Chainsaw Man : Denji X Makima

Chainsaw Man : Denji X Makima
25.Do it


__ADS_3

Aki benar-benar terkejut ketika Makima mengatakan kalau Denji masih kelelahan karena kegiatan mereka tadi malam.


"Apa, kau melakukannya bersama Denji?" Tanya Aki kepada Makima.


Makima hanya menganggukan kepalanya dua kali sebagai jawaban. Sontak saja laki-laki berambut kucir itu merasa terkejut dan heran karena Makima mengakuinya tanpa rasa malu sedikit pun.


"Berarti kau sudah..."


"Selamat pagi Makima-chan" sapa Power yang tiba-tiba muncul.


"Selamat pagi Power-san" sapa Makima balik.


"Aku ingin bertemu Denji!!" Seru Aki secara tiba-tiba.


Laki-laki berambut kuncir itu langsung merangsak masuk ke dalam tendanya Makima tanpa basa-basi. Disana dia menemukan Denji yang masih tertidur pulas dengan tertutupi oleh selimut.


"Oe Denji!! Bangunlah!!" Aki menggoyangkan tubuh Denji yang sedang tertidur pulas.


Namun, Denji tidur layaknya orang yang sudah meninggal, panggilan Aki dan guncangan di tubuhnya nyatanya tidak mampu membuat Denji terbangun.


"Sialan!! Kau ini mati apa bagaimana!!" Aki menjadi geram sendiri karena Denji yang tak kunjung bangun.


Karena merasa sangat jengkel, Aki mengambil sebuah botol minuman dan menuangkan air ke wajah sahabatnya yang sedang tertidur pulas itu.


Begitu air tersebut jatuh di wajah Denji, laki-laki itu seketika terbangun karena kaget "ah hujan!!!"


Denji langsung terduduk, ia benar-benar mengira kalau terjadi hujan padahal dia sendiri sedang berada di dalam tenda.


"K-kau...." Mulut Aki menganga ketika melihat selimut yang menutupi tubuh Denji terlepas.


Aki melihat sahabatnya yang berambut pirang tersebut tidur tanpa sehelai benang pun di badannya. Yaa... Denji dalam keadaan telanjang bulat.


"Oh, Aki kau mengejutkanku" ucap Denji ketika sadar Aki berada di sebelahnya.


Sementara Denji sendiri belum sadar kalau selimutnya telah merosot dan menunjukkan tubuhnya yang sedang telanjang.


"Oe, kenapa kau terus menatapku seperti itu?" Tanya Denji yang keheranan karena melihat pandangan Aki kepadanya.


Sadar kalau Aki sedang melihat tubuhnya, Denji pun mulai menoleh ke arah tubuhnya secara pelan-pelan. Seketika, wajah Denji langsung memerah ketika menyadari kalau dia sedang telanjang dan dilihat oleh sahabatnya.


"HAAAAA!!!!!! AKI BODOH!!!!!!!"


Suara teriakan dari Denji tersebut sontak membuat Makima dan Power yang berada di depan tenda langsung terkejut.


"Ah, itu suara Denji-kun" dengan cepat Makima dan Power langsung mencoba masuk ke arah tenda.


Ketika mereka mulai membuka tendanya, Aki terlebih dahulu keluar dengan tatapan yang kosong. Power dan Makima di buat heran dengan tingkah Aki yang aneh.


"Hei Aki!! Kenapa si bodoh itu berteriak dengan kencang?!" Seru Power ketika melihat Aki keluar.


"Aku tidak melihat apapun, aku bersumpah tidak melihat apapun" ujar Aki yang berlalu pergi.


"Huh?? Ada apa dengan orang itu??" Power keheranan dengan tingkah aneh Aki tersebut.


"Umm, Power-san, bisa tunggu di sini sebentar??" Tutur Makima kepada Power.


Makima sendiri menyadari apa yang di maksud oleh Aki, ia mencoba untuk memeriksa keadaan kekasihnya tersebut yang berada di dalam tenda.


"Baiklah, tapi kau harus cepat, kita akan sarapan bersama sebentar lagi" ucap Power.


Makima pun mengangguk dan masuk ke dalam tenda. Disana, ia melihat kekasihnya sedang memeluk selimut dan gemetaran.


"Denji-kun, kau kenapa?" Ujar Makima.


Denji pun menoleh ke arah kekasihnya yang memanggilnya tersebut "Makima-san, aku sudah tidak suci" ucap Denji dengan kecewa.


