tiba .


Alfonzo tetap membina hubungan asmara dengan Martha yang juga memiliki perasaan yang sama dengannya .


Namun sayang ternyata takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersatu dalam ikatan sakral pernikahan karena suatu hari tanpa diduga ada kabar dari Batavia (Sekarang Jakarta) jika seluruh pasukan Portugis di Ambon ditarik mundur tepatnya tahun 1571.


Betapa hancur hati Alfonzo karena terpaksa harus meniggalkan pujaan hatinya karena tuntutan tugasnya.

__ADS_1


Martha berurai air mata saat mengetahui jika Alfonso akan meninggalkannya dan tidak tahu sampai kapan untuk dapat berjumpa lagi mengingat kewajibannya sebagai seorang Tentara.


   


Perpisahan yang tidak dapat dihindari mengores luka di jiwa yang telah menyatu dalam gelora asmara yang membara.


Mereka berdua saling berpelukan dan saling berurai air mata. Alfonso  lebih menguasai keadaan dengan meyakinkan Martha jika suatu saat dia akan datang kembali untuk meminang Martha menjadi istrinya.


“Sabar lah Martha percayalah jika jarak dan waktu tidak akan kuasa memisahkan kekuatan cinta kita berdua" Alfonso berkata seraya mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Pasukan satu demi satu telah naik kapal termasuk Alfonso yang dengan berat hati harus melepaskan pelukan gadis impiannya .


Sampai di atas kapal Alfonzo kembali berteriak seraya melambaikan tangannya.


“Martha, Saya Mencintaimu," Alfonso berteriak tanpa rasa malu seakan ingin mengabarkan perasaannya kepada semua orang.


Saat Martha mendengar tanda jika Kapal yang membawa Alfonzo ke batavia akan berlayar.


Martha tidak dapat menahan kepedihan hatinya menerima kenyataan kekasih pujaan hatinya akan pergi meninggalnya.


Diapun berlari sambil melambaikan sapu tangan putih seraya berteriak.


 “Alfonzo, Alfonzo, jangan terlalu lama meninggalkan saya di sini," Martha berseru sambil berurai air mata.


Tanpa ada yang menduga Martha loncat ke dalam laut lalu berenang ke arah kapal yang telah berlayar.


Melihat hal tersebut tanpa pikir panjang Alfonzo melakukan hal yang sama .


Dua sejoli yang sedang dimabuk cinta tidak memikirkan bahaya yang mengancam jiwa mereka di tenggah Gelombang laut yang cukup besar.


Walaupun Bapak Bram dan seluruh penduduk membantu mencari keberadaan Alfonso dan Martha bagaikan lenyap tertelan Samudra luas dan jazadnya tidak pernah di temukan .


Hingga untuk memperingati tempat dimana Alfonzo dan Martha hilang dinamakan Tanjung"Marthafonz " Gabungan dari dua sejoli yang berikrar sehidup dan semati.

__ADS_1


 


__ADS_2