Chainsaw Man : Denji X Makima

Chainsaw Man : Denji X Makima
9.With me or her?


__ADS_3

"Iya iyaa aku masih hidup sekarang menyingkir lah!!" Denji merasa sangat kesal karena ia di kerumuni oleh banyak siswa.


Denji dan Aki memutuskan untuk bersekolah kembali hari ini, hari dimana Reze datang ke sekolah mereka.


Namun, yang Denji tidak sadari adalah beritanya kalau dia meninggal sudah viral di penjuru sekolah.


Maka dari itu melihat Denji yang masuk ke sekolah kembali bersama Aki membuat mereka kaget.


"Ck, kami bukan artis!! sekarang menyingkir lah kalian!!" Aki juga sama kesalnya, karena paginya kali ini sangat menyebalkan.


"MASTER DENJI-SAMA!!" sebuah teriakan yang tak asing sukses menghentikan semua siswa dan siswi yang mengerubungi Denji dan Aki.


"Anda masih hidup!!!" kali ini terdengar sedikit isakan dari teriakan itu.


Sharky tak kuasa menahan air matanya ketika melihat penyelamatnya masih hidup.


Setidaknya, ia akan bisa membayar hutangnya.


"Oe Sharky!!! bila kau memang berhutang nyawa kepada Denji suruh semua orang ini pergi!!" Aki sudah tak bisa sabar lagi.


Tanpa menunggu apapun, Sharky langsung berteriak kepada mereka semua "MINGGIR KALIAN!!! JIKA KALIAN MENGGANGGU DENJI-SAMA, KALIAN AKAN MEMPUNYAI MASALAH DENGANKU!!!".


Namun setelah mendengar teriakan itu, para murid tidak menggubrisnya.


Mereka tak peduli karena Sharky bukanlah murid yang terkenal seperti Denji.


Merasa muak, sepucuk ide muncul di kepala Denji "hei kalian semua, orang yang telah menyelamatkan ku adalah Sharky, bila kalian ingin tau bagaimana ceritanya tanya saja padanya".


Ide itu berhasil, para murid yang tadi terus menanyai Denji dan Aki kini pindah mengerumuni Sharky.


Melihat kesempatan emas itu, Denji dan Aki tidak menyia-nyiakannya.


Mereka langsung kabur menuju ke kelas setelah kerumunan itu pindah.


"E-eh, tunggu dulu!! master aku tidak tau apa-apa!!" seru Sharky kepada Denji yang sedang berlari.


"Arigatou Sharky-kun" teriak Denji dari kejauhan.


Setelah berhasil bebas dari jeratan murid-murid yang kepo, Denji dan Aki beristirahat sejenak.


"Hah merepotkan sekali mereka itu" gerutu Denji.


"Sialan!! suasana pagi itu harusnya penuh dengan ketenangan" tambah Aki.


Mereka duduk duduk di koridor sekolah, karena belum jam masuk pelajaran, mereka bisa sedikit bersantai.


*drttt


Hp Denji tiba-tiba bergetar menandakan ada telepon yang masuk.


"Halo, Yoshida-san??" Jawab Denji setalah mengangkat teleponnya.


"Tuan muda, orang yang mengincar mu adalah Gun Devil" jawab Yoshida tanpa basa-basi.


"Huh?? Siapa dia??" Denji yang keheranan pun bertanya.


"Dia adalah pria bernama Gunenzo Saejima, dia di juluki Gun Devil karena keahlian menembak nya, dan dia juga merupakan pemimpin mafia yang menjadi rival Shimano-sama".


Aki yang sedikit menguping pembicaraan itu juga terkejut, pasalnya kelompok mafia Gun Devil itu sangat lah misterius.


Tidak ada yang tau asal usul ataupun tempat persembunyian mereka, pemimpin mereka meninggalkan ciri khas di pelurunya yang memiliki tulisan GUN DEVIL.


Hanya itulah yang bisa di jelaskan dari grup mafia tersebut.


"Apakah mereka berbahaya?" Denji kembali bertanya kepada Yoshida.


"Mereka cukup besar, kalau para kroco nya saya bisa membereskan nya, tapi untuk Gun Devil sendiri saya tidak akan mampu" balas Yoshida.


Denji mulai berpikir, jika Yoshida terus melindunginya maka nyawanya juga dalam bahaya.


Apalagi dengan Aki, Gun Devil itu bisa saja menculik atau memanfaatkan Aki untuk menjebak Denji.


Dan juga Makima!!! Bila Denji terus mendekatinya atau malah berpacaran dengannya maka Makima juga akan berada dalam bahaya.


"Terima kasih atas informasinya Yoshida-san, sebaiknya kau tidak melindungi ku lagi karena mereka akan mengincar mu juga kalau kau terus melindungiku" Denji menjelaskan kepada Yoshida.