Memangnya kapan Denji pernah suci??


Makima pun mengerti dengan perkataan Denji tersebut, tanpa rasa malu sedikitpun ia menghampiri Denji dan memeluk tubuh kekasihnya tersebut.


"Denji-kun tidak apa-apa, aku tidak menyesal" Makima mencoba menenangkan Denji dalam pelukannya.


"Tapi..."


"Ssttt"


Makima mengisyaratkan Denji untuk tenang dan diam. Makima mengelus-elus rambut pirang Denji, kedua kekasih itu benar-benar lebih mirip seperti ibu dan anak.


"Sekarang pakai bajumu dan kita akan sarapan" perintah Makima kepada Denji.


"Hoi Makima-chan, apa belum selesai??" Seru Power dari luar tenda.


"Baik, sebentar lagi aku keluar" Makima pun melepaskan pelukannya dan bergegas keluar.


Sedangkan Denji masih menatap tubuhnya sendiri dengan tatapan kosong, dia baru saja melakukan hal itu dengan Makima tadi malam.


Momen tersebut seharusnya membuat hatinya senang karena impiannya tercapai. Namun momen kesenangan tersebut harus rusak karena seorang Aki Hayakawa yang telah melihat seluruh tubuhnya tanpa tertutup sehelai benang apapun.

__ADS_1


"Aki, Pochita, aku berhasil meraih impianku" gumam Denji sendirian.


"Tapi Aki sialan kau telah merusak pagiku" sambungnya kembali.


Ternyata, hal yang membuat Denji bertingkah aneh bukanlah hubungannya dengan Makima tadi malam, melainkan karena Aki yang telah melihat adik rahasia milik Denji.


----------


"Aku tidak melihat apapun, aku tidak melihat apapun" gumam Aki secara terus menerus.


Laki-laki berambut kuncir itu sekarang sedang duduk termenung di pinggir pantai. Sama dengan Denji, Aki juga merasa menyesal karena telah melihat milik Denji dengan mata kepalanya sendiri secara langsung.


"Yoo!! Aki-kun, pagi yang cerah yaa" sapa pak Kishibe yang sedang berlari pagi.


Aki tak membalas sapaan dari gurunya tersebut, ia masih terus saja bergumam secara berulang-ulang.


Pak Kishibe pun merasa heran dengan muridnya yang bertingkah aneh tersebut "Aki-kun?? Ada apa? Apa kau masih belum sehat?"


Aki pun menoleh karena pak Kishibe yang berbicara tepat di sampingnya "oh pak Kishibe, aku bersumpah tidak melihat apapun"


Pak Kishibe pun semakin merasa keheranan dengan sikap murid kesayangannya tersebut.


"Huh? Kau tidak melihat apa??" Tanya pak Kishibe kembali.


"Aku tidak melihat apapun, sungguh" jawab Aki kembali.


Aki benar-benar seperti orang mabuk sekarang, pak Kishibe benar-benar di buat kebingungan dengan tingkah anehnya. Tidak biasanya seorang Aki Hayakawa memulai pagi dengan tatapan yang kosong dan wajah yang murung.


"Apa kau baru saja melihat hantu??" Pak Kishibe mencoba menebak-nebak maksud dari ucapan muridnya tersebut.


Aki menggelengkan kepalanya, semakin lama amarah semakin besar di tubuh pak Kishibe. Pria berkacamata tersebut benar-benar di buat naik darah oleh muridnya tersebut.


*Bughhhh...


Pak Kishibe meninju wajah Aki untuk menyadarkannya, sekaligus untuk melampiaskan amarahnya karena Aki terus membuat pak Kishibe kebingungan.


Siapa yang menyangka, tinjuan keras dari mantan petarung jalanan tersebut mampu membuat Aki tersadar dari tingkahnya yang aneh.


"Ahh!! Pak Kishibe, kenapa anda ada disini??" Tanya Aki sembari memegangi pipinya yang baru di tinju.


"Ohh kau sudah sadar!!" Seru pak Kishibe.


"Haa?? Memangnya aku kenapa??" Tanya Aki yang kebingungan.


"Saya juga tidak tahu" guru itu menggedikkan bahunya pertanda kalau dia juga tidak tahu.


