cinta beda usiaku

cinta beda usiaku
cinta beda usia


__ADS_3

namaku Lidya aku saat ini berusia 22 tahun aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu orang tuaku bapak Udin dan ibu Rosalina yang biasa dipanggil Ros dan aku mempunyai seorang adik yang bernama Mana Andin adikku itu gemuk teman bermain teman berkelahi dan segalanya Saat ini aku sudah tamat sekolah SMA negeri dan adikku sekolah SMP karena jarak kami 6 tahun karena adikku aku ingin melanjutkan sekolah aku pun mengalah dan tidak melanjutkan ke universitas yang ada di kota aku di tawarkan pekerjaan dari teman kenalan ibuku yang bernama bang Andi yang mempunyai CV insan yang berusaha dibidang fotocopy dan perlengkapan alat tulis dan lain-lain awalnya aku pun ragu karena belum pernah memasuki ngidam fotocopy dan tidak memahami satupun kerjaan karena baru tamat sekolah karena ibuku memaksa untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan ku akhirnya aku bekerja dan menerima tawaran dari bang Andi pada awalnya aku malu-malu tapi karena sikapnya yang lembut sabar humoris aku pun bekerja dengan giat dan semangat hari demi hari aku lalui bersama dengan menjadi teman beda usia yang sangat jauh tapi pemikiran sikap tingkah laku dia mengimbangiku yang selalu berusaha membuatku tersenyum walaupun banyak beban yang aku pikul karena aku anak pertama di dalam keluargaku anak pertama banyak tanggung jawab dan harus menanggung semua adikku yang masih bersekolah di sekolah rendah segalanya ku lalui dengan ikhlas dan sabar setelah pulang kerja aku bekerja dengan segala pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh ibuku sedangkan adikku anak yang manja dan tidak mengerjakan apapun tapi aku selalu ikhlas dan selalu berangkat kerja pagi-pagi ya diantar oleh ibuku setelah bekerja aku lupa dengan masalah yang ada di rumah dengan masalah ekonomi dan lain-lain. aku bekerja dengan semangat yang selalu diusili oleh bang Adi sebagai bosku lama-kelamaan sering berduaan jika tidak ada pegunjung yang datang ke ruko kami pun bercanda lama kelamaan mulai muncul rasa nyaman yang ada di hati tidak terasa sudah sebulan aku bekerja bersama bang Andi hubungan antara aku dan dia pun mulai dekat akrab jadi teman curhat jadi penasehat walaupun beda usia 29 tahun tapi tidak menghalangi kami malah jadi penyatu yang kuat jadi pas dan tambung saat mengobrol dan bercanda tidak canggung lagi seperti diawal-awal bekerja bang Andi pun mulai selalu mengunjungi keluarga ku saat malam hari mulai berdekatan dengan orang tua dan memberanikan diri untuk mengajak ku berjalan aku terkejut dengan keberanian yang ditunjukkan pada orang tua ku karena saling kenal orang tua ku dan sekarang makin dekat orang tua ku pun mengizinkannya kami hanya berkeliling melihat pemandangan malam yang cantik karena penuh dengan lampu karena sebelum pergi jalan-jalan dia sudah berjanji tidak pulang lewat dari jam 10 jam menunjukkan jam 9:30dia pun mengantarku pulang dengan selamat tanpa kekurangan apapun dan membelikan oleh-oleh makanan untuk kedua orang tuaku adikku mereka pun merasa senang dengan kehangatan dan ketepatan waktu mengantarku pulang ibuku aku mempercayainya dan kami pun semakin dekat suatu ketika yang menanyakan langsung kepada orang tuaku mengenai hubungan yang kami lalui dikatakan teman tapi akrab melebihi teman jadi dia ingin menghalalkan hubungan yang saat ini dikatakan teman bukan teman dikatakan pacaran pun tidak pernah menyatakan cinta orang tuaku terkejut aku pun terkejut secepat itu dia melamar untuk menjadi istrinya dan orangtua kuberkata sebaiknya kamu mendiskusikan hal ini kepada orang tuamu dan saudaramu karena ini bukan hal main-main yang bisa diputuskan sekali mata ini hubungan untuk selamanya dan ibuku memberikan waktu 1 bulan untuk dia bertanya menyiapkan mental menyiapkan segalanya dan aku pun menyiapkan hati mental dan salat istikharah jawaban yang akan kuberikan kepadaNya setelah 1 bulan dan dalam jangka satu bulan aku bekerja dengannya aku canggung malu apa yang harus aku lakukan tapi dia bersikap seolah tidak ada apa-apa dan meyakinkanku jika kita tidak jadi menikah pun kita akan menjadi teman seperti biasa yang akan saling bertukar pikiran saling menyemangati dan saling membutuhkan sebagai bos dan karyawan seperti biasa dalam jangka waktu satu bulan aku banyak melihat kelebihan kematangan dan sikap yang jarang dimiliki oleh lelaki manapun yang membuat hatiku seakan terguncang oleh sikap dan perhatian yang diberikan kepadaku aku melakukan salat istikharah setiap malam sebanyak tiga kali akhirnya aku menjawab ya aku bersedia menjadi istrimu setelah 2 minggu kamipun bertunangan lanjut ke episode 2


__ADS_2