Yoshida pun langsung menolak permintaan itu "Tidak!!! Tuan muda mengorbankan nyawa saya untuk anda adalah suatu kehormatan untuk saya".


Denji sangat beruntung, ia dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik. Orang orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk Denji.


"Terimakasih Yoshida-san, tapi itu adalah perintah" tanpa menunggu jawaban lagi, Denji langsung mematikan telepon nya.


Ia pun diam sejenak sambil memegangi hp nya, lalu ia pun menoleh menghadap Aki


"Jika kau akan mati maka aku harus mati terlebih dahulu karena melindungi mu". Aki berkata dengan cepat.


"Aki, kau punya kehidupan lain, kau punya Himeno-san yang menunggumu" timpal Denji.


"Dan kau punya Makima yang menunggu hatimu" jawab Aki kembali.


Mendengar kata Makima, Denji langsung menunduk.


Ia bingung apakah ia harus melepaskan gadis impiannya itu atau tidak.


Jika ia melepaskannya maka impiannya untuk mempunyai pacar idaman akan hilang, tapi nyawa Makima akan terancam.


Namun jika ia tetap berusaha mendapatkan nya, impiannya akan tercapai, tapi nyawa Makima juga akan terancam.


"Aki... Sebelum aku membereskan Gun Devil sialan itu, menjauhlah dariku" kata Denji sambil berlalu pergi.


----------

__ADS_1


*Tap tap tap*


Suara langkah kaki dari seorang pria yang sedang menuju ke kelasnya, dia di ikuti oleh seorang perempuan di belakangnya.


"Hmm aku memutuskan untuk memasukkan mu ke kelasku karena kau sangat mencurigakan" suara yang terdengar tenang itu lagi-lagi membuat Reze merinding.


*Apa-apaan orang ini!! Aku seperti merasa di samping Gun-sama* kata Reze dalam hati.


----------


"DENJI!!!!" Power dengan cepat langsung memeluk Denji ketika ia melihatnya di pintu kelas.


"Oi apa apaan ini!! Aku baru saja lepas dari gangguan murid lain!!!" Denji kembali dibuat kesal karena ia melihat teman temannya yang lain mulai berdatangan mendekati nya.


Pertanyaan demi pertanyaan melayang dari mulut siswa dan siswi itu, Denji yang merasa frustasi memutuskan untuk melewati mereka begitu saja.


Ketika ia sedang berjalan, ia melihat Makima menatapnya. Namun, tatapan itu seolah tak seperti sebelumnya.


Bila sebelumnya Makima menatap Denji dengan malu-malu, kali ini ia menatap Denji dengan dingin.


Denji sebenarnya merasa kebingungan karena tatapan dari Makima itu, tapi karena ia memutuskan untuk menjauhinya sementara, ia pun tetap tak menghiraukannya.


Denji terus berjalan melewati bangkunya, ia memutuskan untuk duduk di belakang.


Power dan teman temannya yang lain merasa heran dengan tingkahnya, padahal tempat duduknya bersama Aki bukan disitu.


"Denji, mengapa kau duduk disitu? Bukankah bangku mu bersama Aki?" Angel bertanya kepada Denji.


"Kami bertengkar" Aki tiba-tiba menjawab dari belakang mereka.


"APA??!!! KALIAN BERTENGKAR?!!!" Power heboh dengan sendirinya mendengar Denji dan Aki bertengkar.


Tanpa ampun, Power langsung menyeret Aki ke bangkunya dan menghujaninya dengan pertanyaan.


Tak mungkin Aki dan Denji bertengkar hebat sampai tidak mau duduk bersama, mereka juga pernah bertengkar tapi itu hanya sebatas gurauan saja.


Makima hanya terdiam mendengar berita itu, ia sebenarnya juga heran mengapa Aki dan Denji bertengkar.


Ia juga lebih heran lagi mengapa Denji mengacuhkannya, padahal ia diberitahu oleh Power kalau Denji sangat mencintai nya.


Tapi begitu mereka bertatap mata, seolah-olah tak ada yang spesial dari tatapannya.


"Selamat pagi anak-anak" suara pak Kishibe sukses membubarkan drama kecil yang terjadi di kelas itu.


Mereka tertegun melihat seorang gadis berambut pendek yang ikut masuk bersama pak Kishibe.


Makima dan Power yang merasa tak asing dengan gadis itu pun langsung bertanya "pak, siapa dia??" tanya Power.


"Ahh dia adalah murid baru, silahkan perkenalkan dirimu" jawab pak Kishibe.


"Hmm?? Bukankah dia yang menabrak ku kemarin" Makima baru sadar kalau gadis itu adalah gadis yang menabrak nya ketika berjalan kemarin.


"Perkenalan namaku Reze, senang bertemu dengan kalian" singkat dan jelas itulah yang diucapkan Reze.