Aki mencoba kembali mengingat kejadian pagi tadi, mulai dari dia bangun tidur dan berdebat kecil dengan Power, lalu bertemu dengan Makima dan kaget dengan perkataannya, lalu Aki yang masuk ke dalam tenda Makima dan melihat kalau Denji sedang telanjang.


Namun sekarang, berkat tinjuan dari pak Kishibe ia menjadi teringat kembali.


"Sialan, ini pagi terburuk dalam hidupku" ujar Aki dengan wajah murung.


"Benarkah?? Padahal pulau Okinawa itu indah, harusnya kau menikmati pagi yang tenang di sini" ujar pak Kishibe.


Aki pun tersenyum getir ketika mendengar ucapan gurunya tersebut. Pak Kishibe tak mengetahui apa yang baru saja di lihat oleh Aki sehingga pemuda itu mengawali hari dengan amnesia.


"Ah sudahlah itu tidak penting, ayo sekarang kita sarapan bersama dan mulai menikmati keindahan pulau Onikawa" ajak pak Kishibe kepada Aki.


Aki pun bangkit dari duduknya dan mulai berjalan menyusul pak Kishibe. Sesampainya di tempat sarapan, banyak sekali murid-murid yang telah berkumpul, Aki mulai mengamati keadaan di sekitar mencoba untuk mencari keberadaan Denji.


Matanya seketika membulat ketika melihat seorang laki-laki berambut pirang duduk bersama wanita berambut merah, serta ada juga wanita berambut pirang yang duduk di depan kedua orang tersebut.


Tanpa pikir panjang, Aki langsung menghampiri ketiga orang tersebut dan langsung ikut duduk bersamanya.


Denji yang melihat kedatangan Aki secara tiba-tiba langsung teringat tentang kejadian tadi pagi, ia melihat sahabatnya tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Aki-san, kau dari mana saja?" Tanya Makima kepada Aki yang baru duduk.


Aki tidak menjawab, dia balas menatap Denji dengan tatapan yang sama.


"Oe bodoh!! Makima-chan sedang bertanya kepadamu!!" Seru Power, ia merasa geram dengan laki-laki yang sedang duduk di sebelahnya tersebut karena tidak menjawab pertanyaan dari Makima.


Denji dan Aki terus bertatapan untuk waktu yang cukup lama, Makima dan Power juga ikut menatap mereka dengan penuh rasa penasaran.


"Kau tidak melihat apapun kan?"


"Aku bersumpah tidak melihat apapun"


Ucap Denji dan Aki secara bersamaan, Power pun terkejut dengan kedua teman laki-lakinya yang bersikap aneh tersebut.


"Haa?? Kalian ini kenapa??" Ujar Power yang semakin merasa penasaran.


Sedangkan Makima hanya diam saja tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Makima sendiri memang sudah mengerti apa yang di maksud oleh Denji dan Aki.


"Kau akan merahasiakannya kan??" Tanya Denji kepada Aki.


"Tentu saja" jawab Aki.

__ADS_1


Kedua laki-laki tersebut lalu bersalaman seperti membuat sebuah kesepakatan.


"Dasar, laki-laki memang makhluk aneh" ujar Power yang melihat tingkah Denji dan Aki.


"Sudahlah, makannya sebentar lagi akan datang" timpal Makima yang mencoba mencairkan suasana.


Setelah itu, hanya keheningan lah yang menyelimuti mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan, bahkan Makima dan Denji pun juga tidak berbicara satu sama lain, padahal banyak dari murid-murid lain yang saling berbincang sembari menunggu makanan mereka datang.


Rasa canggung menghiasi bangku dari keempat orang tersebut, apalagi bagi Denji dan Aki, kedua sahabat tersebut bahkan tidak saling bertatapan.


"Silahkan menikmati" seorang pelayan memberikan empat bungkus makanan dan minuman kepada empat orang yang sedang diam tersebut.


"Terima kasih" ucap Makima dengan manis.


"Akhirnya!!!" Seru Power dengan semangat.


Sedangkan Denji dan Aki hanya diam saja dan mengambil makanan mereka yang berada di meja.


"Oh ayolah!! Kalau kalian terus bertingkah aneh seperti itu akan aku hajar kalian!!" Power benar-benar sudah tak tahan lagi dengan sikap aneh Denji dan Aki.


"Power-san, sudahlah mereka berdua tidak apa-apa" ujar Makima yang mencoba menenangkan Power.


"Makima-chan, apa kau tahu apa yang terjadi kepada mereka??" Tanya Power kepada gadis bersurai merah tersebut.