"Baiklah Reze-chan silahkan pilih tempat duduk antara Denji-kun atau Aki-kun" mendengar ada nama Denji, Reze langsung mengarahkan pandangannya.


Benar saja, ia menemukan Denji sedang duduk di bangku belakang dan sedang memandangnya, tapi apa-apaan pandangan itu??


Denji memandang Reze dengan pandangan yang berbeda, Reze dibuat sedikit salah tingkah karena pandangan itu.


Makima yang melihat pemandangan itu sedikit merasakan sesak di dadanya, ia melihat Denji menatap Reze dengan tatapan yang sama ketika ia pertama kali menatap Makima.


Apakah Makima benar-benar telah memaafkan masa lalunya dan telah memilih untuk menerima Denji?


"Eh?? Tunggu dulu Denji-kun, mengapa kau tidak duduk bersama Aki-kun?" Pak Kishibe baru menyadari keanehan yang terjadi di kelasnya itu.


"Kami bertengkar!!!" Jawab Denji dan Aki dengan serentak.


"Eh?? EEEEEEEEEEE????!!!" baru kali ini guru itu menunjukkan ekspresi konyolnya.


"Ekhem, maafkan saya, baiklah Reze-chan duduklah di manapun kau mau" setelah mendapatkan perintah itu, ia lalu berjalan menuju bangkunya Denji.


Ia tersenyum licik sambil menatap Denji, tapi Denji malah menunjukkan ekspresi yang sulit di jelaskan.


"Hai perkenalkan namaku Reze" sapa Reze setelah sampai di bangkunya.


Tak lupa, ia menambahkan senyum liciknya.


"Kau cantik" jawaban yang tak terduga itu tiba-tiba muncul begitu saja dari mulutnya.


Wajah Reze pun seketika memerah ketika mendengar perkataan Denji itu.


"E-eh t-terima-kasih" jawab Reze dengan gugup.


Makima hanya bisa melihat hal itu dengan hati yang panas, "kau lihat itu Power-san? Bagaimana bisa ia mencintaiku kalau dia telah memilih orang lain".


Power pun merasa ada yang tak beres dengan Denji, ia bertengkar dengan Aki? Menjauhi Makima?? Itu seperti bukan Denji yang Power kenal.


"Makima-chan tenanglah, aku merasa ada yang aneh dengan Denji" Power berusaha untuk menenangkan sahabat nya itu.


Ia tak ingin rencananya untuk menyatukan Denji dan Makima rusak begitu saja.


Tentu, ia juga merasa tak enak dengan Makima apalagi ia melihat Denji tersenyum kepada Reze.


Senyum itu harusnya hanya Denji tunjukkan kepada Makima.


----------


"APA YANG WANITA ITU LAKUKAN!!!" Gun Devil berteriak murka kepada anak buahnya.


Anak buahnya yang mendengar teriakan itu hanya terdiam menunduk tanpa berani untuk menjawab.

__ADS_1


"MENGAPA SAMPAI SEKARANG, AKU BELUM MENDAPATKAN KEPALA ANAKNYA SHIMANO!!!!"


*Dorr.. dorr


Dua buah peluru berhasil menembus dua kepala anak buahnya, peluru itu tepat mengenai bagian tengah dahi.


Dua orang itu langsung ambruk dan dapat dipastikan jika kedua orang itu telah meninggal di tangan bosnya sendiri.


"Gun-sama tenanglah, aku berhasil mendapatkan data dari orang yang menyelamatkan bocah itu" seorang anak buah yang nampaknya memiliki jabatan cukup tinggi berani berbicara kepada Gun Devil.


"Santa... Sebaiknya kau bisa menghiburku sekarang!!!" Gun Devil sedikit tenang setelah mendengar laporan dari pria bernama Santa itu.


Santa pun memberikan sebuah berkas kepada Gun Devil, ia membaca berkas itu dengan teliti.


"Yoshida.... Jadi itu kau dasar bocah kurang ajar!!!" Entah bagaimana caranya, data diri Yoshida berhasil terungkap dan kini dia juga di incar oleh Gun Devil.


"Gun-sama, apakah dia juga bekas anak buahnya Shimano?" Tanya Santa.


"Cihh, bocah ingusan itu hanya anjing penjaga Shimano, dia hanya akan merepotkan bagi kita tapi tidak membahayakan kita" jawab Gun Devil.


"Kalau begitu... Gun-sama, kita bunuh saja Yoshida terlebih dahulu, dengan begitu tidak ada yang akan melindungi anaknya Shimano lagi" salah seorang anak buahnya mengusulkan rencana itu kepada Gun Devil.


*Dorrr....


Sebuah peluru melesat menembus kepala orang itu, lagi lagi Gun Devil membunuh satu anak buahnya.


"Dasar kroco!!! Kau itu tidak tau apa-apa!!!" Gun Devil lagi-lagi dibuat murka oleh anak buahnya.


Santa yang kebingungan dengan kejadian itu pun langsung bertanya kepada Gun Devil.


"Tapi Gun-sama, bukankah yang dia bilang itu benar? Jika Yoshida mati maka tidak akan ada yang melindungi Denji lagi" sahut Santa.


"Bukan dia yang aku waspadai, membunuh Yoshida itu adalah perkara yang mudah, tapi... orang itu pasti tidak akan terima" lanjutnya menjelaskan kepada Santa.


"Huh?? Dia siapa??" Santa lanjut bertanya kepada bosnya itu.


"Tangan kanannya Shimano".


----------


"Hahaha... Apakah benar dia berkata seperti itu Yoshida?" Seorang pria paruh baya yang menutupi satu matanya seperti Himeno tertawa terbahak-bahak setelah mendengar cerita dari Yoshida.


"Benar, tuan muda sangat mirip dengan Shimano-sama" balas Yoshida sambil meminum kopinya.


Ia pun lanjut menyampaikan informasi tentang Denji yang sedang diincar oleh Gun Devil "begitulah Goro-san, jika yang mengincar tuan muda adalah mafia biasa, saya bisa mengatasinya, tapi karena Gun Devil yang mengincarnya... Maka saya butuh bantuan anda"


"Hahahaha.... Kau dengar itu Shimano?? Karena kau terlalu lunak kepadanya sekarang dia mengincar anakmu!!" pria yang bernama Goro itu tertawa sambil memandang ke langit, seolah-olah dia sedang berbicara dengan Shimano yang berada di akhirat.


"Tenanglah Yoshida, nyawa tuan muda akan selalu aman bila aku masih hidup" kata Goro sambil memegang pundaknya Yoshida.


Mendengar kata-kata dari pria bermata satu bernama Goro itu, Yoshida langsung tenang, ia tak perlu menjaga Denji sendirian sekarang.


"Terimakasih banyak atas bantuannya" Yoshida membungkuk di depan Goro untuk berterimakasih.


"Hahaha... Bersiaplah Gun-chan, anjing gila dari Shimano akan datang kepadamu!!!"


----------


"Umm, Reze-chan apa kau mau pulang bersamaku??" Tanya Denji dengan malu-malu.


Mendengar ajakan itu, Reze langsung mengiyakannya, ia bisa sekalian menjalankan rencananya untuk membunuh Denji.


"Iya aku mau, Denji-kun" jawab Reze dengan senyuman yang manis.


*Astaga dia cantik sekali, tapi... kenapa setiap aku melihat senyumannya aku teringat Makima* kata Denji dalam hati.


"Denji-kun, maukah kau pulang bersamaku??" Makima tiba-tiba muncul di tengah tengah mereka.


Denji dan Reze kaget dengan kedatangan Makima yang tiba-tiba dan tidak mereka sadari.


"E-eh Makima-chan.."


"Denji-kun akan pulang bersamaku!!" Reze tiba-tiba menyahut pertanyaan Makima.


"Aku tidak bertanya kepadamu" jawab Makima dengan dingin.


"E-eh tunggu kalian berdua..." Denji bingung harus melakukan apa.


Ia melihat kedua bidadari sedang bertengkar untuk pulang bersama dirinya. Ia bingung, antara Reze atau Makima.


Ia tak bisa membohongi dirinya sendiri, Reze itu cantik.


Denji juga mengalami cinta pandangan pertama kepada Reze, sama seperti yang ia alami bersama Makima dulu.


"Denji-kun!!! Kau pilih aku atau wanita ini?!!!" Kali ini Makima dengan tegas bertanya kepada Denji.


"Kau memilih aku kan Denji-kun?? Bukankah tadi kau sudah berjanji kalau kita akan pergi ke cafe??" Kata Reze dengan manjanya.


Ia sebenarnya juga tak ingin melakukan hal ini, namun demi nyawanya ia rela melakukan apapun agar bisa mengelabui dan membunuh Denji.


Sebaliknya, Makima kembali merasakan perih di hatinya setelah mendengar kalau Denji membuat janji dengan Reze, namun ia tetap tak menyerah.


Atas saran dari Power yang menyuruhnya untuk pulang bersama Denji ia tetap melakukannya.


"Jawablah aku Denji-kun siapa yang kau pilih diantara kami??!!" Lagi-lagi Makima memaksa Denji untuk membuka mulutnya.


Para murid yang lainnya mulai memandangi mereka bertiga, Aki pun hanya memandang kejadian itu tanpa berniat untuk menghentikannya.


Karena ia tak ingin menjadi perhatian teman temannya, Denji pun akhirnya menjawab "a-aku akan pulang bersama....."


-----tobecontinued-----

__ADS_1


__ADS_2