"Iya, aku tahu" jawab Makima dengan santai.


"Kalau begitu ceritakan!!" Seru Power yang sudah tak sabar ingin mengetahui penyebab kedua laki-laki itu bersikap aneh.


"Hmm, jadi begini, aku dan Denji-kun melakukannya tadi malam" ucap Makima tanpa rasa malu sedikitpun.


"Makima-san" Denji berusaha mencegah Makima untuk tidak menceritakan tentang semalam.


Namun Makima memegang tangan Denji untuk mengisyaratkan kalau tidak apa-apa.


"Melakukannya??" Tanya Power yang masih kebingungan.


"Iyaa"


"Melakukan apa??" Entah pura-pura polos atau memang bodoh, Power sama sekali tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Makima.


"S**" ucap Makima tanpa ragu-ragu.


Power pun menjatuhkan sendoknya ketika mendengar hal tersebut, iris matanya seketika membulat, nampak sekali kalau gadis berambut pirang tersebut sudah siap untuk berteriak.


"Hmpph" Aki menutup mulut Power dengan tangan kirinya.


Laki-laki itu tahu betul kalau Power pasti akan berteriak dengan kencang ketika mendengar cerita dari Makima. Maka dari itu dia terlebih dahulu menutup mulutnya agar Power tidak berteriak dan memancing perhatian dari murid lainnya.


"Makima-san" Denji kembali merasa keberatan dengan Makima yang menceritakan hubungan mereka tadi malam kepada Power.


"Denji, itu adalah hal yang normal bagi pasangan kekasih" Aki mencoba untuk menenangkan sahabatnya tersebut.


"Yang tidak normal itu kau melihatku telanjang!!!" Seru Denji kepada Aki.


"Hmpph!!!" Power mencoba melepaskan tangan Aki dari mulutnya agar dia bisa berteriak dengan kencang.


"Diamlah Power!! Kalau kau berteriak rahasia ini akan terbongkar!!" Aki berusaha menguatkan tangannya yang sedang menutupi mulut Power.


"Denji-kun, bukankah sudah kubilang untuk kau agar jangan menyesal" tutur Makima kepada Denji.


Denji hanya bisa tersenyum ke arah Makima, apakah Makima itu gadis yang normal atau tidak. Bagaimana mungkin seorang wanita memberikan kehormatannya kepada laki-laki tanpa merasa menyesal sedikitpun??


"Ingatlah kalian berdua!! Rahasiakan perbuatan kalian dan jangan pernah beri tahu siapapun lagi!!" Aki memperingatkan Denji dan Makima untuk merahasiakan perbuatan mereka.


Karena kalau sampai rahasia mereka terbongkar dan terdengar ke telinga guru, sudah pasti mereka berdua akan di keluarkan dari sekolah.


"Dan kau juga harus merahasiakannya!! Power!!" Aki melepaskan tangannya dari mulut Power.


Terlihat raut wajah gadis tersebut yang memerah karena kesulitan bernapas "Hah... Hah... Hah... Aki sialan!! Apa kau mau membunuhku??!!"


"Kalau aku tidak menutup mulutmu kau pasti akan berteriak" timpal Aki.


"Bagaimana aku tidak teriak kalau mendengar berita seperti itu!!" Ujar Power yang tak terima.


"Sudahlah Power-san, Aki-san, ayo kita makan" ucap Makima yang sudah merasa kelaparan karena drama singkat yang terjadi di meja tersebut.


"Denji!!! Apa yang kau lakukan pada Makima-chan!!!" Power menatap Denji seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup.


"Bukan urusanmu!!" Jawab Denji dengan tegas.


"Hei!! Jelas saja itu urusanku yaa!!" Timpal Power yang tak terima.


Makima dan Aki lebih memilih untuk memakan sarapan mereka terlebih dahulu. Mereka tak ingin menunda sarapan kembali karena ulah Power dan Denji yang terus berdebat.


"Bilang saja kalau kau iri!! Lagi pula kau bisa melakukannya bersama Aki" ucap Denji dengan entengnya di sela-sela pertengkaran mereka.


"Uhuk..." Aki terbatuk karena mendengar ucapan Denji yang gila tersebut.

__ADS_1


"JANGAN BERCANDA!!!" Seru Aki dan Power secara bersamaan.


-----TOBECONTINUED-----


__ADS_2